Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 68 Mengorek Informasi


__ADS_3

Niky menghentikan mobilnya Setelah tiba di depan rumah makan seafood. Dia menoleh ke samping kiri menatap Cassia yang duduk di sebelahnya.


“Ayo kita turun...” ucap Niky sambil melepas sabuk pengaman.


“Iya kak...” balas Cassia dengan tersenyum. Gadis itu melepas sabuk pengaman lalu membuka pintu mobil dan turun dari sana.


Niky menghampiri Cassia setelah turun dari mobil dan mereka berdua berjalan bersama masuk ke rumah makan seafood.


“Kak... biar aku yang pesankan... kakak Cari tempat duduk saja.” ucap Cassia meminta lelaki itu mencari tempat duduk karena di sana ramai sekali dan dia khawatir mereka tak mendapat tempat duduk.


“Ya baiklah...” jawab Niky berjalan meninggalkan Cassia yang masih memesan menu makanan untuk mereka dan mencari tempat duduk yang kosong.


Niky menatap ke sekitar untuk mencari tempat duduk yang kosong.


“Ah...di sana ada tempat duduk kosong...” gumam Niky saat melihat dua kursi kosong di dekat pintu keluar rumah makan. Dia pun segera menuju ke sana sebelum ada orang lain yang menempatinya.


“Tolong dua porsi paket C...” ucap Cassia memesan menu makanan kemudian melihat ke sekitar untuk mencari Niky.


Niky Melambaikan tangannya saat melihat Cassia mencari dirinya.


“Cassia... sebelah sini... !” panggil Niky sambil berdiri. Gadis itu pun segera menuju ke tempat Niky berada setelah mendengar panggilannya.


Mereka berdua duduk bersebelahan sambil menunggu menu pesanan mereka datang dan dan mulai mengobrol.


“Jadi gimana liburan kakak kemarin bersama keluarga...?” tanya gadis itu memulai percakapan.


Niky sedari tadi diam memandangi wajah Cassia dari samping. Diam-diam dia terpesona pada pesona kecantikan gadis itu yang menurutnya berbeda dari gadis yang pernah dia temui selama ini.


Cassia tersenyum kecil melihat Niky yang melamun dan memanggilnya lagi karena tak ada respon dari lelaki itu.

__ADS_1


“Kak... kakak Niky bagaimana hiburan kakak kemarin bersama keluarga ?” ucapnya mengulangi lagi pertanyaannya.


Niky seketika tersadar dari lamunannya dan langsung memalingkan muka untuk menahan rasa malunya.


“Ya... semuanya berjalan dengan lancar. Bagaimana dengan mu ? Apa kau setiap hari pergi ke Dream Fantasy ?” tanya balik Niky dan kembali menatap wajah cantik gadis itu.


Cassia tampak gelagapan saat Niky menanyakan tentang dirinya. Karena tak mungkin bagi dirinya memberitahukan identitasnya yang sebenarnya jika dirinya adalah putri dari pemilik Dream Fantasy. Karena selama ini para lelaki yang mendekatinya tidaklah tulus dan hanya karena harta kekayaan milik ayahnya. Dan dia ingin mencari seseorang yang tulus padanya.


“Yah... aku hanya kebetulan saja kak pergi ke Dream Fantasy saat mengikuti ayah keluar kota, jadi tidak setiap hari aku di sini.” jawabnya menjelaskan.


“Jadi kau bukan penduduk daerah sini... ?” tanya Niky lagi, dan gadis itu mengangguk.


Beberapa saat kemudian menu makanan yang mereka pesan datang. Niky dan Cassia menyantap makanan yang ada di depan mereka sambil meneruskan obrolan.


“Kakak Niky sendiri apa penduduk asli daerah sini ?Karena kita sering bertemu di sini...” tanya Cassia yang penasaran pada lelaki itu dan diam-diam juga mengagumi ketampanan Niky.


Niky meletakkan sendok nya ke piring setiap kali dia bicara dan menatap gadis yang duduk di sebelahnya.


Cassia menatap Niky dari samping yang sedang makan dan mencoba menahan dirinya untuk tidak lepas kendali saat dekat dengan lelaki itu. Karena tidak dipungkiri, Niky adalah lagi pertama yang bisa membuatnya terpesona pada pandangan pertama.


