Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 33 Bisnis Wardana


__ADS_3

Niky berjalan ke tempat pembelian tiket yang ada di depan pintu masuk gerbang wahana. Dia mengeluarkan sejumlah uang setelah menerima tiket yang dibelinya.


Lelaki itu kemudian berhenti tepat di gerbang wahana bertuliskan "Dream Fantasy" pada papan yang terbuat dari kayu dengan huruf timbul.


“Seperti apa ya wahana Dream Fantasy ini...” batinnya lalu berjalan masuk untuk melihat-lihat berbagai jenis wahana yang di tawarkan di sana.


Meskipun masih siang hari tampak wahana itu ramai dan dipadati oleh pengunjung dari berbagai usia serta terdengar sorak sorai di sana.


“Argh... !” teriak salah satu pengunjung, seorang remaja perempuan yang memejamkan mata saat menaiki roller coaster yang saat itu sedang berputar cepat di rel dan membawanya masuk ke suatu terowongan.


Niky berjalan menuju ke roller coaster itu dan berdiri di depannya untuk mengamati.


“Jadi seperti ini konsep wahana ini..” gumam Niky saat melihat wahana di depannya yang menekankan segmentasi pada anak muda untuk menarik pengunjung di sana.


Niky kembali berjalan dan melihat beberapa wahana lainnya yang juga tampak ramai dan banyak orang rela berdiri untuk mengantri.


“Rumah seram... apa ini semacam....” gumam Niky saat berhenti di depan suatu wahana di mana di samping kanan dan kiri pintu masuk rumah berhantu itu terdapat manekin yang di desain sedemikian rupa menyerupai vampir dan jenis beberapa hantu lainnya.


“Kya.... !!” terdengar lagi jeritan dari para pengunjung yang masuk ke wahana itu yang tampak ketakutan dengan efek lampu yang menyala dan mati seketika di tambah dengan penampakan manusia berlumuran darah yang tampak nyata dan menambah suasana semakin mencekam.


Niky hanya berdiri saja dan tak masuk ke wahana itu. Karena dari luar dia saya bisa menyimpulkan apa yang ada di dalam sana.


“Yah....i think I can do more than this. Aku bisa membuat rumah hantu yang lima kali lebih seram daripada ini.” batin Niky setelah berpikir dan mendapatkan ide cemerlang yang bisa mengungguli rumah hantu di wahana itu.


Dua orang gadis keluar dari rumah hantu itu dengan berlari dan berkeringat dingin.


“Gila rumah hantu ini seperti nyata sungguhan... aku sampai gemetar dan sedikit kencing di celana karena ketakutan.” ujar salah satu gadis pada temannya.


“Ihh... jorok sekali kau. Tapi aku juga takut sebenarnya...” jawab gadis lainnya yang berlalu melewati Niky dan dia sempat mendengar percakapan dua orang gadis itu.


“Sepertinya konsep dari wahana ini memang bagus juga up to date. Tak heran banyak pengunjungnya.” gumam Niky yang juga ikut mengagumi wahana itu.

__ADS_1


Niky kembali berjalan dan melihat beberapa wahana lainnya yang ada di sana. Di manapun dia berhenti di suatu wahana pasti di sana selalu ramai. Dia melihat sampai ke ujung sampai dia merasa sedikit kelelahan setelah berjalan jauh.


“Aku merasa haus sekarang.” gumamnya yang merasa tenggorokannya kering lalu menatap ke sekitar apakah di tempat itu ada yang menjual minuman.


“Itu dia yang ku cari...” Niky melihat ada beberapa kios berjajar di bagian utara dan dia segera berjalan ke sana.


Lelaki itu melihat ada kios yang menjual minuman soda dan ternyata ramai sekali, dan membuatnya harus mengantri.


“Sial... mau minum saja di sini harus antri... sudahlah tak masalah.” umpat Niky yang merasa kesal karena harus mengantri untuk membeli soft drink saja, meskipun begitu dia tampak sabar menunggu dalam antrian.


Setelah beberapa saat kemudian para pembeli yang berbaris di depannya sudah keluar dari barisan antrian membawa beberapa kaleng soft drink dan sekarang adalah giliran Niky.


“Maaf tuan... minuman di kios kami sudah habis sekarang.” ucap penjual di kios itu pada Niky.


“Apa... ??!” ucap Niky yang tampak kesal sekali Setelah lama mengantri tak mendapatkan apapun dan harus keluar dari antrian dengan tangan kosong.


