Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 143 Kembali Ke Tujuan Awal


__ADS_3

Beberapa hari berlalu Cassia dan Niky tak pernah bertemu ataupun saling bertelepon. Setelah beberapa lama tidak masuk kantor Niky pun hari ini masuk kerja.


Di pagi hari dia terbangun dari tidur dan melihat jam dinding yang ada di kamarnya.


“Aku akan bersiap sekarang. Lebih aku fokus untuk mengurusi perusahaan. Jika bisa aku akan membuat perusahaan sebanyak mungkin untuk menjatuhkan Wardana.”ucap Niky untuk menyemangati dirinya dan kembali ke tujuan awalnya, balas dendamnya yang belum berakhir dan belum selesai.


Niky menjadi bersemangat kembali dan mencoba melupakan rasa yang tersisa di hatinya untuk Cassia. Dia pun segera masuk ke kamar mandi.


Tiga puluh menit kemudian dia sudah bersiap lalu keluar dari rumah dan masuk ke maserati putihnya dan menuju ke Global Corp.


“Lama tidak ngantor ke sini pak...”ucap petugas security menyapa setelah Niky tiba di kantor dan turun dari mobilnya.


“Ah... iya pak... masih banyak urusan di Firma Tech.”balas Niky tidak menceritakan yang sebenarnya pada petugas security itu.


“Mari pak...”ucap Niky lagi sambil tersenyum lalu berlalu meninggalkan petugas Security dan masuk ke ruangannya.


Di ruangan Niky duduk diam menatap monitor nya lama. Di sana ada banyak yang sudah dikerjakan oleh Cassia dan hal itu kembali membuatnya teringat pada sosok kekasihnya.


“Cassia... bagaimana keadaanmu sekarang... aku benar-benar tidak tahu. Ku harap kau menemukan lelaki yang tepat untukmu yang lebih baik dari aku.”gumam Niky menatap monitor di depannya sambil tersenyum kecut.


Dia memejamkan matanya sebentar sambil menghirup nafas dalam-dalam kemudian melepaskannya bersamaan dengan dia melepaskan semua rasa yang membebaninya.


“Aku belum selesai... dan aku harus menyelesaikannya hingga akhir.”gumam Niky memberi afirmasi pada dirinya sendiri untuk tetap fokus pada tujuan awalnya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya dia pun mulai menggerakkan jemarinya dengan cepat di atas keyboard dan menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


Dia pun berusaha meningkatkan laba perusahaannya dengan memperbaiki segala aspek dari perusahaannya yang perlu diperbaiki.


Beberapa hari berlalu, Iya masuk ke kantor ke tiga perusahaannya secara bergantian dan menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.


Suatu hari pagi-pagi hari sekali Niky berangkat menuju ke Cassia Group. Seperti biasa dia memarkirkan maserati putihnya di depan kantor.


Di dalam ruangan dia lagi-lagi mengingat banyak kenangan dirinya bersama Cassia namun dia tak mau terus berlarut-larut dalam kesedihan.


“Aku harus fokus...”ucap Niky kembali menyemangati dirinya dan akhirnya dia bisa fokus kembali pada kerjaannya.


Di lain tempat Wardana yang sudah lama tidak mampir ke perusahaan Cassia Group meminta supir pribadinya untuk mengantarnya ke perusahaan itu.


“Mobil itu... itu kan milik bocah bajingan itu. Kenapa dia ada di sini ?”ucap Wardana tampak kesal sekali saat melihat mobil Niky.


Dia pun segera turun dari mobilnya dan berjalan cepat masuk ke kantor untuk mencarinya.


“Kurang ajar sekali dia setelah apa yang dia lakukan pada Cassia kini dia sekarang mengambil alih perusahaan Cassia.”gumam Wardana sambil mengepalkan tangannya kemudian menuju ke ruangan utama.


Di dalam ruangan Niky tampak sibuk. Dia pun menghentikan pekerjaannya sejenak setelah mendengarkan cara langkah kaki masuk ke ruangannya.


“Apa itu Cassia yang ke sini ?”batinnya sambil menatap ke arah pintu dan menunggu gadis itu masuk.

__ADS_1


Niky terkejut saat melihat yang datang bukanlah Cassia namun Wardana. Dia pun berdiri untuk menyambut kedatangannya.


“Bajingan kau... ! Setelah puas merusak Cassia sekarang kau mengambil alih perusahaannya ?”ucap Perdana dengan lantang kemudian menghampiri Niky dan berdiri tepat di depannya.


“Pergi kau dari sini sekarang juga. kau tak diijinkan menginjakkan satu langkah kaki pun di sini. Pergi masa aku akan memanggil kan mu petugas security untuk mengeluarkan mu dengan paksa dari sini !”bentak Wardana dengan. marah.


Sementara itu Niky terlihat tenang sekali dan tersenyum lebar menatapnya. Tanpa bicara dia pun menuju ke brankas untuk mengambil surat akta kepemilikan perusahaan.


“Atas dasar apa kau mengusirku dari sini... ?Bacalah ini !”ucap Niky melemparkan akta perusahaan yang di pegangnya pada tubuh Wardana.


Wardana memungut akta perusahaan yang dilempar Niky kemudian membacanya.


“Apa...ini tidak mungkin !! Kau pasti memaksa putriku untuk melakukannya kan ?”ucap Wardana dengan marah karena dia tahu jika perusahaan itu adalah milik Cassia.


Niky berjalan menghampiri Wardana dan tampak tenang menatapnya.


“Perusahaan ini adalah milikku murni dari hasil kerja kerasku sendiri. Dan aku sengaja memberinya nama Cassia untuk mengelabui mu.”jawab Niky sambil tersenyum lebar pada Wardana.


“Apa... ??Jadi kau sudah merencanakan semuanya dengan matang dan menggunakan putriku sebagai pion mu ??!”ucap Wardana yang merasa putra Osman itu selangkah lebih maju darinya dan memberinya tamparan cukup keras.


Wardana pun segera hengkang dari perusahaan itu dengan marah dan menuju ke rumah untuk meminta penjelasan pada Cassia.


Sementara itu Niky berjalan kembali menutup pintu ruangan lalu kembali ke tempat duduknya. Dia tersenyum puas mengingat ekspresi Wardana yang syok dan tampak terpukul. Dia merasa kemenangan untuknya sudah ada di depan mata.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2