Niky merasa canggung saat ada obrolan di antara mereka dan dia pun kembali bertanya untuk memecah keheningan diantara mereka.


“Cassia kau kan sering ke Dream Fantasy jadi kau pasti mengetahui seluk beluk wahana itu. Kenapa menurutmu wahana itu ramai sekali walaupun menurut ku konsepnya biasa saja.” ucap Niky iseng bertanya karena tak ada topik pembicaraan lainnya.


Mata Cassia tampak berbinar-binar saat Niky menanyakan padanya tentang Dream Fantasy.


“Sebenarnya wahana itu di bangun oleh ayah karena ayah tahu jika aku sedari kecil suka bermain ke suatu wahana, jadi konsepnya pun di sesuaikan dengan kesukaanku.” batin Cassia sambil mencari jawaban yang tepat.


“haha... jadi menurut kakak Niky biasa saja ya... aku kurang tahu juga. Tapi Dream fantasy selalu menawarkan apa yang diminta oleh pengunjung melalui survei kecil di lapangan dan juga sering ada promo di akhir pekan atau di hari khusus lainnya.” jawab Cassia panjang lebar pada Niky sambil merapikan rambut panjangnya yang menutupi matanya.

__ADS_1


Niky tersenyum mendengar jawaban dari gadis itu. Dia tak menyangka saja gadis itu tahu cara Dream Fantasy mencari banyak pengunjung.


“Mungkin aku bisa mengorek informasi lebih dari gadis ini, karena dia adalah pelanggan setia Dream Fantasy. Jadi sedikit banyak dia tahu apa yang terjadi di sana.” batin Niky yang terkejut sekaligus senang bisa mengorek informasi dari Cassia tanpa rasa curiga sedikitpun pada gadis itu.


“Oh jadi begitu ya triknya... apa kau juga tahu kedepannya terima fantasi akan meluncurkan wahana apa lagi...” tanya Niky yang penasaran dan berharap gadis itu mengetahuinya.


Cassia tampak diam dan berpikir sejenak menatap lelaki itu dalam-dalam.


“Mungkin tak apa ya jika aku sedikit menceritakannya padanya. Karena kurasa dia orang baik dan tak ada hubungannya dengan Dream fantasy.” batin Cassia yang menilai Niki adalah sosok lelaki yang baik di matanya.


“Sebenarnya aku sendiri tidak tahu pasti tapi aku dengar dari kabar angin yang beredar jika Dream Fantasy akan meluncurkan satu wahana lagi. Dan itu meniru konsep dari wahana yang berada di luar negeri.” jawab Cassia membeberkan konsep baru wahana Dream Fantasy yang akan diluncurkan bulan depan yang sebenarnya adalah rahasia.


Niky tampak bengong mendengarkan penjelasan secara gamblang dari Cassia mengenai Wahana baru yang akan di luncurkan oleh Dream fantasy.


“Aku tidak tahu apa yang dikatakan gadis ini benar atau tidaknya. Namun itu Apakah informasi penting bagiku dan bisa berguna untuk Wonderland. Dan aku bisa melebihi konsep Dream Fantasy.” batin Niky masih menatap gadis itu.


Tak berapa lama kemudian mereka berdua selesai makan. Niky mengajak Cassia kembali masuk ke maserati putihnya.


“broom...” mobil melaju keluar dari tempat parkir rumah makan seafood dan meluncur di jalanan.


Saat melintasi Dream Fantasy Niky menghentikan mobilnya.


“Cassia apa kau akan turun di sini ?” tanya nya sambil mengerem mobil dan membuatnya dalam posisi netral.


“Ya kak... aku turun di sini saja nanti akan ada yang menjemput ku.” ucap gadis itu lalu semoga pintu mobil dan segera turun dari mobil Niky.


“Terima kasih kak.... sudah mengantar ku...” ucap Cassia setelah turun dan melambaikan pada Niky yang kembali ke tempat kerjanya.


Niky kembali melajukan maserati putihnya di jalanan menuju ke tempatnya kerja. Dalam pikirannya sekarang dipenuhi oleh konsep baru untuk Wonderland setelah mendengar paparan singkat dari Cassia mengenai Dream Fantasy.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2