Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 42 Bertemu Selly


__ADS_3

Pagi hari Niky terbangun di sebuah kamar hotel. Dia membuka matanya dan melihat Sisca yang masih tertidur lelap di balik selimut yang tebal dan lembut.


“Jam berapa ini...” gumamnya melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 06.00 pagi.


“Sebaiknya aku segera bersiap berangkat kerja...” batinnya lagi sambil berdiri lalu masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi dan berpakaian lengkap Dia segera keluar dari kamar hotel meninggalkan Sisca yang masih belum bangun dan menuju ke kantor.


Tiga puluh menit kemudian Sisca bangun dan membuka mata. Dia menoleh samping dan mendapati Niky sudah tak ada di sebelahnya.


“Kau pergi begitu saja meninggalkanku...” gumam Sisca duduk dan turun dari ranjang. Dia sekarang mengenai kan bajunya dan keluar dari kamar hotel menuju ke rumahnya sebentar untuk persiapan sebelum berangkat ke kantor.


Setelah membeli makanan untuk sarapan pagi di jalanan menuju ke kantor, Niky memarkir maserati putihnya begitu tiba di tempat kerjanya.


“Ternyata masih sepi di sini...” batinnya Saat memasuki ruangan kerjanya dan melihat baru ada beberapa staf yang duduk di sana.


Niky segera duduk dan menaruh tas kerjanya kemeja lalu mengeluarkan ponsel dari saku bajunya.


“Sudah masuk...” batinnya lagi saat melihat report saldo masuk ke rekeningnya yang semakin gendut dari hari ke hari.


“Tapi masih kurang banyak... maka aku harus bekerja lebih keras lagi untuk mengumpulkan modal.” batin Niky lagi saat melihat saldo rekeningnya yang sudah mencapai ratusan juta.


Rasa berdosa, rasa kesal yang ya sama Nira pada dirinya perlahan mulai sirna setelah mengingat tujuan awalnya lagi, balas dendam.


Dua jam berikutnya, tampak Niky melihat jam di tangannya lalu membuka kembali berkas data investor di layar laptop.


“Apa aku coba telepon lagi sekarang... mungkin saja bu Selly sudah ada di kantornya.” batinnya yang tampak resah sedari tadi melihat jam dan menunggu waktu segera beranjak siang.


“klik...” Niky menekan nomor kantor Pelangi Group setelah mengangkat gagang telepon di mejanya. Beberapa saat kemudian telepon tersambung.


“Halo... dengan Pelangi Group di sini, ada yang bisa dibantu ?” jawab seorang wanita setelah telepon tersambung.


“Ya halo... ini dari Atmaja Group. Apa bisa disambungkan dengan Bu Selly ?” ucap Niky menjawab.


“Baik... mohon di tunggu sebentar.” jawab suara berita dari telepon kemudian menyambungkan ke ruang Selly.

__ADS_1


Tampak Evi cara mengangkat telepon yang berdering di mejanya.


“Ya halo...” jawab Evi sambil menata beberapa berkas di mejanya.


“Bu Evi... ini ada telepon dari Atmaja Group mencari Bu Selly tolong diterima dulu.” ucap petugas operator telf lalu penyambungan teleponnya pada Evi.


Gadis itu melihat Selly yang kebetulan masih ada di tempatnya. Dia memberitahu wanita itu apa mau menerimanya atau tidak sebelum menyambungnya teleponnya.


“Ya coba sambungan saja teleponnya pada ku mumpung aku masih di sini karena sebentar lagi akan ada meeting.” jawab wanita itu pada sekretarisnya.


Setelah mendapat persetujuan, Evi pun segera menyambungkan telepon Niky pada atasannya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


“Ya halo...” ucap Selly Setelah telepon disambungkan padanya.


“Bu Selly... maaf sebelumnya kemarin saat Ibu telepon, aku sedang berada di luar ruangan. Maaf apa bisa aku bertemu dengan ibu... ?” tanya Niky langsung to the point.


“Sebentar aku cek jadwal ku dulu.”jawab Selly lalu melihat jadwal daftar kegiatannya selama beberapa hari ke depan.


