Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 75 Waktu Yang Tersita


__ADS_3

Beberapa hari setelah pernyataan cinta Niky dan Cassia bersamaan. Pagi hari seperti biasanya lelaki itu akan berangkat kerja mengendarai maserati putihnya.


Di tengah jalan dia mendengar ponselnya yang berbunyi.


“kring... kring... kring...”


Niky mengeluarkan ponselnya dari balik saku bajunya. Dia melihat Cassia yang ternyata meneleponnya.


“Ku kira siapa pagi-pagi begini telepon...” gumamnya mengira ada panggilan dari para wanita yang sering menghubunginya.


“klik...” suara Niky menerima telepon.


“Halo Cassia ada apa... ?” tanyanya sambil mencari headset yang dia letakkan di dasbor, namun tak menemukannya.


“Ehm... aku hanya ingin mendengar suara kakak saja. Oh ya pagi ini sudah sarapan kak ?” tanya gadis itu yang sudah rindukan Niky di pagi hari setelah bangun tidur.


“Ah ya...aku sudah sarapan tadi di warung makan di jalanan. Bagaimana dengan mu...” ucap nya bertanya balik sambil menatap ke depan menatap jalanan yang ramai di jam kerja.


“Aku belum makan kak... maksud ku sebentar lagi aku mau makan dan berangkat kuliah.” jawab gadis itu sambil duduk di tepi tempat tidurnya.


“Ya sudah kalau begitu lebih baik sarapan dulu...” balas Niky menanggapinya biasa saja dan sebenarnya dia ingin segera mengakhiri panggilan itu.


“Kak... mungkin nanti aku tidak ke Dream Fantasy karena ayah tidak ke luar kota.” ucap gadis itu lagi.


Niky tetap mendengarkan gadis itu bicara meskipun dia hanya diam dan tak menanggapi.


Sebuah truk bermuatan fiber dan bahan bangunan berat melintas di depannya Niky dengan cepat dan memotong jalan, membuatnya seketika kaget.


“diin...” Niky membunyikan klakson mobilnya keras agar truk itu segera minggir sambil menginjak rem mobilnya dalam.


“ckiit.... !!” Niky terus menginjak rem karena truk tadi tidak mengindahkan peringatan darinya.


“Kak... apa ada masalah...aku mendengar suara rem yang berdecit.” tanya Cassia saat mendengar suara seseorang yang mengerem mendadak dan juga suara keramaian di jalan.

__ADS_1


“Huft... hampir saja...” ucap Niky lirih setelah mobilnya berhenti tepat satu meter di belakang truk itu.


“Halo kakak Niky...” panggil Cassia yang merasa khawatir.


“Cassia... aku masih di jalan dan hampir saja menabrak truk bermuatan. Nanti saja ya kita sambung lagi. Kau juga segeralah sarapan dan berangkat kuliah.” jawabnya kemudian mengakhiri panggilan dan kembali mengemudikan mobilnya di jalanan dengan fokus.


“Apa gara-gara aku... dia hampir menabrak tadi...” gumamnya yang merasa bersalah dan menyebabkan Niky dalam masalah tadi.


Gadis itu pun menaruh ponselnya kemeja dan pergi ke kamar mandi sambil masih tetap memikirkan Niky dan masih mencemaskan nya.


Beberapa saat kemudian Niky tiba di kantor dengan selamat. Dia segera turun dari masyarakat putihnya dan berjalan masuk ke ruangan kerjanya.


Lelaki itu duduk di kursinya dan mulai membuka laptopnya melanjutkan pekerjaan sebelumnya yang belum selesai, karena banyak laporan yang belum dia periksa.


“klik...” Niky menggerakkan pointer nya membuka setiap email yang masuk dan mulai memeriksa satu persatu laporannya.


Baru dia memeriksa beberapa laporan, ponselnya kembali berdering, karena dia lupa mengubahnya ke mode silent.


“kring... kring...” Niky segera mengeluarkan ponselnya dari balik saku bajunya.


“Ya halo Cassia ada apa...” tanya Niky menaruh sebentar mouse yang dipegangnya saat menerima panggilan dari gadis itu.


“Kak... kakak sudah sampai di kantor... ? Kakak tidak kenapa-napa kan... aku masih khawatir.” tanya gadis itu setelah selesai mandi dan sarapan sambil bersandar pada pintu kamarnya.


