Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 83 Terungkapnya Pekerjaan Niky


__ADS_3

Tiga hari berlalu dan hari ini merupakan grand opening Wonderland. Semua staf tampak sibuk dan sudah berada di wahana itu dari jam 05.00 pagi.


Semua crew sudah siap dan standby di posisi masing-masing. Di bagian tiket para staf sudah bersiap dengan tumpukan tiket yang siap untuk di jual.


Bagian keamanan yang menjaga tempat itu juga sudah tampak standby di posisinya untuk mengantisipasi jika jumlah pengunjung akan membludak di awal pembukaan.


Para joki tiap wahana juga sudah tampak standby di posisi mereka masing-masing.


Satu jam berikutnya datanglah sebuah mobil mewah dan dari dalamnya turunlah Presiden Direktur.


“tap.... tap... tap...” presiden direktur berjalan memasuki Wonderland diiringi oleh banyak staf yang mengikutinya dari berbagai departemen untuk membuka acara peresmian Wonderland.


Sesampainya di dalam presiden direktur memberikan sambutan dan ucapan terima kasih pada semua staf yang selama ini sudah mendukung proyek Wonderland.


“krik...” seseorang datang membawakan gunting dan menyerahkannya pada presiden direktur dan lelaki itu menggunting pita merah yang ada di salah satu wahana sebagai tanda Wonderland resmi dibuka.


Seseorang datang menghampiri presiden direktur dan mengambil kembali gunting yang tadi di pakai oleh Presiden Direktur.


Selesai memberi sambutan, presiden direktur memberikan izin pada semua jurnalis dan pers yang ada di luar Wahana dan membelikan mereka untuk meliput Wonderland.


“cekrek....cekrek...” para wartawan yang sudah mendapat izin untuk meliput segera masuk ke lokasi untuk mengambil foto dan meliputnya.


Dua jam kemudian setelah para wartawan selesai meliput berita dan mewawancarai presiden direktur Wonderland, wahana itu resmi dibuka.


“Untung saja hari ini jam kosong, jadi kita bisa ke sini...” ucap seorang gadis pada beberapa temannya yang berada di tempat penjualan tiket masuk.


“Aku penasaran seperti apa wahananya di dalam ?” ucap gadis lain menyambung perkataan temannya.


“Ayo cepat maju...dan segera keluar setelah membeli tiket. Lihat di belakang antrian masih panjang.” ucap salah satu pengunjung pada pengunjung lain yang ada di depannya dan merasa tak sabar karena lama mengantri.


Beberapa staf bagian lapangan keluar masuk wahana untuk memantau situasi di sana dan membantu bagian lain yang mungkin kesulitan.


Seorang staf mengamati dari kejauhan jika petugas yang berada di loket tampak kewalahan dengan antrian yang begitu panjang.


Lelaki itu mengeluarkan handy talky yang dibawanya.

__ADS_1


“Tim B butuh bantuan... kirim dua orang tambahan ke sini.” ucap lelaki tadi meminta bantuan pada staf lain.


“Bantuan masuk...” balas staf lain.


Tak berapa lama kemudian datang seorang wanita yang menuju ke bagian loket dan membuka dua loket lagi yang memang sudah disiapkan sebelumnya jika jumlah pengunjung ramai.


“Silahkan lainnya bisa ke sini...” ucap salah satu petugas loket pada para pengunjung yang ada di sana.


Dan sontak saja para pengunjung yang terjebak dalam antrian panjang itu segera pindah ke loket di sebelahnya.


“Kita tak perlu antri lama disini seperti di Dream Fantasy.” celetuk salah satu pengunjung pada pengunjung lainnya yang merasa lega karena tak perlu antre berjam-jam.


Namun meskipun personil petugas loket sudah di tambah, namun jumlah pengunjung yang datang semakin bertambah banyak. Sampai siang hari Wonderland sudah menjual lima ratus ribu tiket bahkan para staf sampai menyiapkan ribuan tiket tambahan di Opening kali ini.


Di dalam Wonderland tampak semua wahana yang ada di sana di serbu dan dipadati oleh para pengunjung dari berbagai jenis usia dan dari berbagai kalangan.


“Kenapa lama sekali durasi untuk wahana ini... padahal aku ingin segera menaiki nya.” ucap salah satu pengunjung yang berdiri di depan salah satu wahana yang tampak penuh dan mendengar suara teriakan para pengunjung yang menaiki wahana itu.


