Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 64 Tak Berjumpa


__ADS_3

Lewat tengah malam Niky terbangun di villa setelah merasa kedinginan tertidur dengan tubuh polos tanpa ada selimut yang menutupinya.


“Jam berapa sekarang ?” batinnya saat duduk dan melihat jam dinding yang tergantung di dinding.


“Ku kira sudah pagi...” gumamnya lirih yang mendapat jam yang masih menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


“Lebih baik aku tidur lagi...” ucapnya lirih sambil menarik selimut tebal yang ada di dekatnya dan menutupi tubuhnya kemudian memejamkan mata lagi.


Saat pagi tiba, lelaki itu segera bangun dan turun dari tempat tidurnya. Dia meraih ponsel yang ada di dekatnya.


“klik...” Niky mengusap tombol kunci di layar ponsel. Dia melihat saldo yang ada di rekeningnya yang sekarang berjumlah kepala M dan menutupnya kembali.


“Sebentar lagi... aku harus bertahan sedikit lagi untuk memulai rencana balas dendam ku.” gumam Niky lirih sambil meremas sprei tempat tidur dengan erat.


Sepuluh menit kemudian Niky masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower yang ada di sana. Tak beberapa lama setelahnya dia memakai bajunya lengkap dan keluar dari villa itu.


“broom....” Niky meninggalkan Villa yang sudah kosong dan menuju ke maserati putihnya, meluncur di jalanan menuju ke tempat kerjanya.


“tap... tap... tap...” suara langkah kaki Niky memasuki ruang kerjanya.


“Selamat pagi bos...” ucap para staf yang ada di sana menyapa lelaki itu, termasuk Joey dan Jessi.


“Pagi juga semua... jangan panggil aku seperti itu...” balas Niky balas menyapa sambil tersenyum kecil.


Dia kemudian duduk di kursinya dan menyalakan laptopnya


“tik... tik...”


Lelaki itu menggerakkan jarinya pada keyboard dan memeriksa kotak masuk emailnya dan mendapati banyak email yang masuk dari para staf yang ada di ruangan itu yang perlu segera diperiksa.


“Banyak sekali laporan yang masuk...” batin Niky. Lelaki itu membuka satu persatu laporan yang masuk kemudian mengeceknya. Dia bermaksud menyelesaikan mengaudit semua laporan yang masuk hari ini.


“Huft....” Sesekali tampak Niky membuang nafas perlahan sambil meminum air yg ada di mejanya.


Sampai menjelang siang ternyata pekerjaan nya belum selesai juga. Di tengah-tengah kesibukannya tiba-tiba telepon di meja kerjanya kembali berdering.


“klak...” Niky menaruh mouse yang dipegangnya lalu mengangkat telepon di depannya.

__ADS_1


“Halo dengan Niky...” ucap Niky segera saat mengangkat telepon.


“Niky apa kau sudah melihat pengerjaan proyek Wonderland ?” Tanya seorang wanita dari telepon.


“Oh... Bu Sherli....kemarin aku sudah melihat pembangunan proyek Wonderland.” jawab Niky setelah mengetahui jika penelponnya adalah Direktur accounting.


“Yah...lalu bagaimana apa di sana ada yang tidak sesuai dengan konsep mu tak ada sedikit yang perlu dirubah ?” tanya wanita itu kembali dengan nada yang antusias.


“Kemarin ada sedikit yang harus dibenahi di sana dan aku sudah memberitahukannya pada kontraktor yang mengerjakan nya.” jawab Niky menjelaskan.


“Baiklah jika kau sudah memantau pembangunan di sana. Ku harap kau rutin melakukan pemantauan di sana dan melaporkan padaku jika ada sesuatu yang perlu dibenahi.” ucap Sherli menjelaskan panjang lebar karena proyek itu juga berkaitan dengan dirinya.


“Baik Bu Sherli... aku kalau Tin melakukan pengecekan ke sana secara berkala dan melaporkan jika ada yang perlu di benahi.” jawab Niky menyanggupi permintaan direktur accounting.


Niky lalu kembali gagang telepon di tempatnya setelah panggilan berakhir. Dia kemudian melanjutkan pekerjaannya sebentar sambil menunggu jam makan siang.


Di lain tempat di Dream Fantasy.


Cassia yang masih berada di luar kota selama seminggu, karena mengikuti perjalanan bisnis ayahnya ke luar kota menyempatkan waktu setiap hari pergi ke Dream Fantasy.


“Kita sudah sampai nona...” ucap seorang sopir menoleh ke belakang.


