Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 58 Lelah


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Niky berbaring di tempat tidur di samping Rara yang juga ada di tempat tidur.


“Kau memang menakjubkan...” ucap Rara menatap Niky sambil duduk setelah lelaki itu duduk dan mengelus pipinya.


“pak... !” Niky menanti tangan Rara dari pipinya dengan keras. Dia pun segera memakai bajunya kembali.


Wanita itu kemudian ikut berdiri dan memakai bajunya.


“Baiklah kalau begitu... tak salah kami membayar mahal.” ucap wanita itu sambil tersenyum lalu mengambil kunci borgol dari saku bajunya.


“Ambil ini... !” ucap Rara melemparkan kunci borgol ke arah Niky yang bisa ditangkap dengan mudah oleh lelaki itu.


“Ini untuk mu... !” ucap Rara lagi mengangkat dua koper lalu menaruhnya ke tempat tidur.


Setelah menyerahkan dua koper pada Niky, wanita itu keluar dari kamar hotel dan menutup pintunya.


Di dalam kamar Niky membuka tangannya yang menggenggam kunci borgol tadi.


“klik... !” Niky membuka borgol dengan kunci tadi.


“Prang...” suara borgol menghantam kaca jendela kamar hotel yang dilempar oleh Niky karena merasa kesal sekali pada apa yang telah terjadi padanya.


Dia lalu berdiri dan mengambil dua koper hitam yang ada di tempat tidur dan membukanya.


“Kenapa... kenapa begini... Kenapa hidupku semakin tak bisa ku kendalikan, tak seperti yang ku harapkan...” ucap Niky dengan wajah sedih lalu menutup kembali koper yang telah dibukanya.


Lelaki itu menangis dalam hati dan tak bisa mengeluarkan air mata kesedihannya. Dia memegang kepalanya yang terasa berat karena merasa tak ada bisa berpikir lagi. Lama dia duduk di tempat tidur dengan pikiran yang kosong.


“tick... tack...” bunyi jam yang terus berdetak dan menunjukkan waktu hampir dini hari.


“Jam 02.00....” ucap Niky lirih saat menoleh ke dinding dan melihat jam yang tergantung di sana.


“Masih ada waktu untuk tidur sebentar. Sebaiknya aku tidur dulu sebelum berangkat bekerja nanti pagi.” gumamnya lagi dengan wajah sedih dan terpukul berat lalu merebahkan dirinya di tempat tidur dan lama kemudian lelaki itu tertidur pulas setelah kelelahan.


Pagi harinya Niky segera bangun dan bergegas masuk ke kamar mandi. Lama dia berada di bawah guyuran shower untuk membersihkan dirinya yang terasa kotor.


Satu jam kemudian lelaki itu keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya lalu membawa dua koper hitam tadi masuk ke maserati putihnya lalu berangkat ke tempat kerja.


“kruk...” suara perutnya Niky yang berbunyi.


Lelaki itu kemudian mencari tempat makan terdekat di sepanjang jalanan yang dia lalui.

__ADS_1


Dia kemudian berhenti di sebuah rumah makan yang ada di tepi jalan.


“klik...” Niky segera Mengunci pintu mobilnya setelah turun dari sana. Dia kemudian masuk ke rumah makan itu dan memesan makanan.


“Tolong dua porsi paket A...” ucap Niky pada pramusaji yang ada di sana. Entah kenapa pagi ini dia merasa sangat lapar sekali.


Lelaki itu duduk di sudut ruangan sambil merenung menunggu pesanan makanannya datang.


“Ini silahkan...”


Seorang pramusaji datang membawa pesanan Niky dan mengantarkan ke mejanya.


“Terima kasih...” jawab Niky pada pramusaji tadi. Dia kemudian segera melahap makanannya ada di depannya. Ternyata tak butuh waktu lama baginya untuk menghabiskan dua porsi sarapan paginya, padahal biasanya di hanya makan seporsi di pagi hari.


Setelah selesai makan, Niky pun segera membayar makanan tadi dan masuk ke maserati putihnya lalu meluncur di jalanan.


Sementara itu di lain tempat. Keenam wanita yang semalam bermalam dengan Niky berada di rumah Bella. Mereka bertemu sebentar sebelum sarapan pagi.


“din... din...”


Airin berhenti di depan rumah Bella bersama lima teman lainnya sambil membunyikan klakson mobilnya.


“Siapa pagi-pagi begini ke sini... ?” gumam Bella lalu berjalan ke ruang tamu dan mengintip dari balik tirai jendela.


