
Niky masih melihat kaca spion mobilnya untuk memastikan keadaan sudah makan atau belum. Dia khawatir jika Naomi masih mengikutinya dan menemukannya kali ini.
Dia pun melajukan mobilnya lebih cepat lagi dan masuk ke gang lebar yang ada di samping kiri dan kanan jalan raya yang di lewatinya.
Setelah satu jam berkendara, Niky pun menghentikan mobilnya sebentar untuk menghirup nafas setelah memastikan keadaan benar-benar aman dan Naomi tak lagi mengejarnya.
“klik...” Niky membuka pintu mobilnya setelah berhenti di dekat lapangan golf yang ada di tempat dia memarkir mobilnya.
Lelaki itu berjalan-jalan di sana untuk melepas pangkatnya setelah berhasil mengecoh Naomi di jalanan.
Kini Niky menatap dari kejauhan lapangan golf dimana di sana ada beberapa orang yang bermain golf.
“Hah... gara-gara Naomi si wanita gila itu aku jadi gagal menemui Aurora Group untuk mencari informasi tentang mereka.” keluhnya menatap rumput yang tumbuh liar di jalanan yang dia lalui.
Niky tampak tersenyum melihat beberapa orang yang berada di lapangan golf itu bermain golf mengingatkannya pada kenangan dalam hidupnya saat dia dan ayahnya bermain golf di daerah tempat tinggalnya dulu.
“Aku hanya akan melihatnya sebentar saja baru aku akan kembali menemui Aurora Group setelah ini...” batin Niky yang merasa tak ada salahnya untuk bersantai sejenak saja untuk me-refresh pikirannya kembali.
Dia berjalan dan berhenti di lapangan golf yang di kelilingi oleh pagar yang terbuat dari kawat di bagian sisi depan yang menghadap ke Jalan Raya sehingga dia bisa melihat permainan mereka dengan jelas.
“Swing....” Niky melihat seorang lelaki mengayunkan stik golf dan menyapu bola yang kemudian menggelinding dan masuk ke sebuah lubang setelah boleh itu melayang ke udara.
“dung...” suara bola golf yang masuk ke sebuah lubang dan ingatan Niky kembali ke saat-sat dirinya masih bersama ayah nya.
“Niky... pukul seperti ini bolanya. Kau pasti bisa.” ucap Ayahnya Niky memegang stik golf dan menunjukkan cara bermain yang benar pada lelaki itu.
Tampak bola melambung tinggi di udara dan membuat mata silau saat memandangnya namun bola itu tetap masuk ke tempatnya.
“Strike... ! Niky ayah harap kau seperti bola golf ini. Kelak hidupmu akan melambung di udara seperti ini dan kau bisa mengejar target hidup mu.” ucap sang ayah menatap bola yang melambung tinggi di atasnya lalu menyerahkan stick golf yang dipegangnya pada Niky dan meminta anak itu mengayunkan stiknya.
“pong....” sebuah bola meluncur keluar dari lapangan golf dan mengenai kepala Niky serta membuyarkan lamunannya saat masih bersama dengan ayahnya dulu.
__ADS_1
“Auw... !!” ucap Niky yang merasa sakit terkena bola dan memegang bagian kepalanya yang terasa sakit.
Dia kemudian Lamongan bola putih kecil yang jatuh di dekat kakinya.
“tap... tap...” dari kejauhan tampak seorang wanita yang berlari menuju ke pagar.
“Hey... kembalikan bolanya... tolong lempar ke sini !” teriak seorang wanita dari kejauhan pada Niky.
Niky menoleh pada wanita yang memanggilnya. Dia menatap seorang wanita berambut panjang yang di ikat rapi mengenakan topi dan setelan kasual yang terus mencoba berbicara padanya namun sayang dia tak mengerti apa yang diucapkan oleh wanita itu.
Beberapa saat kemudian wanita itu m tiba di depan pagar dan berdiri tepat di tempat Niky berdiri karena lelaki itu tak mendengar ucapannya.
Niky memegang bola putih yang masih digenggamnya dan menunjukkannya pada wanita itu tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
“Ya itu bola ku tolong kembalikan padaku. Lemparkan saja dari atas aku akan mengambilnya nanti.” pinta wanita itu pada Niky.
