Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 85 Mencari Niky Di Wonderland


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Dari hari ke hari jumlah pengunjung yang ada di Wonderland semakin bertambah.


Hal yang sebaliknya terjadi di Dream Fantasy di mana di sana dari hari ke hari jumlah pengunjung yang datang kian berkurang.


Suatu pagi Cassia berada di Dream Fantasy. Gadis itu berkeliling di sekitar wahana sambil memperhatikan beberapa pengunjung yang bermain di semua wahana.


“Kenapa jumlah pengunjung di sini menurun dari hari ke hari. Apa penyebab nya ?” batin gadis itu melihat lagi ke wahana lain.


Cassia duduk di sebuah kursi setelah lelah berkeliling melihat semua wahana yang ada di sana.


“Pasti ini karena ada Wonderland... jadi banyak pengunjung di sini yang beralih ke wahana itu.” batinnya sambil menghela nafas berat karena tak tahu apa yang harus dilakukannya lagi sedangkan selama ini dia sudah mencurahkan pikirannya sepenuhnya untuk proyek Dream Fantasy.


Siang hari saat jam makan siang,


Saat itu Niky sedang berada di Wonderland. Di sana dia tampak sibuk karena ada Presiden Direktur yang melakukan kunjungan ke sana untuk memantau keadaan.


“Niky... kau ikut denganku sebentar untuk berkeliling.” ucap presiden direktur menghampiri Niky yang sedang berdiri di depan kantor pemasaran Wonderland.


“Baik bapak presiden direktur...” jawabnya singkat dan segera berjalan mengikuti lelaki itu pergi melihat satu wahana ke wahana lainnya.


Setelah Niky mengikuti presiden direktur berkeliling, mereka berhenti di terowongan kaca.


“Niky... aku suka sekali pada konsep wahana yang satu ini. Dan ini bukan aku saja yang menyukainya.” ucapnya sambil melihat tempat itu penuh oleh pengunjung yang masih menunggu antrian.


“Terima kasih bapak presiden direktur.” jawab Niky singkat dan menemani lelaki itu masuk ke sana.


Di tengah kesibukannya dia teringat pada Cassia dan mengeluarkan ponsel dari balik saku bajunya.


“Sepertinya aku tak bisa makan siang dengannya untuk saat ini...” batin Niky membuka kunci layar ponselnya dan mengetik pesan.


Belum selesai mengetik pesan, presiden direktur kembali mengajaknya berkeliling ke tempat lain.


“Niky ayo kita lihat yang di sana...”


“Baik bapak presiden direktur...”jawab Niky dan spontan Dia memasukkan kembali ponselnya ke saku bajunya.


Saking sibuknya dia sampai tidak sempat memberi tahu Cassia jika dia tidak bisa makan siang dengannya kali ini.

__ADS_1


Di lain tempat, tampak Cassia yang berdiri di depan pintu masuk Dream Fantasy menunggu kedatangan Niky.


“Sudah lewat lima belas menit tapi Kakak Niky belum ke sini juga. Apa ada sesuatu ? Atau dia sedang sibuk ?” batin Cassia menatap bahasa kita mencari keberadaan Niky.


“Apa sebaiknya aku telepon saja dulu untuk memastikan nya.” gumamnya yang merasa khawatir pada Niky.


Cassia mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan mulai menelepon Niky.


“Tuut... tuut... tuut...” suara telepon yang tidak tersambung.


Cassia mengulang lagi panggilannya berulang kali, namun Niky tetap tidak mengangkatnya.


“Apa aku kirim pesan saja... mungkin dia sedang sibuk.” batinnya lalu mengetik pesan dan mengirimkan pada Niky.


Sepuluh menit kemudian Cassia memutuskan untuk berjalan kaki ke jalan raya setelah tak ada balasan dari Niky dan juga tak kunjung melihat lelaki itu datang ke Dream Fantasy.


“Taxi... !” teriak Cassia saat melihat sebuah taksi yang melintas di depannya.


“ckiit...” sebuah taksi biru berhenti di depan Cassia. Dia pun segera masuk dan duduk di kursi belakang.


Taksi meluncur di jalanan menuju ke Wonderland. Tak beberapa lama kemudian taksi itu berhenti di depan pintu masuk Wonderland.


“Ini pak...” ucap Cassia saat melihat tarif argometer dan menyerahkan beberapa lembar uang pada supir taxi kemudian turun dari sana.


