Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 123 Pergi Ke Rumah Niky


__ADS_3

Satu minggu kemudian di akhir pekan di pagi hari setelah bangun dari tidur, Niky segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


“kring...kring...kring...” suara ponsel Niky yang berdering di meja kamar tidur.


Niky yang masih berada di kamar mandi segera keluar dari kamar mandi setelah mendengar ponselnya yang berdering terus menerus.


“Ya tunggu dulu...”ucap Niky sambil mengambil handuk dari gantungan kemudian menutupkan ke tubuhnya.


Niky berjalan cepat menuju ke kamar kemudian meraih ponselnya di meja.


“Halo sayang ada apa... aku dari kamar mandi barusan.”ucap Niky menjawab panggilan telepon dari Cassia.


“Oh.... ku kira kakak masih tidur. Kak... hari ini aku free. Kakak tak ingin keluar jalan-jalan ?”tanya Cassia sambil berdiri di dekat pintu kamarnya dan bersandar pada dinding.


“Kau ingin kita keluar ke mana kali ini...”jawab Niky kemudian duduk di tempat tidurnya.


Cassia sebenarnya tak ingin jalan-jalan dia hanya ingin pergi bertemu dengan keluarga Niky, agar dekat dengan keluarganya.


“Apa kakak tidak pulang hari ini...”ucap Cassia mengawali pembicaraannya.


“Ya aku memang pulang hari ini tapi jika kau ingin pergi ke suatu tempat tak apa, aku bisa pulang ke rumah setelahnya.”balas Niky memberikan pilihan.


“Kakak... ku rasa Lebih baik aku ikut dengan kakak saja ke rumah.”jawab Cassia singkat. Tak ada jawaban dan gadis itu diam menunggu Niky bicara.


“Jika aku menolak permintaan Cassia saat ini pasti dia akan berpikir negatif padaku. Tapi jika aku mengajaknya... bagaimana nanti aku menjelaskan hubungan ku pada ibu ?”batin Niky yang kelihatan bimbang dan masih terdiam.


Niky berdiri kemudian menuju ke meja dan mengambil parfum yang ada di sana kemudian menyemprotkan ke seluruh tubuhnya sambil berpikir.


“Sayang... aku mau berangkat setelah ini. Apa kau sudah siap ?”tanya Niky beralasan agar gadis itu sendiri yang memutuskan untuk membatalkan niatnya pergi bersama dirinya.

__ADS_1


“Ya kakak... aku sudah siap dari tadi. Aku tinggal menunggu kakak menjemput ku saja kalau begitu.”jawab Cassia sambil tersenyum kecil karena mengira Niky mengizinkan dirinya ikut bersamanya.


Niky tampak terkejut dan hanya bisa menelan ludah karena ternyata Cassia malah sudah siap.


“Oh... ya sayang... jika begitu aku akan menjemputmu setelah ini. Aku ganti baju dulu.”balas Niky dengan terpaksa dan tak bisa beralasan lagi kali ini.


Niky mengakhiri panggilan dan dia pun segera mengenakan pakaiannya. Dia pun bergegas keluar dari rumah menuju ke rumah Cassia sebelum dia bertemu kembali dengan Wardana.


Di dalam mobil Niky tampak gelisah dan dia pun seringkali menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya sendiri.


Seperti biasa Niky tiba di depan rumah Wardana. Dia berhenti di seberang jalan rumah Wardana untuk menunggu kekasihnya keluar.


“tap... tap... tap...” Setelah lima menit menunggu dari rumah Wardana, Cassia keluar dan petugas security di sana membukakan pagar untuknya.


“Dia sudah keluar...”batin Niky saat melihat gadis itu melambaikan tangan di depan pagar ke arahnya.


Niky memutar balik mobilnya dan menghampiri Cassia. Dia segera membukakan pintu mobilnya.


Setelah melihat kekasihnya memasang sabuk pengaman, Niky melajukan mobilnya menuju ke rumah ibunya.


“Kau sudah sarapan belum pagi ini ?”tanya Niky sambil menoleh ke arah Cassia.


“Ah... belum kakak... nanti saja kita sarapan bersama setelah sampai di rumahmu.”jawab Cassia sambil tersenyum senang dan sama sekali tidak merasa lapar.


Niky kembali menatap ke depan dan fokus mengemudikan mobilnya menuju ke rumah. Tak Berapa lama kemudian mereka tiba di rumah.


“ckiit...”Niky menghentikan mobilnya kemudian mematikan mesinnya di garasi rumah.


Seperti biasa Fiona dan Devan yang berada di kamar mengintip dari jendela dan langsung berlari keluar dari kamar untuk menyambut kedatangan kakaknya.

__ADS_1


Niky turun dulu saat Cassia masih melepas sabuk pengaman nya. Sementara itu Fiona dan Devan langsung menghampiri Niki dan menarik tangannya mengajaknya untuk segera masuk ke rumah.


“Kakak... ayo masuk...”ucap Fiona berjalan menarik kakaknya. Namun Niky tetap diam dan menetapkan arah mobilnya.


“Sebentar...”jawab Niky melepas tangan adiknya kemudian berdiri di samping mobilnya menunggu Cassia keluar.


Tak lama kemudian Cassia keluar dan menghampiri Niky yang berdiri menunggunya.


Fiona dan Devan terlihat terkejut saat kakaknya hari ini tidak pulang sendirian melainkan bersama seorang gadis cantik yang baru dilihatnya.


Cassia memegang lengan Niky dan tersenyum pada dua adik Niky menata Fiona dan dewan secara bergantian.


“Pasti ini Fiona ya...”ucap Cassia membungkukkan tubuhnya sambil menepuk bahwa Fiona dan tersenyum padanya.


“Kakak ini... adalah kakak Cassia... ?”ucap Fiona balas tersenyum dan menatap wanita cantik di depannya.


Cassia mengangguk dan kembali tersenyum lalu menepuk bahu Devan.


“Cassia ini Devan dan Fiona...” kecap Niky memperkenalkan dua adiknya pada kekasihnya.


“Fiona... Devan ini kakak Cassia...”ucap Niky memperkenalkan Cassia pada dua adiknya.


“Sudah... kita lanjutkan ngobrolnya di dalam saja...”ucap Niky salah memperkenalkan mereka.


Fiona yang merasa senang dengan kehadiran tamu seorang wanita menghampiri Cassia dan mengajak nya masuk ke rumah.


Dia merasa senang bisa bertemu langsung setelah selama ini penasaran pada kekasih kakaknya itu.


Dalam hati Fiona mengagumi kecantikan Cassia dan kelembutan gadis itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2