“Airin... Rara... teman-teman kenapa kalian sepagi ini ke sini ?” tanyanya saat membuka pagar dan berjalan menghampiri Airin serta menatap satu persatu teman lainnya.


“Kami hanya mampir sebentar saja dan memberitahu mu. Terima kasih kau sudah mengenalkan kami pada orang yang tepat semalam.” ucap Airin sambil tersenyum lebar menatap Bella.


Bella tampak shock dan terkejut mendengar cerita dari Airin barusan.


“Jadi... kau... maksudku kalian berenam berhasil bermalam dengan lelaki itu ?” tanya Bella yang masih tak percaya dan tidak yakin pada ucapan mereka.


Airin mengangguk dan kembali tersenyum lebar


“Kau tahu... yah... dia hebat sekali...bisa membuatku melayang... haha...” sahut Rara menambahkan cerita Airin.


“Sepertinya kami akan sering memakai jasa nya nanti saat kami kesepian...” tambah Deva bercerita pada Bella.


“Ohh.... aku tak menyangka kalian berenam bisa menaklukkan lelaki itu...” ucap Bella dengan tersenyum lebar karena sudah bisa membalaskan dendamnya pada Niky.


“Apa.... ?!!” ucap keenam wanita tadi saling berpandangan mendengar pernyataan Bella.

__ADS_1


“Jadi sebenarnya lelaki itu bukan seorang penghibur ???” tanya kelima wanita tadi secara bersamaan dan terlihat syok saat melihat Bella mengangguk pelan.


"What's....jadi Kenapa kau sebelumnya bilang jika dia adalah seorang penghibur ?” tanya Airin yang merasa ditipu oleh Bella.


Bella seketika terlihat pucat namun mencoba untuk tenang.


“Ma-maaf... sebenarnya aku kesal dengan lelaki itu... ah ceritanya panjang. Tapi terima kasih kalian sudah membantuku. Oh ya... aku harus segera berangkat ke kantor hari ini.” ucap wanita itu segera pergi dan masuk ke rumah untuk menghindar dari amukan para temannya itu.


“Dasar Bella kabur... ya.. kita merasa bersalah jika begitu. Tapi semua sudah terjadi dan dia sudah mendapatkan gantinya.” ujar Airin yang sedikit merasa bersalah karena baru tahu jika Niky bukan seorang lelaki penghibur.


“Sudahlah kita pulang saja... tapi ku harap aku bisa bermalam lagi dengan lelaki itu.” ucap Rara menanggapi Airin.


“broom.... !”


Ke enam mobil tadi pergi dari rumah Bella dan kembali ke rumah masing-masing.


Di kantor tempat Niky bekerja.


Niky berjalan dengan langkah gontai memasuki lowongan kerjanya.


Joey menatap lelaki itu dan merasa heran dengannya kali ini.


“Hey Niky... hari ini kau tak seperti biasanya. Kau tampak kelelahan sekali. Apa kau punya pekerjaan sampingan di luar sini ?” tanya Joey menatap Niky yang duduk di kursinya dengan lemas.


“Ah... Joey... hari ini aku lelah sekali. Semalam aku kerja rodi...” jawab Niky asal sambil menaruh kepalanya di atas meja kerjanya.


Joey tidak tahu pada apa yang diucapkan oleh Niky padanya dan dia membiarkan lelaki itu ya memang tampak kelelahan lalu menetap layar laptopnya dan menyalakannya.


Niky pun merasa matanya berat di tengah-tengah jam kerja dan dia meminum segelas kopi yang di belinya sebelum masuk ke kantor tadi.


Di ruang Direktur Accounting tampak Sherli sedang menerima telepon dari seseorang dengan wajah serius.


“Menurut ku kau perlu memberikan posisi pada staf yang berhasil mencari investor untuk proyek Wonderland ini.” ucap suara seorang lelaki yang berbicara di telepon.


“Ya baik bapak Presiden Direktur... aku akan mencarikan posisi yang kosong dan tepat untuk staf tersebut.” jawab Sherli pada presdir.


“Tenang saja... jika proyek Wonderland nanti sudah berjalan dan hasilnya mengagumkan kau juga akan segera mendapatkan posisi yang lebih baik dari sekarang.” ucap Presdir sambil tersenyum renyah ditelepon.


“Terima kasih bapak Presiden Direktur.” jawab wanita itu tersenyum lebar dan kemudian menutup kembali ke gang teleponnya setelah panggilan berakhir.


Sekarang wanita itu tampak sibuk melihat posisi staf kosong di perusahaannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2