
Tak disangka ternyata Cassia menyambut ciuman Niky dan memeluk leher Niky. Karena memang ada rasa di antara mereka dan membuat Niky tak sadar kembali mencium gadis itu di tempat lain.
Niky mencium leher Cassia dan terus menciumnya turun ke bawah hingga dia membuka kancing baju gadis itu dan membuat kissmark di dadanya.
“Aah... kakak...” Cassia mendesah dan membiarkan lelaki itu terus menciumnya.
Niky memegang tangan Cassia dan membaringkan tubuhnya di sofa. Lelaki itu merasakan darahnya bergejolak dan tubuhnya mulai terasa panas. Dia terus mencium Cassia dan terus menggerakkan tangannya membuka baju Cassia.
“Ahh... kakak Niky....” Cassia mendesah di bawah tubuh Niky dan tampak pasrah saat lelaki itu mengambil alih tubuhnya dan membiarkan Niky melakukan apapun padanya.
“deg... deg... deg...” Niky mendengar suara detak jantung Cassia yang berdegup kencang yang membuatnya jantungnya ikut berdegup lebih kencang daripada Cassia.
Tanpa sadar Cassia pun memeluk Niky dan tak sengaja dia pun membuka kancing baju lelaki itu. Dia melihat dada Niky yang bidang dan six-pack membuat nya hilang kendali saat itu juga.
“Aku mencintaimu kakak...” bisik Cassia lirih di telinga Niky dan membuat kissmark di dadanya yang bidang.
“Cassia... aku juga mencintaimu...” balas Niky lalu kembali mencium bibir gadis itu.
Cassia menarik tubuh Niky merapat ke tubuhnya dan memeluk erat dalam keadaan sadar tanpa paksaan.
“Bukankah seharusnya aku orang yang kucintai dan menjaganya ?” suara batin Niky tiba-tiba terlintas dipikirannya dan menyadarkan dirinya. Dia pun segera menarik tubuhnya dan duduk di kursi.
“Cassia... maafkan aku... aku khilaf...” ucap Niky dengan perasaan bersalah pada gadis itu. Dia pun segera mengancingkan kembali kancing bajunya yang terbuka.
Cassia duduk kembali dan ikut mengancingkan bajunya. Gadis itu lalu menatap Nike yang cantik salah tingkah dan menjadi tanggung setelah kejadian barusan.
Cassia memegang tangan Niky yang masih diam dan tak berani berkata-kata lagi.
“Kak... aku tidak marah dan aku bisa memahaminya. Itu berarti kakak benar-benar menyukai ku.” ucapnya sambil tersenyum kecil dan mencoba menenangkan lelaki itu.
“Aku udah bener minta maaf Cassia... aku lepas kendali. Hal ini tak akan terjadi lagi ke depannya...” ucap Niky dengan menyesal dan khawatir jika gadis itu marah padanya.
Mereka berdua pun mencoba untuk bersikap seperti biasanya dan nggak di topik pembicaraan agar keadaan tidak canggung lagi.
__ADS_1
Tiga bulan berikutnya, pembangunan proyek Wonderland sudah 70%. Dua hari sekali Niky pergi ke sana untuk memantau pembangunan wahana yang hampir selesai. Dan sampai saat ini Cassia tidak pernah mengetahuinya jika dirinya bekerja untuk Wonderland yang nantinya akan menjadi pesaing Dream Fantasy.
Suatu siang Niky sedang berada di Wonderland dan memantau pembangunan di sana. Seperti biasa dia berkeliling dari satu wahana ke wahana lain yang ada di sana.
“Ku rasa semuanya sudah seperti desain dan tampak sempurna. Tinggal menunggu hasil akhir dan finishing nya.” gumam nya berdiri di salah satu wahana sambil menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah ke sebuah pilar yang ada di sana.
“Huft....aku lelah dan sebaiknya aku duduk dulu sambil menunggu jam istirahat.” batinnya lagi lalu mencari tempat untuk duduk.
Niky melihat ada sebuah kursi kosong yang biasa dipakai duduk oleh developer dan dia pun duduk di sana.
“Huft...” lelaki itu membuang nafas perlahan setelah meminum satu botol air mineral.
“klontang... !” suara Niky membuang botol kosong pada tempat sampah yang ada di dekatnya.