Niky menatap sosok wanita yang berdiri di depannya. Terlihat wanita itu berusia sekitar awal 40 tahunan. Namun di usianya yang sudah tergolong tidak muda lagi tampak kulit wanita itu masih kencang dan sama sekali tidak keriput di wajahnya dan di bagian tubuh lainnya.
“Oh... benar... dia adalah investor dari Aurora Group...” batinnya lagi setelah berhasil mengingat jika wajah wanita itu mirip sekali dengan profil investor Aurora Group yang di sudah dipelajari dan dihafalnya.
“Hai... apa kau mendengar ku ?” tanya wanita itu kembali dengan mengeraskan suaranya dan membuka telapak tangannya menarik pagar yang membuatnya bersuara sehingga membuyarkan lamunan Niky.
“Ahh maaf... ini bola mu...” ucap Niky setelah tersadar dari lamunannya dan melemparkan bola itu ke atas melewati pagar.
“zap... !” wanita itu dengan tangkas menangkap bola yang dilempar Niky. jadinya berhasil menangkapnya sebelum bola itu jatuh ke tanah.
“Terima kasih sudah mengambilkan bola untukku...” ucap wanita itu singkat sambil tersenyum lalu berbalik dan berjalan meninggalkan Niky yang masih tampak bengong melihatnya.
Niky tak mau kehilangan kesempatan ini dan menyia-nyiakannya begitu saja. Sebelum wanita itu melangkah lebih jauh lagi dia segera memanggilnya.
“Nyona.... Ehm Nona.... tunggu... !!” teriak Niky memanggil wanita itu.
__ADS_1
Wanita tadi berhenti dan menoleh ke Niky.
“Kau memanggilku... ? Ada apa ?” ucap wanita itu bertanya balik padanya. Niky tersenyum dan mengganggu menimpali pertanyaan wanita itu.
“Ouh...” gumam wanita itu lalu berjalan menghampiri Niky dan kembali ke depan pagar tempat Niky yang berdiri dari sana dan belum beranjak dari tempatnya.
“Ya... ada apa ya kau manggil ku kembali ?” ucap wanita itu kembali bertanya sambil mengerutkan dahinya.
“Maaf sebelumnya... apakah nona ini benar nona Sisca dari Aurora Group ?” tanya Niky dengan sopan pada wanita itu.
Wanita itu tampak terkejut mendengar perkataan dari lelaki yang berdiri di depannya. Dia sama sekali tak mengenal sosok lelaki yang mengambilkan bolanya tadi dan ada urusan apa lelaki muda itu itu memanggilnya.
“Ya benar....emm...apa aku mengenalmu sebelumnya ?” tanya wanita itu penasaran kenapa anak muda itu bisa mengenal dirinya dan mengetahui namanya.
Niky tersenyum menatap wanita itu sebelum bicara dan menjelaskan identitasnya.
“Nona Sisca... aku Niky dari Atmaja Group. Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Aku ingin berbicara sebentar dengan mu.” jawab Niky memperkenalkan identitas dirinya pada wanita itu.
“Atmaja... ?? Ada apa ya... ku rasa Aku sudah lama tidak berurusan dengan perusahaan itu.” jawab Naomi setelah mendengar penuturan dari Niky dan semakin tidak paham pada apa yang di bicarakan Niky.
“Maaf nona aku ingin mengajukan kerjasama dengan mu. Jika tidak keberatan aku ingin sebentar saja meminta waktumu.” ucap Niky kembali dengan sopan.
Tampak wanita itu diam lalu menoleh ke belakang dimana para rekan kerjanya masih bermain golf dan menunggunya untuk kembali bermain bersama mereka.
“Begini... bukannya aku menolak berbicara denganmu. Tapi kau bisa lihat sendiri aku aku masih bermain golf dengan para rekan ku. Jika kau mau menungguku sampai selesai bermain, aku akan menemui mu.” jelas wanita itu yang kembali menoleh ke belakang karena mendengar teriakan panggilan dari temannya.
“Tentu saja aku sama sekali tak keberatan menunggu nona sampai selesai bermain.” jawab Niky sambil melempar senyum kecil ke arah wanita itu.
Setelah Sisca pergi dan kembali bergabung dengan gerakan lainnya yang masih bermain golf, Niky berjalan masuk menuju ke lapangan golf itu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1