
Cassia penasaran melihat sebuah note yang ada di tangannya. Dia mengambilnya lalu menaruhnya kemeja.
“Apa ini ya...” gumamnya melihat lagi note yang di taruhnya ke meja lalu pergi ke dapur mengembalikan peralatan makan.
Cassia keluar dari dapur dan melewati meja tempat dia menaruh note. Dia pun berhenti sebentar untuk mengambilnya dan mulai membuka halaman demi halaman.
“Emm... ini pasti punya kakak Niky terjatuh, isinya hanya catatan tentang laporan keuangan.” gumamnya lalu menaruhnya begitu saja ke meja dalam keadaan terbuka.
“hmm... cuacanya gerah...” keluhnya sambil menatap ke sekitar. Dia menetapkan sebuah jendela yang ada di samping.
“tap... tap...” Gadis itu melangkah menuju ke jendela dan membukanya.
“Begini lebih baik...” ucap Cassia sambil tersenyum saat merasakan ada udara yang masuk ke ruangan dan terasa segar.
Gadis itu pergi dari ruangan itu dan menuju ke kamar mandi untuk berendam di bathub, karena sudah kebiasaan bagi dirinya jika dia merasa gerah sedikit dia akan berendam untuk menyegarkan tubuhnya dari panas.
“srak....” angin berhembus kencang masuk ke jendela dan membuat halaman note yang ditaruh Cassia ke meja terbuka dan terlihat catatan mengenai Wonderland di sana.
Satu jam kemudian Cassia keluar dari kamar mandi setelah merasa cukup lama berendam di sana dan tubuhnya sudah terasa segar kembali.
“tap... tap... tap...” Cassia keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang membelit tubuhnya.
“brak... !” suara jendela yang tertiup oleh angin dan membuat gadis itu berhenti dan menoleh ke arah jendela.
“Ku kira ada sesuatu yang jatuh...” gumamnya sambil menyentuh sisi meja. Dia lalu mengalihkan pandangannya ke meja dan melihat note punya Niky masih terbuka.
Cassia mengambilnya dan membacanya.
“Wonderland... kira-kira apa itu ya... ?” gumam Cassia penasaran dan terus membalik halaman berikutnya.
Gadis itu menemukan beberapa konsep desain desain di sana dan semakin tak mengerti.
“Bukannya kakak Niky bekerja di bidang accounting, tapi kenapa dia punya catatan tentang desain dan sepertinya ini adalah desain sebuah wahana...” batinnya merasa heran kenapa lelaki itu membuat catatan mengenai wahana.
“Ah sudahlah... ini bukan urusan ku.” ucapnya lagi lalu menutup dan menaruh kembali note yang dipegangnya ke meja.
Cassia masuk ke kamar untuk ganti baju. Selesai ganti baju dia keluar kamar dan duduk di kursi. Dia membawa tas kecil yang selalu di bawanya dan mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
“Pak Rahmat tolong jemput aku di rumah yang ku tinggali sementara waktu.” ucapnya menelepon sopirnya.
“Baik nona... aku akan segera menjemput nona.” Pak Rahmat yang berada di Dream Fantasy melajukan mobil hitam dan meluncur menuju ke rumah tempat Cassia berada.
Tak berapa lama kemudian lelaki itu tiba di depan sebuah rumah mewah dimana Cassia sudah menunggunya di depan.
“ckiit...” Pak Rahmat menghentikan mobilnya dan Cassia segera berjalan masuk ke mobil.
“Kita mau kemana non...” tanya Pak Rahmat saat sudah meluncur di jalanan.
“Kita kembali ke Dream Fantasy sebentar, pak.” jawab Cassia sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.
“Terima kasih Pak Rahmat...” jawab gadis itu saat sudah sampai di Dream Fantasy. Cassia segera masuk ke Dream Fantasy karena dia merasa bosan menunggu sendirian di rumah tanpa adanya Niky yang menemani.
Di dalam sana Cassia bermain beberapa wahana seorang diri.
Sementara di lain tempat Niky sedang duduk di kursi kerjanya. Dia menyalakan kembali laptopnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya mengecek laporan keuangan yang masuk.
“tik... tik...” Suara Niky menyalurkan jarinya di keyboard.
Dua jam, setelahnya Niky selesai mengaudit semua laporan yang masuk. Dia lirik arloji di tangan kirinya dan waktu menunjukkan masih kurang dua jam lagi jam kerja akan berakhir.