Lelaki itu menyandarkan tubuhnya sambil melihat ke sekitar dimana para pekerja masih bekerja di tengah teriknya matahari yang menyengat.
“kring... kring... kring...” suara ponsel Niky berdering. Dia pun segera mengambil ponselnya dan mengangkat teleponnya.
“Ya halo Cassia...” jawabnya sambil melirik arloji yang ada di tangan kirinya.
“Ya sayang... sebentar lagi aku akan menyusul mu.” jawab Niky langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke tempat parkir.
“Cepat datang ya kak... nanti keburu dingin.” tambah gadis itu sebelum mengakhiri percakapan mereka.
Niky sudah duduk di maserati putihnya dan langsung melajukan nya menuju ke rumah yang mereka tinggali bersama.
“klik...” Niky sudah sampai di depan rumah dan keluar dari mobil lalu menutup pintunya kembali.
Cassia yang mendengar suara mobil berhenti dan dia segera keluar rumah untuk menyambut kedatangan Niky.
“Kakak... kau sudah datang...” ucap Cassia yang tak sabar ingin segera makan siang bersama dan menarik lelaki itu masuk ke rumah.
“Cassia... kenapa hari ini kau tidak sabaran sekali...” balas Niky yang mengikuti gadis itu masuk ke rumah.
__ADS_1
Mereka berdua duduk berhadapan di ruang makan. Cassia mengambilkan Niky seporsi makanan dan menyodorkannya pada lelaki itu.
“Terima kasih... kau tak perlu seperti itu padaku. Aku bisa mengambilnya sendiri.” balas Niky menerima piring yang diberikan oleh Cassia padanya.
Mereka berdua pun mulai menyantap makanan yang tersaji di depan mereka. Terdengar dengan piring dan sendok yang beradu di tengah-tengah percakapan mereka.
“Kak...bagaimana kerjaan kakak di kantor ?” tanya Cassia pada Niky yang sedang meminum.
“Ya... semuanya lancar, setiap hari aku membaca laporan keuangan yang masuk di email ku.” balas Niky menaruh kembali gelas yang dipegangnya ke meja.
Cassia hanya mengangguk dan tidak bertanya lebih jauh padanya. Gadis itu kembali bercerita dan menceritakan tentang Dream Fantasy pada Niky.
Setelah berulang kali Niky sering melihat Cassia berada di Wonderland dan juga desain yang di bahas nya, dia menyimpulkan jika kasih yang bekerja di sana sebagai Desainer Dream Fantasy.
“Kak... bulan depan wahana baru di Dream Fantasy yang pernah aku ceritakan pada kakak sebelumnya akan selesai. Dan mungkin beberapa minggu setelahnya akan dibuka untuk umum.” ucap gadis itu bercerita.
“Bagaimana hasil akhirnya... aku penasaran ingin melihatnya. Bukankah itu desain mu ?” balas Niky bertanya dengan antusias.
“Semoga saja akan ramai nanti saat grand opening nya. Dan aku sudah mempunyai satu konsep wahana baru lagi nantinya.” jelas Cassia. Dan gadis itu terus bercerita dan menceritakan semua rencana dan hal lainnya pada Niky.
Niky tampak diam dan mendengarkan cerita dari Cassia.
“Aku tak perlu mengorek informasi dan Cassia sudah menceritakan semuanya padaku. Sungguh beruntung sekali aku.” batin Niky yang terus mendengarkan cerita dari Cassia dan merekamnya dalam ingatannya.
“Ya sayang... aku percaya pada pemikiran dan pekerjaan mu.” jawabnya singkat untuk membesarkan hati gadis itu.
Dan mereka berdua menyantap makanan hingga jam istirahat makan siang selesai.
“Aku balik ke kantor dulu...” ucap Niky berdiri dari tempat duduknya setelah selesai makan dan berpamitan pada gadis itu.
“Iya kakak... hati-hati... cepatlah kembali. Aku akan kembali nanti malam.” ucap gadis itu dan Niky mengangguk kemudian berjalan keluar dari rumah dan masuk ke maserati putihnya, meluncur du jalanan.
Di dalam rumah, Cassia merapikan dan membersihkan meja makan. Di tengah jalan menuju ke dapur, dia melihat ada sebuah note yang terjatuh di lantai dan dia mengambilnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....