Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 108 Resmi Beroperasi


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Niky keluar dari ruang makan dan menuju ke ruang tes untuk melakukan tes interview.


“Nomor peserta tes 300, silakan masuk ke ruangan.” ucap Niky memanggil peserta tes yang menunggu di luar ruangan.


Seorang gadis yang merupakan pasarta tes masuk ke ruangan tes. Gadis itu tampak memandangi Niky dan mengaguminya dalam hati saat tes interview belum dimulai. Sehingga saat interview dimulai dan iki menanyakan beberapa hal gadis itu tampak gugup.


“Saudari Inka... bisa jelaskan apa tujuan anda melamar pekerjaan di sini...?” ucap Niky melempar pertanyaan.


“Ah itu... ya... em... untuk mencari pengalaman kerja.” jawab gadis tadi dengan terbata-bata.


“Kenapa peserta tes ini gugup sekali...” batin Niky kemudian mengajukan pertanyaan selanjutnya. Namun gadis tadi tetap menjawabnya dengan gugup dan terbata-bata sampai akhir dari tes.


“Baik saudari Inka silahkan ditunggu panggilan tes berikutnya. jika memang masuk kualifikasi kami akan menghubungi anda.” ucap Niky mengakhiri sesi interview dengan gadis tadi.


“Baik... baik pak... terima kasih.” jawab gadis tadi lalu keluar dari ruangan tes.


“Peserta tes nomor 301, silakan masuk.” ucap Niki memanggil peserta tes berikutnya melalui microphone yang terdengar keras sampai keluar ruangan.


Seorang peserta tes lelaki memasuki ruangan tes. Niky segera memulai tes interview karena di luar masih banyak pelamar lainnya yang masih menunggu dan dia ingin menyelesaikan tesnya hari ini.


Setelah peserta tes tadi keluar, masuk lagi peserta tes lain ke ruang tes setelah Niky memanggilnya.


Dari ruang lain Cassia memperhatikan jalannya tes. Dia merasa jika peserta tesnya adalah seorang gadis, para para peserta tes itu tampak kikuk, sedangkan jika peserta tesnya seorang lelaki semuanya berjalan normal.

__ADS_1


“Apa mungkin para peserta tes yang merupakan seorang perempuan itu terpesona pada Kakak Niky ? Aku tak bisa membiarkannya...” gumam Cassia.


Gadis itu lalu keluar dari ruangan dan masuk ke ruang tempat Niki mengadakan tes saat ruang tes itu kosong.


“kriek...” Cassia membuka pintu dan masuk ke ruangan.


“Cassia ada apa...” ucap Niky sambil menoleh ke belakang menatap Cassia.


Gadis itu dan berdiri di samping Niky lalu membungkukkan tubuhnya seraya berbisik.


“Kakak kurasa aku perlu membantumu kali ini. Aku akan mengunjungi peserta tas wanita dan kakak peserta tes laki-laki.” bisik Cassia dengan lembut lalu kembali berdiri tegak.


“Tapi sayang kenapa harus begitu...?” tanya Niky yang tidak mengerti apa alasan nya.


“Aku tidak suka saja para gadis itu melihat kakak seperti itu...” balas Cassia dengan sedikit cemberut dan iki hanya tersenyum saja menanggapi nya.


Tak berapa lama kemudian Cassia masuk ke ruang tamu lain dan memanggil para peserta tes perempuan sedangkan Niky memanggil para peserta tes laki-laki.


Dua jam kemudian tas interview akhirnya selesai. Cassia dan Niky keluar dari ruang kelas dan duduk di lobby.


“Lelah sekali rasanya...” ucap Cassia menyandarkan kepalanya ke bahu Niky.


“Terima kasih sayang... berkat bantuan mu semuanya selesai. Aku akan memberikan hadiah sebagai gantinya nanti malam...” bisik Niky mesra di telinga Cassia.

__ADS_1


Cassia hanya diam yang tersenyum saja menatap Niky sambil meminum satu botol air mineral untuk mengusir rasa hausnya.


Satu minggu berikutnya Cassia memanggil para peserta tes yang lolos tes interview dan meminta mereka datang ke perusahaan untuk mengikuti tes tulis.


Minggu berikut nya para peserta yang lolos tes tulis mengikuti tes berikutnya yang menentukan mereka akan lolos menjadi staf di sana atau tidak.


Satu bulan berikutnya perusahaan milik Niky resmi beroperasi setelah Cassia dan Niky berdiskusi menentukan peserta tes mana saja yang mereka pilih untuk menjadi staf di perusahaannya.


Hari pertama masuk kerja.


Para staf baru datang pagi-pagi sekali ke perusahaan Niky. Di sana sudah ada Niky yang sudah menunggunya untuk memberikan sedikit pengarahan dan penjelasan pada mereka semua mengenai pekerjaan, tugas dan apa saja yang harus mereka lakukan, karena Niky hanya izin sebentar dari kantornya untuk memberi pengarahan itu.


Niky mengumpulkan para tokoh baru di sebuah ruang meeting yang luas.


“Baiklah semuanya... sekian dulu pengarahan kali ini. Kuharap kalian semua bekerja dengan memberikan yang terbaik pada perusahaan ini.” ucap Niky mengakhiri pengarahannya.


Semua staf baru keluar dari ruang meeting dan menuju ke ruangan masing-masing. Mereka sudah mendapatkan job desk masing-masing di bagian seksi.


“Semoga saja perusahaan ini bisa berjalan dan bisa sukses melebihi perusahaan Wardana.” batin Niky keluar dari ruang meeting dan perjalanan menuju ke lantai lima.


Cassia Group resmi mulai beroperasi hari ini dan kita tunggu bagaimana perkembangan nya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


*****×*********×****×*********×****


Dear membaca semangat terima kasih sudah membaca novel ini. Tolong dukung penulis dengan memberikan komentar meskipun hanya singkat. Terima kasih banyak 😆❤️❤️❤️


__ADS_2