Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 62 Bertemu Lagi


__ADS_3

Dua bulan berikutnya proyek pembangunan Wonderland yang di majukan lima bulan lebih awal akhirnya dimulai.


Suatu pagi setelah pekerjaan Niky di kantor selesai lelaki itu keluar dari kantor dan menuju ke tempat proyek Wonderland untuk memantau.


“broom...” suara maserati putih milik Niky yang meluncur di jalanan menuju ke proyek Wonderland


Tak berapa lama kemudian lelaki itu tiba di tempat pembangunan Wonderland.


“tap... tap... tap...” Niky berjalan masuk dan melihat ke sekitar. Beberapa bangunan Wonderland lama yang kelihatan tidak sesuai dengan desain dirobohkan dan diganti dengan bangunan baru yang sesuai dengan konsep desain yang dibuat oleh Niky.


Sementara proses pembangunan baru berjalan 20%. Niky berkeliling melihat satu per satu wahana yang di bangun di sana.


“Maaf pak... sepertinya wahana yang ini sedikit kurang sesuai dengan konsep awalnya.” ucap Niky pada kontraktor yang membangun di sana di depan sebuah wahana.


“Ya... jadi bagaimana tepatnya..” tanya balik seorang kontraktor sambil melepas helm yang dipakainya.


“Untuk wahana jet coaster ini tujuan utama pembuatannya menekankan pada hasil teriakan pengunjung yang membuat mereka kembali tertarik untuk naik wahana ini.” ucap Niky menjelaskan konsep dasar pembuatannya.


“Jadi apa yang salah...” tanya kontraktor itu lagi pada Niky karena menurutnya dia sudah membangunnya sesuai dengan konsep menatap bangunan yang di buatnya.


“Secara teknis memang sudah benar... hanya saja letaknya kurang 30 derajat dari posisi sebenarnya jadi akan menimbulkan sensasi yang berbeda...” ucap Niky menjelaskan panjang lebar kekurangan pembangunan itu dan mengoreksinya.


“Hmm... baiklah kalau begitu... terima kasih atas masukannya dan aku akan segera memperbaiki nya sesuai arahan mu.” jawab kontraktor itu sambil mengambil sebuah catatan dan menulis apa yang dikatakan oleh Niky barusan padanya.


Setelah itu kontraktor tadi mengajak Niky berkeliling untuk melihat wahana lainnya dan memeriksa apakah ada yang perlu dibenahi atau ada kekurangan lainnya harus diperbaiki.


Niky memeriksa satu per satu bangunan yang ada di sana sampai menjelang siang.


“Huft...” Niky membuang nafas pendek dan merasa haus di tengah teriknya matahari saat itu.


“Jam berapa sekarang...” batinnya sambil melirik jam tangannya.


“Oh... sekarang jam makan siang. Kalau begitu sebaiknya aku pergi dari sini dulu sambil makan siang.” gumamnya berhenti ngecek bangunan yang ada di sana lalu berjalan keluar menuju ke maserati putihnya.


“broom...” Niky melajukan maserati putihnya ke jalanan untuk mencari tempat makan.

__ADS_1


Dia menoleh ke samping kanan dan ke samping kiri untuk mencari rumah makan terdekat. Di tengah jalan pandangannya terpaku pada sebuah rumah makan yang terletak tak jauh dari Dream Fantasy berada.


“Apa aku makan di sana saja ya...” gumam Niky melihat makan yang menyediakan menu makanan seafood.


“Tak apalah aku coba makan di sana sekalian nanti aku mampir ke Dream Fantasy.” gumam Niky yang merasa kelaparan sekali dan tak ingin mencari Rumah Makan lainnya.


“ckiit...!” Niky menghentikan mobilnya di depan rumah makan itu. Dia segera keluar dari mobilnya dan melangkah masuk ke rumah makan. Dia mencari tempat duduk setelah memesan makanan.


Setelah beberapa saat kemudian menu makanan yang dipesannya pun datang, dan dia segera menyantap nya.


Semakin lama Rumah Makan itu semakin ramai dan banyak pengunjung yang mampir ke sana dan membuat semua kursi yang ada di sana penuh.