Dia menoleh ke samping kiri dan kanan pada Kios di samping tempat dia mengantri tadi dan ternyata penjual di kios itu sudah memasang plat "sold out"


“Apa... ?? Kios lainnya yang ada di sini juga habis semua...” gumam Niky yang bengong menatap dengan mata kosong lalu berjalan dengan lemas untuk mencari kios lain yang menyediakan minuman.


Gadis itu terlihat merasa kasihan pada Niky sambil melihat beberapa kaleng soft drink yang di pegang nya.


“Hey tunggu... !” ucap seorang gadis memanggil Niky.


Niky berhenti dan berbalik mendengar seseorang memanggilnya. Ada seorang gadis cantik yang tidak di kenalnya berhenti di depannya.


“Permisi apa kau kehabisan minuman ?” tanya gadis cantik berambut panjang berusia sekitar 21 tahunan menyodorkan dua botol soft drink padanya.


“Ya... tapi... bukannya kau juga membutuhkannya ?” jawab Niky pada gadis di hadapannya itu.


“Tak apa... aku masih ada empat botol soft drink lagi...” jawab gadis itu sambil tersenyum.

__ADS_1


“Baiklah aku akan menerimanya. Berapa aku harus menggantinya ?” tanya Niky setelah meminum dua botol soft drink pemberian gadis cantik tadi.


“Tak usah... bawa saja...” jawab gadis itu menolak saat melihat Niky mengeluarkan dompet dari balik saku bajunya.


Belum sempat dia berterima kasih pada gadis itu dan menanyakan siapa nama nya gadis itu segera pergi dari hadapannya.


“Cassia... ayo cepat... !!” panggil seorang gadis memanggil gadis yang memberikan soft drink pada Niky. Dan gadis itu pun segera berlari sebelum temannya itu meninggalkan dirinya pergi ke wahana lain.


“Hey... terima kasih... !” teriak Niky pada gadis tadi. Gadis tadi hanya berbalik menatapnya dan tersenyum padanya sambil mengangguk lalu kembali berjalan dengan temannya.


“klontang.... !” Niky membuang dua botol soft drink yang sudah habis diminumnya ke tempat sampah. Dia kemudian duduk di sebuah kursi yang ada di sana dimana di samping nya banyak orang yang berlalu Lalang melewatinya.


Dalam diam Niky kembali melihat ke sekitar dan mendapati banyak wahana di sana yang masih ramai dipadati oleh pengunjung.


“Siapa sebenarnya pemilik wahana Dream Fantasy ini...” batin Niky penasaran pada orang yang mempunyai ide brilian dan konsep yang pas proyek wahana yang sedang dikunjungi saat ini.


Seorang lelaki bersama temannya memakai setelan jas melewati Niky dan berbicara.


“Memang tuan Wardana punya segudang ide brilian. Setelah dia sukses dalam bisnis perhotelan, elektronik, kini dia sukses merambah bisnis hiburan. Terlihat wahana miliknya ini yang ramai pesat oleh pengunjung.” ucap seorang lelaki pada temannya.


“Ya ada baiknya kita coba beberapa wahananya sekarang mumpung di kantor tak ada kerjaan...” jawab seorang lelaki lalu berjalan menuju ke salah satu Wahana bersama temannya.


“Apa... jadi wahana ini milik Wardana bajingan itu ?!” gumam Niky yang tampak kesal setelah mendengar percakapan dua orang yang lewat di depannya tadi.


“Aku koreksi ucapan ku tadi. Tempat ini benar-benar jelek dan tidak bermutu sama sekali. Lihat saja aku akan membuat tempat ini sepi !!!” ucap Niky sambil mengepalkan tangannya erat kemudian keluar dari mana itu dengan cepat dan masuk ke maserati putihnya.


Sementara itu di lain tempat tampak seorang lelaki masuk ke Wahana Dream Fantasy dan berbicara pada gadis yang tadi di temui Niky.


“Nona Cassia... ayo kita pulang Tuan Wardana sudah menunggu di belakang.” ucap lelaki yang merupakan sopir.


Cassia yang sedang berada di sebuah Wahana bersama temannya segera keluar setelah sopir pribadinya menjemput.

__ADS_1


“Diva... aku pulang dulu... ayah ku sudah menjemput ku.” ucap gadis itu pamitan pada temannya lalu berjalan bersama sopirnya keluar dari wahana.


BERSAMBUNG...


__ADS_2