
Beberapa hari kemudian Niky tampak sibuk di depan monitor nya. Lelaki itu menumpahkan semua ide yang ada di otaknya pada meja kerja desain yang saat ini sedang digarapnya.
“Aku harus menyelesaikan desain nya hari ini juga karena aku ingin menunjukkannya pada direktur accounting.” gumam Niky yang beralih mengerjakan desain konsep terbarunya.
Lelaki itu meski bukan lulusan dari desain namun sedikit-sedikit dia bisa ilmu desain yang di pelajarinya saat di luar negeri. Niky menggambar desain untuk wahana yang rencananya akan dia ajukan untuk menyaingi Dream Fantasy.
“Huft....” Sesekali lelaki itu berhenti menggambar desain dan berpindah menatap laptopnya.
“klik... klik....”
Niky menggerakkan mouse nya dan menjelajahi internet mencari informasi tentang berbagai wahana yang saat ini sedang ramai di luar negeri dan mengumpulkan informasi terkini.
Dia membaca artikel terkait tentang wahana populer di luar negeri juga dan mendownload banyak gambar yang berhubungan dengan hal itu.
“Hmm...” Niky kembali mengerutkan dahi setelah membaca artikel dan melihat desain yang telah dia gambar.
“Bagaimana jika digabungkan... Bukankah hasilnya akan lebih fantastis... ?” batinnya sambil menusukkan pena ke dagunya saat berpikir.
“Ya benar...” gumam Niky lirih lalu mengganti di sana yang tadi di gambarnya dengan desain baru yang merupakan perpaduan dari idenya dan juga konsep dia dapatkan dari internet.
beberapa jam kemudian tepat satu jam sebelum jam istirahat, Niky bahasa menyelesaikan desainnya.
“Akhirnya... aku selesai juga mendesain.” ucap Niky lalu mencetak hasil desain nya dan menutup meja kerjanya.
Niky menata desain yang sudah selesai dia cetak ke sebuah stopmap. Dia kemudian mengangkat gagang telepon ada di mejanya dan mereka nomor ekstensi director accounting.
Di ruangan direktur accounting tampak Sherli sedang mengaudit beberapa laporan yang masuk sebelum dia menyerahkan laporan itu pada presiden direktur.
Wanita itu juga memeriksa laporan yang dikirim oleh lembaga lain mengenai proyek Wonderland.
“Sudah beberapa waktu Niky tidak menelepon dan memberikan kabar ku menyangkut proyek Wonderland. Apa yang dilakukan lelaki itu sekarang ?” batin wanita itu yang jadi teringat pada Niky setelah memeriksa laporan proyek Wonderland.
“Kring... kring....” suara telepon yang berdering di meja direktur accounting. Wanita itu tampak terkejut mendengar dering telepon yang melengking di tengah kesibukannya.
__ADS_1
“Ah.... mengagetkanku saja...” gumam wanita itu lalu segera mengangkat gagang teleponnya.
“Siang Bu Sherli... maaf mengganggu waktu Ibu sebentar, ada hal penting yang ingin ku sampaikan mengenai proyek Wonderland.” ucap Niky sambil duduk tegap di kursinya
“Kebetulan sekali aku memang menunggu laporan dari mu...” jawab Sherli memutar kursinya menghadap telepon dan menaruh beberapa berkas yang harus ditandatanganinya.
“Begini Bu Sherli... Dream Fantasy beberapa waktu ke depan akan menambah satu wahana dan aku punya desain untuk mengungguli wahana baru Dream Fantasy yang akan diluncurkan.” ucap Niky menjelaskan.
Wanita itu coba tersenyum lebar mendengar penjelasan dari Niky.
“Coba kau tunjukkan desainnya padaku.”
“Baik... aku akan membawa desainnya dan menunjukkan pada ibu sekarang juga.” jawab Niky kemudian mengakhiri panggilan.
Niky berdiri dari tempat duduknya dan mengambil beberapa desain yang sudah dicetak nya tadi lalu keluar dari ruangan dan menuju ke ruang direktur accounting.
“tok... tok...” Niky mengetuk pintu telah tiba di depan ruangan direktur accounting.
“Ya masuklah Niky...”
“Ini desain nya bu bisa dilihat dulu.” ucap Niky sambil menyerahkan desain yang dibawanya.