“tap... tap... tap...” Cassia berjalan menuju ke loket penjualan tiket dan membeli satu tiket masuk kemudian segera masuk ke dalam.


Sesampainya di dalam dia melihat tempat itu ramai sekali seperti Dream Fantasy dulu dan tampak sedih saat mendengar teriakan dan keriuhan dari para pengunjung dimana pun.


Cassia mencoba tabah menghadapi kenyataan yang ada dan berusaha mengusir rasa sedihnya yang sedang melanda dirinya. Dia kembali fokus pada tujuan utamanya ke sana yaitu mencari Niky.


“Kakak... sebenarnya kau dimana ?” batin Cassia melihat ke sekitar ditengah keramaian untuk mencari Niky.


Karena masih tak menemukan Niky juga dia pun berjalan menyimpang keramaian di sana dan pergi dari satu wahana ke wahana lain.


Cassia berhenti saat mendengar suara Niky yang ada di sekitarnya.


“Kakak... akhirnya aku menemukanmu...” gumam Cassia tersenyum lalu menoleh ke kanan dan benar saja di sana ada Niky yang tampak menemani seorang lelaki dengan wajah serius dan tegang.

__ADS_1


“Kakak Niky...” panggil Cassia namun lelaki itu tak mendengar panggilannya karena suaranya hilang ditelan keramaian yang ada saat itu.


“Mungkin lebih baik aku mengikutinya saja untuk memberikan surprise padanya.” batin Cassia yang terus berjalan mengikuti Niky dari belakang di tengah padatnya pengunjung.


Niky yang menemani presiden direktur berkeliling tidak mengetahui jika Cassia sudah ada di sana dan ada di belakangnya berjarak dua meter.


“Niky... sepertinya semua pengunjung di sini menyukai desain wahana Wonderland. Semua ini berkat ide mu yang brilian. Kau akan mendapatkan bonus nanti berkat kerja keras mu.” ucap presiden direktur kembali memuji Niky atas prestasi yang di capainya.


“Terima kasih bapak presiden direktur... sudah menghargai kerja keras ku.” jawab Niky singkat.


“Apa... apa aku tidak salah dengar. Lelaki itu bilang bahwa kakak Niky lah yang mendesain semua wahana ini.. ? Bukannya dia kepala bagian accounting... bagaimana dia bisa mendesain wahana yang ada di sini ?” batin Cassia yang syok dan terkejut mendengar ucapan lelaki yang berjalan bersama Niky barusan.


“Tapi kakak Niky bilang dia tak tahu siapa pendesain nya...” batin Cassia lagi yang merasa di bohongi oleh lelaki itu.


“Lalu sebagian desain di sini... apakah menjiplak desain ku ?” batin Cassia lagi saat dia ingat dulu pernah menceritakan rancangan desain terbarunya pada Niky.


Gadis itu menggenggam erat tangannya dengan gemetar setelah mengetahui yang sebenarnya.


“Niky... sudah lewat jam makan siang... kau pergilah istirahat dulu nanti jika aku memerlukan mu lagi aku akan memanggilmu.” ucap Presiden direktur sebelum pergi mengikuti sekretarisnya yang datang menjemputnya.


“Baik bapak presiden direktur...” jawab Niky.


Niky berhenti dan mengeluarkan ponselnya setelah presiden direktur itu meninggalkan dirinya.


“kring... kring... kring...” Niky menelepon nomor Cassia dan tak di angkat.


Niky mengulangi panggilannya dan dia mendengarkan suara dering ponsel milik Cassia yang dihafalnya.


“Aku seperti mendengar suara dering ponsel Cassia di sini...” batinnya lalu berbalik menatap ke belakang dan mendapati Cassia berdiri di sana sambil memegang ponsel di tangannya.


Niky terkejut bukan main saat melihat Cassia di sana dan wajahnya seketika pucat. Dia khawatir jika gadis itu mendengar apa yang diucapkan oleh presiden direktur tadi.


“Cassia... !” panggil Niky menghampiri gadis itu lalu menggenggam tangannya dan mengajak dia berjalan keluar dari keramaian.


Cassia mengikuti Niky berjalan keluar dari keramaian namun di tengah jalan dia melepaskan tangannya dan berhenti tak mengucapkan sepatah kata apapun sambil melihat Niky dengan tatapan marah.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2