“Cassia ayah akan menjemputmu kembali nanti sore setelah urusan ayah selesai.” ucap Wardhana yang duduk di sebelah supir dan menoleh ke belakang untuk melihat putrinya sebentar sebelum meninggalkannya.


“Ya ayah... aku akan menunggu ayah di Dream Fantasy saja. Ku rasa waktu menjadi tak terasa berjalan cepat jika aku ada di sana.” jawab gadis itu lalu turun dari mobilnya.


Mobil hitam yang membawa Wardana kembali berjalan dan meninggalkan Cassia. Gadis itu Melambaikan tangan saat mobil hitam itu meluncur.


Cassia berjalan menuju ke Dream Fantasy. Di tengah jalan dia berhenti dan menoleh ke rumah makan seafood yang berada tak jauh dari Dream fantasy.


“Apa kakak Niky ada di sana ya sekarang. Aku hanya ingin melihatnya saja.” batinnya teringat pada Niky setelah melihat rumah makan itu.


“Sebenarnya aku belum lapar... tapi tak masalah jika aku ke sana dulu.” gumamnya yang sedikit ragu karena perutnya masih terasa penuh. Namun akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke rumah makan itu juga.


Cassia memesan menu ringan karena perutnya masih terasa kenyang. Dia pun segera duduk setelah menunggu pesanannya datang.


Gadis itu menatap ke sekitar untuk mencari keberadaan Niky. Dia menatap satu persatu lelaki yang sedang makan di sana, namun tak juga menemukan Niky.

__ADS_1


“Mungkin lelaki itu hanya singgah saja di sini dan kebetulan aku bertemu dengannya lagi.” batin gadis itu yang tampak kecewa karena tak menemukan Niky di sana.


Beberapa saat kemudian pesanan Cassia datang, dan dia menyantap nya. Gadis itu sengaja makan pelan karena menurutnya mungkin saja Niky akan datang beberapa saat lagi.


Ternyata sampai makanan kirim pesan oleh kasih habis di makannya, dia tak kunjung melihat Niky datang ke sana.


“Ya sudah... lebih baik aku segera keluar dari sini dan menunggu ayah kembali di Dream Fantasy.” batinnya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaan Niky.


Cassia keluar dari Rumah Makan Sea food dan berjalan Kembali menuju ke Dream Fantasy. Sesampainya di dalam, gadis itu berkunjung kesatu wahana dan beralih ke wahana lainnya.


Kembali ke Niky yang saat itu masih sibuk memeriksa setiap laporan keuangan yang masuk padanya. Dia tak sadar jika ruangan tempatnya bekerja sudah kosong.


“Jam berapa ini...?” gumamnya saat melihat meja Joey dan meja staf lain yang kosong.


“Astaga sudah lewat tiga puluh menit dari jam istirahat. Aku pergi dulu sekarang.” ucapnya lirih menghentikan pekerjaannya sementara waktu dan mengunci laptopnya.


Niky berjalan cepat menuju ke Maserati putihnya dan meluncur di jalanan. Dia melajukan mobilnya menuju ke Rumah Makan Bambu Kuning dan berhenti sejenak sebelum memarkir mobilnya.


“Ku rasa Selly sudah tak pernah datang lagi ke sini. Dan aku sedikit bosan dengan menu makanan di sini.” gumamnya lalu mengajukan kembali mobilnya menuju ke jalanan.


“Apa sebaiknya aku makan di rumah makan seafood saja...” batinnya lagi sambil tersenyum dan teringat pada sosok Cassia.


Lelaki itu pun melajukan mobilnya menuju ke rumah makan seafood yang berada tak jauh dari Dream Fantasy.


Setibanya di sana, dia segera memesan menu makanan dan duduk menunggu pesanannya datang.


“Dimana ya Cassia...” ucapnya lirih sambil mengedarkan pandangan ke sekitar untuk mencari sosok gadis yang dicarinya.


“Tidak ada...” gumamnya yang kecewa setelah mendapati gadis itu tak ada di sana.


Tak beberapa lama kemudian pesanan datang dan lelaki itu segera menyantap nya.


Selesai makan dia melajukan maserati putihnya kembali dan berhenti di depan Dream Fantasy.


“Apa mungkin Cassia ada di dalam sana ? Tapi aku harus ke Wonderland sekarang. Mungkin lain waktu aku akan ke sini kembali.” ujarnya lirih menatap Dream Fantasy yang tampak ramai dari luar.


“broom...” Niky melajukan maserati putihnya menuju ke Wonderland. Tepat setelah mobil Niky pergi dari Dream Fantasy, Cassia keluar dari sana karena merasakan kehadiran Niky di luar meskipun dia tak menemukan lelaki itu setelah mencarinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2