Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 131 Menginap


__ADS_3

Niky pun akhirnya mendapatkan sebuah rumah yang nyaman untuk dia tinggali yang dia belinya sendiri meskipun sebenarnya Cassia ingin ikut menyumbangkan sedikit tabungannya untuk membeli rumah itu.


Rumah Niky berjarak tak jauh dari lokasi perusahaannya. Dan hanya dibutuhkan waktu 10 menit saja menuju ke perusahaannya.


Cassia sering main ke rumah Niky tapi tidak pernah menginap di sana di karenakan rumah itu terlalu dekat dengan perusahaan dan memungkinkan anak buah ayahnya berkeliaran memantau aktivitasnya.


Suatu hari di suatu siang, Cassia yang saat itu berada di Flower Corp keluar dari perusahaan Itu menuju ke tempat parkir.


“brak...”Cassia masuk ke mobil kemudian menutup pintunya kembali. Dia melanjutkan mobilnya menuju ke Firma Tech, dimana Niky berada sekarang.


Cassia segera memarkirkan mobil kuningnya dan masuk menuju ke ruangan Niky.


“Kakak...ayo kita makan sebentar...”ucap Cassia berdiri di samping Niky yang kelihatan sibuk dan serius.


Cassia menaruh tas berisi makanan ke meja di samping Niky lalu kembali berdiri di belakangnya untuk melihat apa yang dikerjakan Niky saat ini.


“Cassia...aku belum selesai, sebentar lagi biar aku selesaikan dulu yang ini.”jawab Niky tetap menatap monitor di depannya tanpa menoleh ke belakang.


Cassia menekuk tubuhnya ke depan sambil mengalungkan tangannya ke leher Niky.


“Kakak... sudah itu nanti saja dilanjutkan. Sekarang kita makan dulu saja. Aku tak ingin kakak sampai sakit karena telat makan.”ucap Cassia lagi memaksa lelaki itu sambil menempelkan wajahnya ke pipi Niky.


“Sayang... kau ini...”balas Niky berhenti menggerakkan tangannya di atas keyboard lalu menyentuh pipi Cassia dan menciumnya.


Niky pun berdiri kemudian Cassia menarik tangannya dan mengajaknya duduk di kursi lain untuk makan berdua.


Setelah selesai makan Niky pun kembali ke tempat duduknya dan menatap monitor untuk melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai.

__ADS_1


Cassia yang melihat hal itu tak tega membiarkan Niky bekerja sendirian.


“Kakak biar ku bantu...”ucap Cassia duduk di sebelah Niky dan menatap monitor yang ada di depannya. Mereka berdua kemudian bekerja sama menyelesaikan pekerjaan hari itu.


Namun ternyata meskipun sudah dibantu oleh Cassia, mereka baru selesai pada sore hari menjelang petang.


“Sayang kita pulang saja ini hampir malam...”ucap Niky menghentikan pekerjaannya dan mematikan komputer meskipun masih ada sedikit yang harus di edit.


“Ya kakak...”balas Cassia lalu ikut mematikan komputer di depannya.


Mereka berdua keluar dari kantor dan menuju ke parkiran dan menuju ke mobil masing-masing.


“Sayang... hari ini mampirlah ke rumah sebentar.”ucap Niky menarik tangan Cassia yang akan masuk ke mobil kuning.


“Tapi kak...”jawab Cassia menolak.


Cassia pun tak bisa menolak dan akhirnya menyetujui permintaan Niky. Cassia pun akhirnya masuk ke mobil kemudian mengikuti Niky yang sudah melaju di jalanan menuju ke rumah.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah Niky. Niky duduk sebentar di kursi untuk merilekskan baunya yang terasa tegang.


“Kakak... aku mandi dulu saja...”ucap Cassia menaruh tas yang di bawahnya ke samping tempat Niky duduk lalu meninggalkannya dan pergi ke kamar mandi.


Niky melihat tas Cassia awalnya dia hanya bermaksud memindahkannya saja ke meja namun akhirnya dia penasaran juga dan akhirnya dia membuka tas kekasihnya untuk melihat isinya.


Secara tak sengaja Niky menemukan sebuah pil dari dalam tas Cassia dan mengambilnya.


“Pil apa ini...”gumam Niky saat mengambil butiran pil kecil kemudian membaca labelnya.

__ADS_1


“Oh... jadi ini... pantas saja dia tidak hamil juga sampai saat ini.”gumam Niky setelah mengetahui pil apa itu. Namun Niky tidak mengembalikan pil kontrasepsi itu dan membuangnya ke tong sampah.


Niky menutup kembali tas kasihan dan menaruhnya ke meja tepat di saat gadis itu keluar dari kamar mandi.


Cassia masuk ke kamar Niky untuk menyisir rambutnya. Tiba-tiba Niky ikut menyusulnya dan masuk ke kamar lalu menutup pintunya.


“Biar ku bantu menyisir rambutmu...”ucap Niky yang berdiri di belakang Cassia lalu mengambil sisa dari tangan Gadis itu dan mulai menyisir rambut panjangnya.


Selesai menyisir rambut Cassia, Niky menyibak rambut kekasihnya dan mulai mencium lehernya.


“Ah... kakak...”


Cassia menyentuh tangan Niky lalu berdiri dan berbalik menghadap Niky.


“Sayang... malam ini saja menginaplah di sini...”bisik Niky lembut di telinganya.


Cassia tak bisa menolak saat Niky mencium bibirnya. Dia pun membalas ciuman Niky. Dan sesaat kemudian Niky menariknya ke tempat tidur.


“Sayang aku rindu pada mu...”ucap Niky saat memeluk tubuh Cassia dan menutupinya dengan selimut.


Cassia hanya bisa pasrah dan memeluk erat Niky yang berada di atas tubuhnya dan sesekali memejamkan mata.


Beberapa jam kemudian Niky keluar dari kamar. Cassia duduk dan mengambil tasnya yang sudah dia taruh di meja rias dan mencari pilnya.


“Dimana pil nya... kenapa tidak ada apa aku lupa membawanya...”batin Cassia yang panik saat tidak menemukan pil kontrasepsinya.


Cassia menara kembali tasnya kemeja dan mencoba tenang. Dia berpikir semuanya akan baik-baik saja dan dia akan meminum pilnya besok pagi dua kali dosis dari biasanya yang dia minum.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2