“tap... tap... tap...” seorang gadis masuk ke rumah makan itu seorang diri. Dia menatap ke sekitar dan mendapati semua kursi di sana terpakai.


“Tidak ada kursi kosong untukku rupanya... apa aku pergi saja dari sini dan mencari rumah makan lain...?” gumamnya menatap ke sekitar dan tiba-tiba ada seorang pengunjung yang selesai makan dan berdiri.


“Ah... ada satu kursi kosong... kode segera kesana sebelum orang lain menempatinya.


“Permisi... boleh aku duduk disini... ?” tanyanya berdiri depan kursi kosong yang ada di sebelah Niky duduk.


“Ya... silahkan duduk...” jawab Niky membalasnya dengan tersenyum kecil.


Gadis itu pun kemudian duduk dan memesan menu makanan. Sementara Niky masih memandanginya.


“Di mana ya aku pernah melihat gadis ini. Aku yakin pernah bertemu dengannya sebelumnya...” batin Niky berusaha mengingat-ingat kembali gadis yang terasa familiar baginya.


“Oh ya benar... dia adalah gadis yang dulu pernah kutemui di Dream Fantasy. Dia memberiku minuman kaleng saat aku kehabisan...” batinnya setelah berhasil mengingatnya.


Gadis itu menoleh ke samping kiri karena merasa sedari tadi Niky memperhatikannya.


“Terima kasih... kau sudah menolongku saat itu. Kau memberikan minuman soda saat aku kehabisan setelah mengantri panjang...” ucap Niky pada gadis itu.


Gadis itu tampak bingung dan tak ingat dengan Niky.


“Maaf.... aku sama sekali tak ingat...” jawabnya pelan.

__ADS_1


“Kita bertemu di Dream Fantasy. Saat itu kau sedang bersama seorang teman setelah membeli soft drink dan aku kehabisan soft drink saat itu, kau ingat Kak memberikan beberapa soft drink mu padaku secara cuma-cuma.” ucap Niky menceritakan awal kisah pertemuannya dengan gadis itu.


Sang gadis mendengarkan cerita dari negeri dan berusaha mengingat kembali kejadian saat itu. Alisnya tampak berkerut dan bibir mungilnya tersenyum kecil.


“Oh ya... aku ingat Sekarang. Kita memang pernah bertemu di Dream Fantasy.” jawab gadis itu setelah berusaha keras mengingatnya.


“Tak ku sangka kita bertemu lagi di sini....” ucap Niky kembali melempar senyum pada gadis itu.


Sementara gadis itu hanya membalas senyuman Niky.


“Boleh aku tahu nama mu...” tanya Niky menoleh ke samping kanan menatap gadis cantik berusia di bawahnya yang ada di sebelahnya.


Gadis itu, mengangguk dan memberitahukan namanya pada Niky.


“Aku Cassia...” ucap gadis itu sambil tersenyum manis menatap Niky.


“Aku Niky...salam kenal...” balas Niky memperkenalkan dirinya.


Mereka berdua pun melanjutkan obrolan mereka sambil menyantap makanan yang mereka pesan setelah saling bertukar nama.


Beberapa waktu setelahnya Cassia selesai makan lebih dulu dan berpamitan pada Niky.


"Kakak Niky... maaf aku pergi dulu...” ucap gadis itu berdiri dari tempat duduknya.


“Ya Cassia... senang berkenalan dengan mu.” jawab Niky pengaruh gelas yang di belakangnya ke meja dan beralih menatap gadis itu.


Cassia melangkahkan kaki keluar dari rumah makan lalu masuk semua mobil yang sudah menunggunya tak jauh dari rumah makan. Beberapa saat kemudian mobil yang membawa Cassia masuk ke Dream Fantasy. Gadis itu turun dari mobil dan berjalan-jalan di taman hiburan itu.


Dua puluh menit kemudian Niky juga selesai makan. Setelah membayar makanan tadi dia pun masuk kembali ke masa lalu putihnya.


“Sekarang saatnya aku ke Dream Fantasy. Aku ingin melihat seberapa pesat perkembangannya sekarang...” gumam Niky saat berdiri di depan Wahana Dream Fantasy.


Niky membeli tiket yang ada di depan pintu masuk kemudian masuk ke wahana Dream Fantasy sekedar untuk memantau.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2