“Duduklah dulu...” jawab Sherli sambil menerima desainnya.
Niky duduk di kursi yang ada di depan meja wanita itu. Sementara Sherli melihat desain yang diberikan oleh Niky padanya dan tampak serius melihat desain itu satu persatu.
“Niky... aku suka dengan desain mu tapi bukan aku yang memutuskannya. Aku akan mengirimkan desain mu ini pada bapak presiden direktur perusahaan ini. Semoga saja dia suka pada desain mu dan mau merealisasikannya.” ucap Sherli setelah selesai melihat desain yang diberikan oleh Niky dan meletakkannya ke meja.
“Oh ya Niky... bagaimana kau bisa tahu konsep Dream Fantasy yang masih di gagas ?” tanya Sherli yang merasa heran dari mana lelaki itu mendapatkan informasi rahasia seperti itu.
“Mengenai itu...aku beberapa kali sering ke Dream Fantasy untuk melakukan penyelidikan dan bertanya pada koresponden Dream Fantasy secara acak.” jawab Niky singkat dan tak menjelaskan detailnya pada wanita itu.
“Baiklah Niky... jika tak ada lagi yang perlu dibicarakan kau beri pergi.” ucap Sherli mengambil kembali desain dari Niky dan memasukkan dalam stop map.
__ADS_1
Niky pun berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruangan itu kembali ke ruang kerjanya.
“Aku benar-benar kagum padamu Niky. Kerja mu memuaskan bahkan kau sampai bisa mendapatkan informasi rahasia dari Dream Fantasy...” batin Sherli menatap punggung Niky yang keluar dari rumahnya dengan rasa bangga.
“Ah... ya... aku harus segera menunjukkan desain ini pada presiden direktur.” ucapnya lagi saat melihat desain Niky di mejanya.
“klik...” Sherli membuka jadwal presiden direktur yang beberapa waktu lalu dia minta dari sekretaris presiden direktur, untuk melihat jadwalnya hari ini.
“Sepertinya sekarang bapak presiden direktur sedang senggang. Lebih baik aku penemunya secara langsung daripada memberitahunya melalui telepon.” gumamnya.
Sherli berdiri dan membawa desain dari Niky lalu keluar dari ruangannya dan menuju ke ruangan presiden direktur.
“tok... tok...” Sherli mengetuk pintu ruangan presiden direktur setelah tiba di sana.
“Ya... masuk...” jawab Presiden direktur yang kebetulan saat itu ada di ruangan.
Sherli segera masuk dan menemui presiden direktur karena sangat susah sekali menemui orang sibuk nomor satu itu.
“Serli... ada hal penting apa yang mau kau laporkan padaku ?” tanya president Direktur setelah melihat wanita itu masuk ke ruangannya dan mempersilakannya duduk.
Wanita itu duduk dan menyodorkan desain yang diberikan oleh Niky pada lelaki itu.
“Bapak presiden direktur ini adalah desain untuk proyek Wonderland dan desain ini di buat setelah Dream Fantasy akan meluncurkan wahana baru.” jelas Sherli.
Presiden direktur menerima desain yang diberikan oleh Sherli padanya. Raut mukanya seketika berubah antusias dengan mendengar wanita itu menyebutkan Dream Fantasy. Lelaki itu melihat desain tadi dan beberapa saat setelah nya tampak mereka berdua berdiskusi.
Sementara itu di lain tempat, di Dream Fantasy sedang dilakukan pembangunan wahana baru setelah desain dan konsep dari Cassia di terima.
Kembali pada Niky yang sedang keluar kantor saat jam pulang. Dia meluncur di jalanan dan di tengah jalan dia teringat pada rumah utamanya peninggalan ayahnya. Entah kenapa tiba-tiba dia merasa rindu sekali pada rumah yang sekarang menjadi puing-puing dan juga sudah lama dia tidak mengunjungi makam ayahnya.
“Kurasa jika aku mengendarai dengan cepat aku masih bisa ke makam ayah dan kembali pulang ke rumah sebelum malam.” gumam Niky melihat jam tangannya.
Lelaki itu kemudian mempercepat laju mobilnya menuju ke tempat asalnya untuk mengunjungi makam ayahnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...