
Di dalam rumah Cassia masih berciuman dengan Niky. Niky yang tak bisa menahan setelah gadis itu merespon ciumannya, beralih mencium leher Cassia.
Sedangkan Cassia juga mulai terbiasa dengan gaya berciuman Niky seperti itu. Dia ikut mengimbangi Niky dan melakukan hal yang sama dan menirukan apa yang sudah Niky lakukan padanya. Dia membuka dua kancing baju Niky dan membuat kissmark di sana.
“Cassia apa yang kau lakukan...” tanya Niky saat memegang pinggang Cassia.
“Kakak yang mengajari ku...ini tanda cinta dari ku agar kau selalu mengingatku karena aku baru akan ke sini minggu depan.” jawab Cassia mengakhiri ciumannya dan menutup kembali kancing baju Niky.
Niky mencoba mengalihkan perhatian sebelum dia tak bisa menahan dirinya lebih lama lagi.
“Cassia kau lapar tidak ?” Niky menurunkan gadis itu dari pangkuannya.
“Jika kakak lapar... aku akan coba memasak untuk kakak.” jawab Cassia tersenyum kecil dan berdiri dari kursi. Dia lalu menarik Niky untuk mengikutinya masuk ke dapur.
Niky tidak yakin gadis itu bisa memasak dan tetap di dapur untuk menunggunya atau barangkali jika dia membutuhkan bantuannya.
“Cassia... apa kau bisa masak... kau mau masak apa ?” Niky berdiri di samping Cassia dan mencegahnya agar tidak masak.
“Kakak... meremehkan aku ya... duduk dan lihat saja... nanti jika sudah matang kakak akan tahu sendiri.” balas Cassia menyingkirkan tangan Niky agar dia tak mengganggunya memasak.
Satu jam kemudian Cassia selesai memasak spaghetti dan menghidangkannya pada piring saji lalu mengajak Niky makan bersama.
Cassia dan Niky duduk di ruang makan. Gadis itu mengambilkan seporsi untuk Niky dan memintanya untuk segera menyantapnya.
“Bagaimana rasanya kak... ?” tanya nya saat melihat Niky mulai memakan spaghetti buatannya.
“uhuk...” Niky tersedak saat mau menjawab. Karena sebenarnya rasanya tidak karuan.
Cassia mengambilkan segelas air minum dan memberikannya pada Niky.
“Enak sayang...” jawab Niky setelah meminum segelas air dan memaksa menelan spaghetti yang ada dalam mulutnya.
“Lain kali aku masak kan lagi kalau begitu.” jawab Cassia tersenyum dan Nicky hanya diam mengangguk sambil meneteskan keringat dingin karena perut Niky sekarang terasa sedikit sakit.
Malam harinya tampak Cassia sudah berganti baju dan berdiri di depan kamar Niky menunggunya keluar.
__ADS_1
“Apa kau sudah siap ? Maka aku akan mengantarmu sekarang...” jawab Niky saat keluar dari kamar dengan aroma harum semerbak di sekujur tubuhnya.
"Ya... sudah kak... ayo kita berangkat sekarang.” jawab Cassia lebih mendekat pada Niky dan mencium aroma harum tubuh Niky dan memegang dada Niky.
“Cassia kau akan kemalaman jika tidak berangkat sekarang.” Niky segera berjalan dan menggenggam tangan kasihan keluar dari rumah dan masuk ke maserati putihnya.
Di dalam mobil Cassia kelihatan sedikit sedih saat akan berpisah dengan Niky.
Niky yang tahu jika Cassia jadi murung bertanya padanya.
“Cassia ada apa... ?”
“Aku tak ingin pulang... aku ingin terus bersamamu. Aku akan sangat merindukanmu nanti.” balas gadis itu sambil menatap Niky.
Niky mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir Cassia lama agar gadis itu tidak rewel dan ternyata hal itu bekerja.
“Kita berangkat ke Dream Fantasy sekarang kak...” ajak Cassia setelah ciuman berakhir.
Niky kembali duduk tegak dan melajukan maserati putihnya menuju ke Dream Fantasy. Karena jaraknya yang tak terlalu jauh maka dalam waktu lima belas menit saja mereka sampai di sana.
