Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 128 Penat


__ADS_3

Niky masih tidak tahu kunci apa yang di pegangnya saat ini dan menanyakannya pada Cassia.


“Sayang... ini kunci apa ?”tanya Niky melihat kunci di tangannya sambil menatap Cassia.


Cassia tersenyum lebar dan berbisik di telinganya.


“Kakak... itu kunci perusahaan ku yang baru. Aku sepenuhnya menyerahkan pada kakak.”ucapnya lirih sambil tersenyum.


Niky diam dan menatap kekasihnya. Dia tampak berpikir rencananya kali ini benar-benar berjalan sesuai dengan yang direncanakannya. Tanpa perlu dia meminta sebuah perusahaan, gadis itu memberikannya sendiri secara suka rela tanpa paksaan.


Dia pun merasa puas dan tersenyum dalam hati karena hal itu meskipun apa yang diucapkannya berlawanan dan apa yang ada di hatinya.


“Sayang...kau bilang ini kunci perusahaan baru untukku... ? Bagaimana bisa kau melakukan semua ini... kenapa aku bisa tidak tahu...”ucap Niky senyum lebar menatap kekasihnya.


Cassia mengangguk dan memberitahunya jika dia sengaja membuat kejutan untuknya.


“Lalu sayang... kau menggunakan seluruh tabunganmu lagi untuk membangun perusahaan baru ini ?”tanya Niky penasaran.


Cassia menggeleng sambil tersenyum dia pun kemudian bercerita Jika dia mendapatkan bantuan dari ayahnya yang sepenuhnya membantunya.


“Hmm.... jadi Wardana rela mengeluarkan berapa pun untuk Cassia... senang sekali rasanya bisa menipumu...”batin Niky Tersenyum Dalam hati setelah mendengar penjelasan kekasihnya.


“Sayang... aku tak bisa menerima pemberianmu ini.”ucap Niky berakting dan menyerahkan kembali kuncinya pada Cassia sambil tersenyum kecil padanya.

__ADS_1


“Kakak... jangan seperti itu...ku mohon kakak terima saja ini. Dan aku pastikan ayah tak akan bisa mengganggu kepemilikan perusahaan ini....”jawab Cassia yang mengembalikan kunci pada Niky dan terus mendesaknya agar mau menerimanya.


“Sayang... aku tidak tahu maksudmu...”balas Niky menerima Kembali kunci dari Cassia.


Cassia menyerahkan dokumen yang dia bawanya berupa berkas akta kepemilikan perusahaan yang dia nama kan Niky sebagai pemiliknya.


Niky menerima berkas itu dan membacanya. Dia sekali lagi tersenyum lebar karena semua rencananya berjalan mulus.


“Ah sayang... kau... kenapa kau melakukan hal ini...”tanya Niky lagi yang masih tak percaya dengan berkas yang dipegangnya.


Dia pun berterima kasih pada kekasihnya dan memeluk Cassia dengan erat. Sementara Cassia merasa senang dan lega rasanya mau menerima sedikit pemberiannya untuk Kenapa semua rasa sakit Niky sebelumnya.


Beberapa minggu kemudian Niky dan Cassia berada di rumah mereka yang berada di dekat kawasan Dream Fantasy. Seperti biasa mereka berdiskusi dan mendiskusikan tentang perusahaan baru yang akan mereka buka sebentar lagi.


“Kakak... aku sudah bilang sebelumnya pada kakak perusahaan itu sepenuhnya milik kakak. Jadi aku serahkan semuanya pada kakak. terserah Kakak mau membuka usaha apa...”balas Cassia sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Niky.


“Bagaimana jika aku membuka jasa IT saja... ?”tanya Niky setelah terlintas sebuah ide brilian.


“Ya kakak... terserah kakak... apa saja kali ini aku akan mendukung mu.”balas Cassia menatap Niky dengan mesra.


Setelah lama beresolusi dan berada di luar, Niky membopong Cassia turun turun dari lantai dua dan membawanya masuk ke kamarnya lalu membaringkannya ke tempat tidur.


“Kakak... apa yang kakak lakukan...”ucap Cassia mengalungkan tangannya ke leher Niky.

__ADS_1


“Aku rindu pada mu sayang...”balas Niky kemudian mencium bibir Cassia dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka dan melepas rindu.


Tepat dua bulan setelah Niky mendiskusikan perusahan barunya, di lokasi yang tak jauh dari Flower Corp berada, berdirilah sebuah perusahaan baru yang bergerak di bidang jasa IT dan Niky menamai perusahaannya itu Firma Tech.


Dari kejauhan Wardana memantau perusahaan baru milik Cassia, Firma Tech.


Suatu pagi sebelum dia berangkat menuju ke perusahaannya, dia meminta sopir pribadinya untuk mengantarnya menuju ke Firma Tech.


“Berhenti di sini saja...”ucap Wardana pada sopirnya.


Wardana berhenti di seberang jalan jauh dari Firma Tech. Dia melihat di sana ada mobil Cassia yang baru masuk dan melihat gadis itu turun dari mobil kemudian berjalan masuk.


“Ayah sangat berharap padamu... tapi kali ini ayah yakin kau pasti bisa membuat perusahaan ini go public lagi seperti sebelumnya.”batinnya tersenyum lebar menatap Cassia dari kejauhan.


Setelah puas melihat, Wardana pun meminta sopirnya untuk segera melajukan kembali mobilnya menuju ke kantornya.


Di lain tempat, Niky yang saat ini masih berada di kantor tempatnya bekerja tampak sibuk memeriksa semua laporan yang masuk padanya dan menurutnya tak ada habisnya. Semakin lama pekerjaannya bertambah banyak dan dia merasa waktunya habis untuk perusahaan itu. Padahal dia harus berkonsentrasi pada perusahaannya sendiri Apalagi ditambah dengan satu perusahaan lagi sekarang.


“Huft.... ku rasa pekerjaan tak ada habisnya. Besok aku juga harus memeriksa laporan Global Corp...”desah Niky yang merasa lelah setelah mengerjakan tugasnya seharian penuh.


Dia pun duduk bersandar pada kursi dan pikirannya melayang pada perusahaan barunya sekarang.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2