Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 138 Baku Hantam


__ADS_3

Wardana dari kejauhan tidak melihat dengan jelas siapa lelaki yang diajak Cassia. Dia mempercepat langkahnya agar segera sampai di sana untuk melihat lelaki yang dia tugas sebagai kekasih putrinya.


Sementara itu Cassia semakin cemas. Dia menggenggam erat tangan Niky.


“Kakak... ayahku datang. Bagaimana ini... ?”ucap Cassia menarik langan Niky.


“Kenapa sayang...”jawab Niky mencoba tenang meskipun sebenarnya dia sendiri gelisah.


“Ayahku... dia orangnya keras. Aku takut dia akan berucap kasar pada kakak...”balas Cassia semakin gelisah sementara ayahnya semakin dekat.


“Sayang... aku memang ingin bertemu dengan ayah mu. Aku akan menghadapinya apa pun yang terjadi nanti.”jawab Niky dengan yakin dan mantap Cassia.


Wardana akhirnya tiba di depan mereka berdua. Apa yang dibayangkan dan diharapkan sebelumnya karena sudah saat melihat putrinya bersama dengan sosok lelaki yang dikenalnya dan juga dibencinya.


“Kau... bocah tengik itu rupanya !”ucap Wardana menatap Niky dengan tatapan kebencian.


Cassia menoleh pada Niky karena apa yang dipikirkannya terjadi juga dan ayah nya mengeluarkan kata-kata kasar pada Niky.


“Kakak...”ucap Cassia lirih.


Niky balas menatap Cassia dan tak mengucapkan sepatah kata pun lalu kembali menatap Wardana.


“Kau... beraninya kau mendekati putriku ?!” bentak Wardana dan berjalan lebih mendekat.


“Ayah... jangan berkata begitu kakak Niky... dialah lelaki yang ku pilih. Aku harap Ayah bisa menghargainya.”ucap Cassia yang tidak terima pada perlakuan ayahnya terhadap Niky.


Wardana semakin murka mendengar perkataan Cassia yang mengungkapkan secara langsung padanya jika Niky adalah kekasihnya.


“Cassia ayah tidak suka kau menjadi hubungan dengan lelaki itu.”ucap Wardana lagi lalu menghampiri Cassia dan menariknya agar menjauh dari Niky.


“Ayah... kakak Niky lelaki yang baik. Kenapa ayah memintaku menjauhinya ?”ucap Cassia berusaha melepaskan tangan ayahnya namun Wardana menariknya dengan kuat sehingga dia melepaskan tangan Niky.


“Cassia... selama ini kau menurut pada Ayah. Baru kali ini kau tidak mendengar perkataan ayah. Lelaki ini membawa pengaruh buruk padamu !”ucap Wardana membawa Cassia ke sisinya.

__ADS_1


“Tidak ayah... aku tidak mau menjauh darinya.”balas Cassia sambil menatap Niky dan berusaha kembali ke sisinya, namun Wardana menghalanginya.


Niky diam saja dan mendengarkan semua ocehan Wardana sambil menahan amarahnya.


“Cassia apa kau tahu siapa penyebab kepala ayah bocah beberapa waktu yang lalu ?”tanya Wardana menatap Cassia.


“Dialah yang memukuli ayahmu ini ! Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan dia ?!” ucapnya sambil menunjuk ke arah Niky.


Niky maju salam Wardana menudingkan jarinya padanya. Dia pun mengungkap semua aib Wardana di depan Cassia.


“Cassia... apa kau tahu jika ayahmu adalah seorang pembunuh ? Dialah orang yang membunuh ayahku dan membakar rumahku serta mengambil alih semua bisnisnya !!!”ucap Niky dengan lantang sambil mengepalkan tangannya.


Wardana tak ingin kejahatan yang terungkap di depan putrinya dan membuat hal itu menjadi penyebab kebencian Cassia padanya.


“Omong kosong apa itu ? Beraninya kau bicara tanpa bukti !”bentak Wardana menyangkal semua perbuatannya.


“Baiklah jika kau tidak mau mengakui semua kejahatan mu. Maka terimalah ini !” bentak Niky marah.


“Kakak hentikan.... !”teriak Cassia menghampiri Niky dan memintanya untuk berhenti, namun Niky hanya menatapnya saja.


Wardana pun mengangkat tangannya dan seketika semua anak buahnya yang ada di sana keluar.


Tujuh orang bodyguard datang menghampiri Niky dan mulai mengeroyoknya.


“bak... buk... bak...” terjadi baku hantam dan saling pukul antara Niky dan body guard Wardana.


Niky menendang ketujuh orang itu dan membuat mereka jatuh terjengkang.


“Sialan... !”ucap salah satu bodyguard Wardana. Ke tujuh orang itu kemudian berdiri dan kembali mengepung Niky.


Satu orang lagi menyerang dari belakang dan menendang Niky dengan keras yang membuatnya jatuh tersungkur.


Saat dia berdiri satu lelaki lain memegang tubuhnya dan kelima orang lainnya langsung merayakannya dan memukulinya dengan membabi buta.

__ADS_1


“Buk... !”Niky masih berusaha melawan dengan menendang mereka. Namun dia tak bisa berkutik dalam keadaan seperti itu.


Cassia yang melihat Niky dipukuli hingga babak belur berlari menghampiri bodyguard ayahnya.


“Hentikan.... kalian semua berhenti memukul dia !”teriak Cassia pada para body guard tadi tapi mereka tidak mengindahkan perintahnya.


Cassia yang tidak tega melihat Niky di aniaya kembali menghampiri ayahnya.


“Ayah... aku aku mohon tolong hentikan itu. suruh anak buah mu berhenti memukuli kakak Niky.”ucap Cassia memohon pada ayahnya namun Wardana tidak mendengarkan permintaannya.


Cassia semakin tak tega melihat Niky yang tak berdaya dan memohon lagi pada ayahnya.


“Ayah tolong hentikan... jangan pukul kakak Niky lagi. Baiklah aku mau putus dengan dia asal Ayah berhenti memukulinya...”ucap Cassia dengan terpaksa dan berlutut di depan ayahnya sambil memegang kedua kakinya.


Wardana menatap putrinya sambil tersenyum kemudian menatap bodyguard-nya.


“Semuanya sudah cukup... ! Lepaskan dia !”ucap Wardana memindahkan anak buahnya.


“bruk.... !”salah satu lelaki melepaskan Niky dan menendang nya sampai jatuh ke tanah.


Ketujuh orang tadi mundur dan menjauh dari Niky. Sementara Cassia berlari menghampiri Niky dan memeluknya.


Tangisnya pecah seketika saat melihat tumbuh Niky yang babak belur dan lebam di wajahnya.


“Kakak.... bertahanlah... maafkan aku... tolong maafkan kesalahan ayahku...”ucap Cassia menyentuh pipi Niky.


Niky hanya memegang tangan Cassia saja dan menatapnya.


“Bawa Cassia masuk !”perintah Wardana.


Ketujuh body-nya tadi bergerak lagi dan membawa Cassia masuk ke rumah.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2