“Aku tidak apa-apa Cassia... kau belum berangkat kuliah jam segini ?” tanya Niky sambil melihat arloji di tangan kanannya.


Saat lelaki itu menerima telepon para staf yang ada di ruangan itu memperhatikannya, meskipun tak berani berkomentar apapun mengenai itu. Untung saja Niky menoleh ke kanan dan ke kiri, dan tahu jika mereka memperhatikan dirinya.


“Cassia... aku masih ada pekerjaan yang harus segera ku selesaikan. Bagaimana nanti saja kita lanjut lagi ?” tanya Niky memelankan ucapannya agar tidak ada yang mencuri dengar percakapan privasinya.


“Ya baiklah kak... selamat bekerja kalau begitu. Aku juga mau berangkat kuliah sekarang.” jawabnya menutup panggilan setelah Niky mengakhiri pembicaraan mereka.


Niky mengganti mode ponsel nya ke mode silent lalu memasukkan kembali ponselnya ke saku bajunya.

__ADS_1


“Kok aku merasa kakak Niky dingin padaku... tidak seperti biasanya. Apa aku yang telepon di jam yang salah ?” gumam Cassia memasukkan ponsel yang dia pegang ke dalam tasnya. Gadis itu mencoba menenangkan pikirannya dan berpikiran jika lelaki itu memang sibuk dengan pekerjaannya.


Niky kembali menatap layar laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.


Dua jam berikutnya dia merasakan ponselnya bergetar, dan sudah mengeluarkan ponselnya dari balik saku bajunya.


“Astaga... Cassia meneleponku lagi... huft... aku jadi merasa terganggu dan tak bisa konsentrasi melakukan hal apapun.” gumamnya lalu mengangkat teleponnya sambil menatap ke sekitar.


“Halo... kakak Niky... apa kakak sudah selesai bekerja ? Aku sedang ada di taman kampus sekarang.”ucap gadis itu di telepon sambil duduk di sebuah taman dan tak melihat orang yang berlalu-lalang di sana.


“Cassia... maaf pekerjaanku masih banyak dan belum selesai, aku juga harus menyelesaikan sebelum deadline nya. Bagaimana jika kita berkomunikasi via chat atau pesan dulu saja...” jawab Niky menjelaskan pada gadis itu kesibukannya.


“Ya baiklah kakak...” jawabnya lalu mengakhiri panggilan dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.


Gadis itu mencoba memahami kesibukan Niky dan memberinya waktu sejenak untuk bekerja.


Niky kembali bekerja setelah menaruh ponselnya kemeja. Satu jam kemudian dia melihat ponselnya yang bergetar dan dia melihat ada chat yang masuk, dan itu dari Cassia.


“Ah... Cassia... aku belum menyelesaikan pekerjaanku, dan kau mengirimi ku pesan.” batin Niky yang merasa sedikit kesal karena lagi-lagi konsentrasinya terpecah. Meskipun begitu dia ingin menyakiti perasaan Cassia dan membalasnya dengan emoticon setiap gadis itu mengirim chatt padanya.


“Huft... jika terus seperti ini aku takkan bisa konsentrasi... ternyata mempunyai kekasih seperti ini rasanya... waktu ku banyak tersita untuk nya... ” batinnya membaca chat dari Cassia dan mengetik balasan.


Niky pun terpaksa harus mematikan ponselnya dan menjelaskan pada Cassia dengan alasan ponselnya lowbat dan harus segera di charge.


Joey melihat Niki beberapa kali menghembuskan nafas dan menyandarkan tubuhnya ke kursi menjadi prihatin padanya.


“Niky... apa kau punya kekasih sekarang ?” tanya lelaki itu tiba-tiba.


“ssts... jangan keras-keras bicaranya.” jawabnya sambil mengangguk dan diapun menceritakan sedikit apa yang dirasakannya pada Joey.


“Yah wajar saja... semua wanita memang seperti itu, mereka akan terus menyita waktu kita jika kita menanggapinya. Namun jika tidak ditanggapi mereka akan marah. Yang sabar saja menghadapi wanita tapi kau juga harus tegas.” jawab Joey memberi penjelasan panjang lebar dan masukan pada Niky.


Niky hanya tersenyum kecut dan kembali berpikir apakah sebenarnya dia telah salah langkah dengan menjalin suatu hubungan dengan seorang gadis sambil melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2