
Cassia meluncur ke Flower Corp. Dia segera turun dari mobilnya dan masuk ke kantornya. Di dalam ruangan dia tampak gelisah dan terpikirkan pada tes yang saat ini sedang berlangsung di perusahaan Niky.
Gadis itu ingin membantunya tapi menunggu situasi aman terlebih dulu. Karena akhir-akhir ini ayahnya sering mengirim seseorang untuk mengawasinya. Dan dia yakin tadi ayahnya sudah mendengar pembicaraannya.
“Mungkin dua atau tiga jam lagi aku akan pergi ke perusahaan kakak Niky...”batin Cassia menunggu situasi reda, menunggu anak buah yang biasa dikirim ayahnya pergi tidak membuntutinya lagi.
“tick... tack...” suara jam yang berdetak dan Cassia sedari tadi menoleh ke belakang menatap jam dinding menunggu waktu segera berlalu.
Dua jam kemudian Cassia terdiri dari kursi dan berjalan dengan cepat menuju ke tempat mobilnya terparkir. Dia mengira pasti tak ada yang mengikutinya lagi setelah tahu dirinya berada di kantornya sendiri.
Cassia meluncur menuju ke perusahaan Niky dengan kecepatan tinggi sembari melihat kesepian untuk melihat di belakangnya.
“Kurasa aman... tak ada yang membuntuti ku.”gumam Cassia kemudian menatap ke depan lagi dan fokus mengemudi.
Beberapa saat kemudian Cassia tiba di perusahaan Niky. Dia turun dari mobil setelah memarkirkannya di sebelah mobil Niky.
Di luar dia melihat masih banyak peserta tes yang duduk menunggu untuk mengikuti tes.
“Ternyata masih banyak juga peserta tes yang belum masuk ke dalam.”batin Cassia saat berjalan masuk ke kantor dan melewati ratusan peserta tes.
Di dalam Cassia melihat Niky masih mewawancarai satu peserta tes. Sengaja dia menunggunya di ruangan yang berada di ruangan sebelah Niky karena tak mau mengganggu tes yang sedang berlangsung saat itu.
__ADS_1
“Ya terima kasih atas kehadirannya. Nanti kami akan menghubungi anda jika memang lolos ke tahap tes selanjutnya.”ucap Niky pada peserta tes ya sudah selesai interview.
Setelah peserta tes tadi keluar Niky pun ikut keluar dan masuk ke ruangan di mana Cassia berada.
“Sayang... akhirnya kau datang...”ucap Niky tersenyum kemudian duduk di samping Cassia.
“Kakak maaf aku baru bisa datang... di kantor masih ada hal yang harus ku kerjakan tadi.”ucap Cassia berbohong agar Niky tidak tahu jika ayahnya saat ini sebenarnya sedang memantau mereka.
Cassia melihat jam di tangannya, dia pun memutuskan untuk segera memulai membantu Niky melanjutkan tesnya.
“Kakak... ayo kita segera mulai lagi tesnya. Aku akan membantumu agar cepat selesai.”ucap Cassia menatap Niky dan tersenyum manis padanya.
“Terima kasih sayang... kau memang is the best...”balas Niky senyum lebar menatap Cassia kemudian memegang tangannya.
Di luar kantor Niky tampak sebuah mobil biru berhenti di seberang kantor Niky. Lelaki yang mengendarai mobil itu membuka kaca jendela mobilnya.
Lelaki itu kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.
“Bos... nona Cassia sekarang sedang berada di perusahaan baru.”ucap seorang lelaki berpakaian serba hitam dan bertato di lengan kirinya menatap ke arah mobil Cassia yang terparkir di depan gedung tadi melaporkan hasil pantauannya.
“Oke kau boleh pulang sekarang. tunggu perintah selanjutnya dariku.”balas Wardana setelah mendapat laporan dari anak buahnya.
__ADS_1
Lelaki bertato tadi menutup ponselnya dan menaruhnya ke dasbor. Dia menutup kaca jendela mobil dan memutar balik mobilnya menuju ke perusahaan Wardana.
Wardana yang berada di ruangan nya, berdiri dari tempat duduknya dan menatap ke arah pintu.
“Cassia... kali aku biarkan kau bermain atau membantu siapa saja temanmu itu asal hal itu tidak merugikan keluarga kita.”gumam Wardana lalu berjalan menuju keluar ruangan dan masuk ke ruang meeting.
Tiga jam kemudian kantor Niky tampak sepi setelah satu peserta tes terakhir keluar dari kantornya. Niky keluar dari ruangan persamaan dengan Cassia yang juga keluar ruangan.
“Sayang kau tampak lelah...”ucap Niky menghampiri kekasihnya kemudian memegang pinggang nya dan mengajaknya ke area rest room sekedar untuk beristirahat melepas penat mereka.
Niky mengambilkan air minum dari dispenser yang ada di ruangan itu untuk Cassia.
“Sayang ini... minumlah dulu...”ucap Niky menyerahkan segelas air minuman pada gadis itu.
Cassia yang memang merasa haus menerimanya dan segera menghabiskannya. beberapa saat kemudian Gadis itu menyadarkan kepalanya ke bahuriki yang duduk di sampingnya tanpa berkata apapun karena dia sudah merasa tenang saat berada di dekatnya.
Niky tiba-tiba teringat pada ucapan ibunya yang ingin bertemu dengan Cassia.
“Sayang... akhir pekan ini Aku mau pulang ke rumah. Apa kau ingin ikut bersamaku bertemu dengan keluargaku ?”ucap Niky sambil merangkul bahu Cassia.
“Bertemu dengan keluarga kakak ? Ya boleh... sudah lama sekali aku ingin bertemu dengan keluarga kakak. Apalagi Fiona... aku ingin melihatnya.”jawab Cassia setuju dan merasa senang karena sebelumnya Niki tak pernah mengizinkannya ataupun mengajaknya bertemu dengan keluarganya.
__ADS_1
Cassia memegang lengan Niky dengan erat, dia merasa berbunga-bunga karena Niky serius padanya. Dan dia tak sabar menunggu saat itu tiba.
BERSAMBUNG....