Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 132 Lupa Minum Obat


__ADS_3

Pagi harinya Cassia segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama setelahnya Niky juga bangun kemudian duduk melihat jam di kamar nya yang menunjukkan masih pagi sekali, dia pun kemudian merebahkan dirinya kembali ke tempat tidur.


Selesai mandi Cassia kembali ke kamar Niky untuk berganti baju. Dia melihat Niky yang baru bangun dan menghampirinya.


“Kakak tidak segera bersiap ?”tanya Cassia sambil memakai baju.


Niky duduk si samping Cassia dan memeluknya dari samping sambil mencium rambutnya yang setengah kering.


“Sayang... masih terlalu pagi untuk berangkat kerja. Lagi pula kita bekerja di perusahaan kita sendiri, jadi masuk jam berapa saja tak masalah. Aku masih ingin menghabiskan waktu dengan mu.”ucap Niky lirik berbisik di telinga Cassia.


Cassia berbalik menghadap Niky dan lelaki itu mencium bibir merahnya dan tangannya menghalangi tangan Cassia untuk mengancingkan baju.


“Aah....kakak...”teriak Cassia saat Niky menarik tubuhnya kembali ke atas tempat tidur.


Niky mencium kembali bibir Cassia dan tangannya mulai bergerak melepas satu persatu baju Cassia dan segera memeluk erat gadis itu di bawah tubuhnya.


Dua jam kemudian Niky dan Cassia keluar bersamaan dari kamar setelah selesai bersiap dan jalan ke ruang makan.


“Kakak tunggu di sini sebentar... aku akan membuatkan sarapan pagi untukmu.”ucap Cassia menatap Niky sebentar kemudian berjalan menuju ke dapur.


Tak lama kemudian gadis itu keluar dengan membawa sarapan pagi untuk mereka berdua.


“Ayo kita makan kak...”ucap Cassia mengerjakan Niky segera makan sebelum dingin, dan mereka pun segera memakannya.


Selesai makan mereka berdua pun segera berangkat menuju ke kantor. Cassia yang belum meminum pil kontrasepsi berniat untuk membelinya di apotek terdekat.


“Sayang... kau ikut ke Firma Tech bersama ku kan sekarang ?”ucap Niky menghampiri Cassia dan mengajaknya berangkat bersama menuju ke Firma Tech.

__ADS_1


Niky sengaja melakukannya karena dia yakin jika setelah ini Cassia pasti menuju ke apotek untuk membeli pil, dan dia tak ingin Cassia sampai meminumnya pagi ini.


“Tidak kakak... aku mau the Flower corp dulu. Bagaimana jika nanti siang Aku akan menyusul kakak ke Firma Tech ?”balas Cassia menolak secara halus agar bisa segera pergi ke apotek.


“Tidak sayang... kali ini kau harus menemaniku ke Firma Tech dan melanjutkan tugas semalam.”ucap Niky terus mendesak Cassia.


Cassia pun akhirnya tak bisa menolak ajakan Niky dan dia pun akhirnya mengikuti Niky berangkat menuju ke Firma Tech.


Setelah sampai di Firma Tech, Niky segera mengajak Cassia menuju ke ruangannya.


Niky membuat gadis itu sibuk seharian untuk membantunya.


“Aku heran... kenapa hari ini kakak aneh sekali... aku merasa dia memberiku banyak tugas. Tapi kenapa... ? Ah mungkin hanya perasaanku saja...”gumam Cassia berhenti sebentar menatap monitor dan menoleh ke samping menatap Niky yang tampak sibuk di depan monitor.


“Sayang... ada apa... ?Apa kau merasa lelah... jika begitu sebaiknya kau istirahat dulu. Biar aku yang melanjutkan.”ucap Niky menatap Cassia karena merasa diperhatikan.


Siang hari Cassia akhirnya menyelesaikan pekerjaannya dan dia terburu-buru untuk segera keluar dari sana.


“Kakak Kurasa aku harus segera kembali ke Flower Corp, ada sesuatu yang harus segera ku bereskan.”ucap Cassia.


Niky berusaha menahannya agar tetap di kantornya, namun Cassia bersih keras dan menolaknya hingga akhirnya dia pun bisa keluar dari kantor Niky dan menuju ke perusahaannya.


Di tengah jalan gadis itu melihat sebuah apotek dan berhenti di sana sebentar untuk membeli pil kontrasepsi kemudian segera kembali menuju ke Flower Corp.


Sesampainya di kantor, Cassia segera masuk ke ruangannya.


Baru saja dia duduk, ponselnya berdering. Dia pun setelah mengeluarkannya dan mengangkat teleponnya.

__ADS_1


“Halo... ayah... ada apa ?”ucap Cassia di telepon dan menahan rasa takutnya setelah mendengar suara ayahnya ditelepon.


“Nak... bisa kau datang ke kantor ayah sekarang ?”tanya Wardana.


Cassia semakin gugup dan takut jika ayahnya mengetahui dirinya tidak pulang semalam.


“Emm... ada apa ayah... ?”tanyanya lagi dengan cemas.


“Ada sedikit masalah di kantor. Apa kau bisa kemari sebentar untuk membantu ayah ?”ucap Wardana lagi.


Cassia sedikit lega ternyata ayahnya tidak marah padanya dan hanya meminta bantuan padanya.


“Ya baik ayah... aku akan segera ke sana...”balas Cassia kemudian segera menutup teleponnya setelah panggilan berakhir. Cassia bergegas keluar dari kantornya menuju ke kantor ayahnya berada dan dia pun lupa untuk meminum pil yang baru saja dibelinya.


Tak lama kemudian Cassia tiba di kantor Wardana. Dia segera masuk ke ruangan ayahnya.


“Ayah... ada masalah apa ?”tanya Cassia setelah masuk ke ruangan ayahnya. Wardana pun menjelaskan padanya jika ada sedikit masalah yang membuat salah satu perusahannya mengalami penurunan laba.


Cassia pun membantu ayahnya dan menganalisa untuk mencari penyebabnya. Dia berada di kantor ayahnya sampai sore hari.


Malam harinya begitu sudah ada rumah, dia pun lupa meminum pilnya karena merasa kelelahan dengan aktivitas padatnya sehari-hari.


“Oh... rasanya badanku pegal semua... lebih baik aku tidur sekarang...”gumamnya saat berada di kamarnya.


Cassia pun memberikan tubuhnya di tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2