“Kakak....” Cassia mencondongkan tubuhnya dan mencium bibir Niky sebelum dia turun.
Cassia turun dari mobil dan berjalan menuju ke mobil hitam yang sudah menunggunya di samping Dream Fantasy.
Pak Rahmat yang mengawasi Cassia segera melajukan mobilnya setelah melihat mobil Niky yang pergi dari sana.
“Aku sudah melaporkan sebelumnya pada tuan tentang kedekatan nona dengan seorang lelaki dan dia memintaku untuk mengawasi dan melaporkan jika ada apa-apa. Ku rasa semuanya baik-baik saja...” batinnya menatap Cassia Cassia yang tampak berseri-seri.
"Pak Rahmat kenapa kita belum berangkat ? Nanti ayah menunggu kita.” tanya Cassia karena mobil belum jalan juga setelah dia duduk lima menit di sana.
“Baik nona...” balas singkat sang sopir. Mobil segera meluncur menuju ke sebuah hotel yang berada di luar kota untuk menjemput Wardana yang sedang meeting dengan beberapa ke lainnya.
Satu bulan berlalu dan pembangunan wahana baru di Dream Fantasy yang digagas oleh Cassia sudah selesai dan hari ini merupakan grand opening nya.
Di pagi hari Cassia sudah berangkat menuju ke Dream Fantasy untuk acara grand opening.
__ADS_1
Dream Fantasy terlihat semakin ramai dengan dibukanya sebuah wahana baru berupa akuarium besar yang menampilkan berbagai atraksi menarik di dalamnya.
“Wow... spektakuler...” ucap beberapa pengunjung yang menyangsikan atraksi menari di dalam akuarium besar sambil berdecak kagum.
Beberapa pengunjung tampak berfoto selfie di depan akuarium. Semakin lama tempat itu semakin padat oleh pengunjung.
Cassia yang melihat dari kejauhan tampak tersenyum puas melihat keramaian di wahana baru.
“Aku ingin waktu segera beranjak sore agar bisa segera bertemu dengan kakak Niky.” batinnya sambil melihat arloji di tangan kanannya kemudian menatap kembali ke arah keramaian.
Sore harinya, Niky keluar dari kantor dan bergegas pulang ke rumah kasih ya sebelum pergi ke Dream Fantasy.
“crash.... !” Niky menyalakan shower di kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah pulang bekerja.
Tiga puluh menit kemudian lelaki itu sudah memakai pakaian rapi dan harum lalu udah keluar dari rumah dan melajukan mobilnya menuju ke Dream Fantasy.
“brak.... !” Niky turun dari mobil dan menutup kembali pintunya.
Dia berjalan menuju ke pintu gerbang dan disana sudah ada Cassia yang menunggunya.
“Kakak... ayo kita masuk. Aku sudah lama menunggumu.” ucap Cassia segera menarik tangan iki dan mengajaknya masuk ke dalam.
Niky melihat ke sekitar di mana para pengunjung berjubel di sana dan terus berjalan mengikuti Cassia menuju ke wahana baru.
“Di sini ramai sekali...” ucapnya setelah sampai di depan wahana baru.
“Bagaimana menurut kakak ?” tanya Cassia masih memegang erat lengan Niky.
“Tentu saja bagus... buktinya banyak pengunjung yang datang ke sini.” jawab Niky menanggapi Cassia sambil melihat wahana baru itu.
“Semoga saja Wonderland nanti setelah selesai akan mendapatkan pengunjung yang lebih ramai dari sini...” batinnya sambil merenung teringat pada Wonderland.
Di depan Dream Fantasy Wardana turun dari mobil hitam dan setelan masuk untuk menyaksikan Grand Opening kali ini.
“Aku tak menyangka ternyata wahana baru disini mendapat respon yang baik dari para pengunjung.” gumamnya menatap ke sekitar dan mendapati jalanan yang sesak dipadati oleh pengunjung yang terus bertambah.
__ADS_1
Di dalam tanpa sengaja lelaki itu melihat Cassia yang keluar di tengah keramaian bersama seorang lelaki.
BERSAMBUNG....