
Sementara itu Cassia masih belum tidur dan menunggu baterainya terisi penuh sambil berbalik dan berguling di tempat tidur. Satu jam kemudian baterai ponselnya sudah terisi penuh.
Dia segera mencabut ponselnya dari charger dan kembali menelepon Niky.
“tut....” Cassia manekan nomor telepon Niky yang dihafalnya dan menunggu panggilannya tersambung.
Di lain tempat Niky sedang berada di dalam mobil dan mengemudikan maserati putihnya itu keluar dari sebuah hotel.
“kring... kring...kring...”Suara ponsel Niky yang berdering setelah dia menonaktifkan kembali mode silent.
“Siapa lagi ya yang telepon... apa ada yang mengajak ku ke hotel lagi ? Aku malas dan tidak mood saat ini... ” batinnya setelah mendengar ponselnya berdering.
Lelaki itu merogoh saku bajunya dan mengeluarkan ponselnya dari sana.
“klik...” Niky menekan tombol terima.
Di lain tempat Cassia tampak tersenyum lebar mendengar suara teleponnya yang sudah tersambung.
“Akhirnya setelah berulangkali menelepon... diangkat juga...” batinnya dengan wajah yang ceria.
“Halo... kakak Niky...” ucap gadis itu sambil berdebar menunggu jawaban dari Niky.
“Cassia... ada apa...” jawabnya sambil memelankan laju mobilnya.
“Kak... aku berulang kali menelepon dan baru kau angkat. Apa kakak marah pada ku karena siang tadi... ? Aku bisa jelaskan semuanya... lelaki tadi bukanlah kekasihku dia adalah designer Dream Fantasy... dan kami hanya membahas masalah pekerjaan. Itu saja, tak ada lagi lainnya.” jelas gadis itu panjang lebar menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.
Niky menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan karena merasa lega mendengar penjelasan dari gadis itu. Dan dia pun tersenyum kecil karena itu.
“Jadi... aku salah mengira lelaki itu adalah kekasihnya... dan faktanya dia belum punya kekasih...” batinnya semakin senang setelah menyimpulkannya sendiri.
Cassia kembali mengulang perkataannya karena tak ada respon dari lelaki yang di teleponnya.
“Kak... kakak Niky apa masih di sana dan mendengar suaraku... ?” tanya gadis itu.
“Ehm... ya... Cassia...kau jalan dengan siapa saja aku tak masalah. Kau belum tidur jam segini... ?” jawabnya yang sudah melunak dan tidak marah lagi pada gadis itu sambil menyembunyikan rasa cemburu nya.
__ADS_1
“Kenapa kakak Niky terkesan datar merespon ku.... tidak sama seperti siang tadi yang tampak marah padaku...” batinnya mendengar jawaban Niky yang tak sesuai dengan harapannya.
“Cassia sudah dulu ya... maaf aku masih di jalan. Nanti saja kita sambung lagi...” jawab Niky kemudian mengakhiri panggilan karena tak ingin kehilangan konsentrasi saat berkendara.
“Kak... tunggu...” ucap Cassia yang masih belum selesai bicara namun Niky sudah menutup teleponnya.
“Yah.... ya sudahlah tak apa. Memang berbahaya juga telepon saat berkendara.” ucap gadis itu lalu bener teleponnya kami aja dan berbaring di tempat tidur.
Cassia sebenarnya merasa aneh Kenapa Niky masih berada di jalanan di waktu malam seperti ini.
Keesokan harinya Niky berangkat kerja seperti biasa. Dia Naruto tasnya kemeja sebelum duduk di kursinya. Lelaki itu menyandarkan bahunya ke tempat duduknya sambil teringat pada ucapan salah satu customernya.
“Apa benar aku jatuh cinta pada gadis itu... tapi aku... tak boleh jatuh cinta sampai misi ku tuntas.” batinnya yang kembali teringat pada Cassia.
“ah sudahlah... tak ada waktu untuk urusan cinta dalam hidupku saat ini. Sekarang lebih baik aku kembali fokus pada pekerjaan ku.” batinnya duduk tegak lalu menatap layar laptop dan menyalakannya.
“klik....” Niky menggerakkan mouse-nya dan mengecek laporan yang masuk ke emailnya.
Hari semakin siang dan mendekati jam istirahat. Niky yang merasa lelah setelah memeriksa banyak laporan keuangan yang masuk padanya, menghentikan pekerjaannya dan menatap arloji di tangan kirinya.