Di lain tempat di Dream Fantasy. Di sana hari ini terlihat lebih sepi dari hari-hari biasanya. Para pengunjung yang biasanya berjubel di berbagai wahana kini terlihat berkurang setengahnya.


“ckiit.... !” Niky menghentikan mobilnya setelah tiba di Dream Fantasy.


Dia berjalan masuk ke dalam, di tengah jalan Cassia yang sudah menunggunya di sebuah wahana langsung menggamit lengan Niky begitu melihat lelaki itu.


“Kakak... lama sekali...” ucap Cassia berjalan di samping Niky


“Kau sudah lapar sekali ya... ayo kita makan siang dulu kalau begitu.” balas Niky mengajak gadis itu untuk keluar mencari makan.


Niky melihat ke sekitar dan mendapati hampir seluruh wahana yang ada di sana saat ini terlihat banyak berkurang pengunjungnya.


“Jadi Dream Fantasy mulai berkurang pengunjungnya sekarang. Mungkin beberapa waktu lagi akan sepi tempat ini. Wardana kau lihat saja nanti... aku ingin melihatmu jatuh.” batin Niky yang merasa puas dengan hasil kerjanya dan membuat Dream Fantasy mulai merasakan dampaknya.


“Bukan begitu... entah kenapa sebabnya di sini tiba-tiba sedikit sepi dan aku jadi tak sabar ingin bertemu dengan kakak karena tak ada yang ku kerjakan di sini.” jawab Cassia yang terlihat agak sedih menata beberapa wahana yang biasanya ramai.


“Sudahlah yang penting kita makan dulu...” ajak Niky untuk menghibur kekasihnya.

__ADS_1


Mereka berdua keluar dari Dream Fantasy lalu berjalan kaki menuju ke rumah makan seafood.


Di tengah makan, ponsel Niky terus berdering.


“kring... kring...”


"Ya halo bu Sherli...” ucap Niky saat menerima telepon dari direktur accounting sambil meletakkan kan sendok yang dipegangnya.


“Kau ada dimana... aku tak melihat mu. Bapak presiden direktur mengajakmu makan siang bersama karena grand opening Wonderland pagi ini sukses.” ucap wanita itu.


“Maaf bu Sherli, aku sedang makan siang di luar dan tak bisa mengikuti acara itu.” balas Niky.


“Hmm... baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi di Wonderland.” balas Sherli kemudian mengakhiri panggilan.


Niky menaruh kembali ponselnya ke dalam saku baju. Baru saja dia memakan sesuap, ponselnya kembali berdering.


“kring... kring...” Niky menarik nafas panjang dan mengeluarkan kembali ponselnya lalu mengangkatnya.


“Halo Niky... para staf accounting sudah menunggu mu untuk makan siang bersama di cafetaria Wonderland. Kau cepatlah kesini.” ucap Joey dari telepon.


Niky melihat Cassia yang masih makan dan tak memperhatikan dirinya bertelepon.


“Joey... maaf aku tak bisa ikut acara makan siang di cafetaria Wonderland. Kau tahu aku sedang makan siang bersama...” jawab Niky menolak secara halus.


“Yah baiklah kalau begitu... aku tahu kau pasti sedang bersama kekasih mu saat ini. Oke...” jawab Joey dan mengakhiri panggilan.


Niky kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku bajunya setelah selesai bertelepon.


Tanpa Niky ketahui sedari tadi meskipun Cassia tidak memperhatikan dirinya yang sedang bertelepon tapi gadis itu bisa mendengarnya dengan jelas.


“Sedari tadi para penelepon itu membahas tentang Wonderland. Sedangkan di rumah aku juga pernah menemukan buku saku yang juga bertuliskan Wonderland. Apa hubungannya itu dengan kakak Niky... ?” batin Cassia setelah mendengar dengan jelas semua percakapan mereka.


“Kak... apa kakak bekerja di Wonderland ?” tanya Cassia yang membuat Niky tersedak saat mendengar pertanyaan darinya.


Cassia diam menunggu jawaban Niky. Sedangan Niky masih yang masih kaget mencoba menenangkan dirinya sambil mengambil tisu dan mengusap bibirnya setelah tersedak.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2