“Saudara Niky...mungkin dua hari ke depan aku baru bisa menemui mu. Mengenai waktunya nanti aku akan menghubungi kembali.” jawab wanita itu setelah melihat jadwalnya yang kosong.


“Baik terima kasih Bu Selly...” ucap Niky lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


Hingga siang hari sebelum jam istirahat makan siang ponselnya berdering. Karena tak mau kecolongan lagi dia pun mengambil ponsel dari saku bajunya dan melihatnya terlebih dulu siapa penelpon nya sebelum mengangkatnya.


“Dari Pelangi Group...??” ucapnya sambil tersenyum lebar menatap layar ponselnya dan segera mengangkatnya.


“Halo dengan Niky di sini...” ucapnya di telepon.


“Saudara Niky hari ini aku ada waktu luang di jam istirahat. Jika bersedia kita bertemu saja sekarang.” ucap Selly dari telepon.


“Baik bersedia Bu Selly... saat ini aku akan meluncur ke kantor ibu.” jawab Niky antusias.


“Kita tidak bertemu di kantor aku akan dikirim lokasinya setelah ini.” jawab Selly sebelum mengakhiri panggilan nya.


Setelah telepon berakhir Niky mendapat pesan masuk dan ternyata itu dari sini yang memberitahukan lokasi tempat pertemuan mereka.

__ADS_1


“Kebetulan sekali di saat aku sedang lapar begini...” batinnya lalu segera membalas pesan itu. Tak berapa lama kemudian lelaki itu meluncur mengendarai maserati putihnya menuju ke sebuah restoran yang berada di sekitar jalanan menuju ke kantor Pelangi Group berada.


Dua puluh menit kemudian Niky tiba di rumah makan King Food. Tampak di sana seorang wanita sudah menunggunya di sebuah meja khusus yang terdapat di bagian selatan rumah makan.


“tap... tap...” Niky berjalan menuju ke meja dimana seorang wanita keturunan indo sedang duduk dan membaca daftar menu yang ada di meja.


Selly menaruh daftar menu yang dipegangnya setelah melihat ada seorang lelaki berdiri dihadapannya.


“Permisi... apa benar ini meja yang dipesan oleh Bu Selly ?” tanya Niky dengan nada sopan menatap wanita cantik di depannya.


“Saudara Niky ya... ?” tanya wanita itu menatapnya dan Niky mengangguk sambil tersenyum.


“Mari silakan duduk dulu...” ucapnya lagi pada Niky. Niky segera duduk di depan wanita itu.


Tak berapa lama kemudian pesanan datang. Pramusaji di sana datang mengantarkan beberapa menu kemeja mereka.


Tampak Selly dari pertama kali melihat Niky menatapnya beberapa kali sambil meminum jus berry yang ada di mejanya.


“Ehm...” Niky yang merasa sedari tadi mendapatkan tatapan tidak wajar dari wanita di depannya itu terdiam kecil.


“Saudara Niky... kita bahas mengenai proposal yang saudara Niky ajukan.” ucap Selly yang berhenti menatapnya dengan tatapan kagum.


"Tolong panggil Niky saja biar enak didengar...” jawab lelaki itu sambil melempar senyum kecil pada Selly.


“Ya baiklah Niky...” jawab wanita itu kembali tersenyum.


“Secara garis besar aku tertarik setelah membaca proposal yang kau kirimkan padaku. Karena berbeda dengan proyek Wonderland sebelumnya pernah diajukan padaku.” ucap wanita itu memulai diskusi.


“Jadi... Bu Selly menerima proposal ku dan ingin menjadi investor... ?” tanyanya Niky yang seperti mendapat angin segar setelah mendengar pernyataan wanita tadi.


“Tapi keputusan akhirnya bukan berada di tanganku. Nanti coba aku bantu menyampaikan pada Direktur Utama di perusahaan kami.” ucap wanita Itu menjelaskan pada Niky.


Tampak Niky sedikit kecewa dengan jawaban dari wanita itu.


“Ternyata memang tidaklah mudah mencari investor...” batin lelaki itu.

__ADS_1


Mereka berdua lalu mengobrol ringan sambil menyantap hidangan yang ada di meja.


BERSAMBUNG....


__ADS_2