“Sudah jam makan siang rupanya...” gumamnya lalu mematikan laptopnya dan berdiri dari tempat duduknya.
“broom...” Seperti biasa... Niky melajukan mobilnya menuju ke rumah makan seafood.
Dia berapa masuk ke rumah makan itu setelah memarkirkan mobilnya. Dia duduk menunggu pesanannya datang setelah memesannya pada waiter rumah makan itu.
“Oh ya... apa Cassia ada di Dream Fantasy sekarang... aku akan mengajaknya makan siang di sini.” gumamnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan menghubungi gadis itu.
Belum sempat dia menghubungi Cassia, tiba-tiba ada seseorang dari belakang yang menepuk bahunya.
“Ya....” Niky menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang menepuk bahunya.
“Cindy... ?” ucap Niky saat menatap wanita yang merupakan customer-nya yang berdiri di belakangnya.
Cindy tersenyum dan langsung duduk di samping Niky. Karena sering menjadi pelanggannya mereka berdua pun tampak akrab.
__ADS_1
“Kau makan di sini...apa kau kerja di sekitar sini... ?” tanya wanita itu sambil menggeser duduknya mendekat.
“Ya... kau tahu sendiri aku suka wisata kuliner meskipun tempat yang harus ku datangi tidak dekat dengan tempat kerjaku.” jawabnya menanggapi wanita itu. Mereka berdua kemudian bercakap-cakap yang membuat Niky lupa mau menelepon Cassia.
Di lain tempat, Cassia ada di Dream Fantasy bersama Bram mendiskusikan desain warna baru yang masih dalam tahap pembangunan.
Beberapa kali gadis Itu tampak melihat arloji yang berada di tangan kanannya dan sabar menunggu jam istirahat makan siang.
“Sekarang sudah jam 12.00... sudah saatnya keluar dari sini dan pergi ke rumah makan seafood, mungkin saja Kakak Niky ada di sana.” batinnya yang tampak senang setelah melihat arlojinya.
“Bram... kita istirahat dulu sebentar nanti kita sambung lagi.” ucapnya lalu pergi meninggalkan lelaki itu begitu saja dan berjalan cepat keluar dari Dream Fantasy menuju ke rumah makan seafood.
Entah kenapa kali ini dia tak ingin menelepon lelaki itu dan feeling-nya kuat mengatakan jika Niky ada di sana saat ini.
“tap...tap...tap...” suara langkah kaki Cassia memasuki rumah makan.
Setibanya di sana gadis itu tidak langsung memesan menu makanan, namun malah menatap ke sekitar untuk mencari keberadaan Niky.
“Ah... itu dia Kakak Niky...” ucapnya lirih setelah menemukan lagi itu duduk di dekat wastafel. Dia sengaja tak memanggil ya dan langsung mendekatinya dengan maksud memberinya kejutan. Namun bukannya dia membuat surprise, malah gadis itu yang terkejut.
“Kakak Niky...” panggilnya setelah berada tepat di belakang lelaki itu. Dia melihat Niky bersama seorang wanita dan mereka terlihat akrab.
Niky menoleh kebelakang karena mendengar suara yang familiar baginya dan sangat di hafal nya.
“Cassia...” ucapnya kaget dan tak menyangka gadis itu sudah ada di sana meski dia belum meneleponnya. Niky segera menarik tangannya dari tangan Cindy yang barusan memegangnya agar gadis itu tak salah paham padanya.
Seketika tubuh Cassia gemetar melihat pemandangan yang tak diinginkan itu di depan matanya.
“Tidak... kenapa dia bersama wanita lain... apa dia sengaja membalas perbuatan ku kemarin ?” batinnya tak bisa berucap karena menahan bibirnya yang gemetar.
Tanpa sepatah kata yang keluar dari bibirnya, gadis itu pun berbalik dan berlari keluar dari rumah makan seafood dengan mata yang berkaca-kaca.
BERSAMBUNG....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Maaf pembaca semua beberapa hari ini kisah ini hanya tayang 1 eps. Hal itu di karenakan penulis sedang mudik dan baru kembali. Mulai hari ini akan kembi tayang 2 eps per hari seperti biasanya, namun jam acak.
Selamat idul fitri... Maaf lahir dan batin 🙏🙏