Niky melihat sketsa di laptopnya dan termasuk mencocokkannya dengan sketsa yang di gambarnya di sebuah buku saku.
“klik...” Niky membuka tas kerjanya untuk mengeluarkan note yang biasa dia pakai untuk sekedar corat-coret mencurahkan ide mentahnya di sana.
“Dimana note ku... ?” ucapnya lirih saat tidak menemukan yang dicarinya. Bahkan dia sampai mengeluarkan seluruh isi tasnya untuk mencari note itu namun tidak menemukannya juga.
Lelaki itu merasa aneh padahal dia yakin sudah memasukkan buku saku nya ke dalam tas.
“Lalu jika tidak ada di dalam tasku maka ada di mana...semoga saja itu tidak ketinggalan di rumah dan Cassia membacanya.” batinnya yang kelihatan cemas.
Niky memasukkan kembali semua isi tas yang telah dikeluarkannya. Dia merasa tidak tenang dan segera ingin pulang ke rumah untuk mencari buku sakunya, namun waktu menunjukkan masih kurang satu jam lagi.
Karena tak ada buku saku yang bisa membantunya bekerja dia pun menggunakan sisa waktu yang ada untuk berselancar di dunia maya menggunakan fasilitas kantor.
Iseng dia membuka web tempat nya kuliah di luar Australia karena merasa ingin menyelesaikan studinya yang tertunda.
__ADS_1
“klik... klik...” Niky melihat statusnya yang masih terdaftar sebagai mahasiswa di sana dan tampak lega karena namanya tidak di coret sebagai mahasiswa S2 di sana.
Dia berdoa dalam hati, semoga suatu saat dia bisa kembali ke sana dan menyelesaikan studinya yang tertunda.
Satu jam berlalu dan Niky keluar dari ruangan kerjanya bersamaan dengan staf lain yang keluar. Dia pun segera bergegas mengendarai maserati putihnya menuju ke rumah kasihan setelah teringat pada note yang masih dia cari.
“klik...” Niky memutar kunci dan segera masuk ke dalam rumah untuk mencari buku sakunya.
setelah menyisir semua tempat akhirnya dia menemukan buku sakunya tergeletak di sebuah meja di ruang tengah.
“Untung saja Cassia tidak tahu ini...” batinnya bernafas lega dan segera memasukkan buku saku nya ke dalam tas.
Dia lalu mencari Cassia ke seisi rumah dan tak menemukannya.
“Mungkin saja dia keluar sebentar membeli sesuatu...” batin Niky yang mencari sampai ke lantai dua.
Baru saja dia masuk ke kamar dan berganti baju, dia mendengar suara mobil berhenti di depan rumah.
Cassia tersenyum saat melihat maserati putih yang sudah terparkir di depan rumahnya dan segera masuk ke rumah.
Sementara itu Pak Rahmat tidak langsung pergi dari rumah itu. Lelaki itu tampak penasaran pada mobil lain yang terparkir di sana.
“Kira-kira itu mobil siapa... temannya nona Cassia atau kekasihnya... ?” batinnya masih berada di sana dan menunggu sebentar karena ingin melihat siapa pemilik maserati putih itu.
Di dalam rumah, Cassia mencari Niky dan mendapati yang lagi itu sedang duduk di depan kamar menunggu kedatangannya.
“Kakak... kau sudah pulang ?” tanya Cassia duduk di sebelahnya sambil memegang lengannya dan menyandarkan kepalanya ke bahu Niky.
“Ya sayang... kau dari mana... ?” balas Niky membalasnya dan merangkulnya.
“Aku ke Dream Fantasy sebentar sambil menunggu kakak pulang. Aku sangat rindu pada mu kak...” ucap Cassia manja sambil menyentuh pipi Niky.
Niky tak tahan saat Cassia mendekatkan wajahnya dan spontan dia langsung mencium bibir gadis itu sambil membawa tubuhnya ke pangkuannya.
Dari luar Pak Rahmat melihat Cassia yang berciuman dengan seorang lelaki dari jendela yang terbuka tirainya.
“Jadi non Cassia sudah punya kekasih... aku akan memberitahukan hal itu kepada tuan nanti.” gumamnya setelah melihat Cassia yang bermesraan.
__ADS_1
Pak Rahmat segera mengemudikan mobilnya ke jalanan dan meninggalkan rumah mewah Cassia.
BERSAMBUNG....