
Cassia yang merasa cemas hanya diam dan berdiri mematung melihat sikap ayahnya. Dia mencoba untuk bersikap tenang dan wajar seperti biasanya walaupun dia tahu jika sebenarnya mungkin ayahnya sempat melihat mobil Niky dan saat ini sedang mencarinya.
Wardana melihat ke arah jendela untuk mencari mobil milik Niky di area parkiran namun tidak ada.
“Kemana mobil putih tadi... cepat sekali menghilang...”batin Wardana saat melihat maserati di putih milik Niky sudah raib dari sana.
Wardana berbalik kemudian duduk di kursi setelah tak menemukan apa yang dia cari.
“Bagaimana ayah bisa curiga dan mencari mobil Kakak Niky ?”batin Cassia kemudian duduk di kursi di depan ayahnya dan mencoba untuk tenang berharap semoga saja ayahnya tidak membahas hal itu.
“Cassia bagaimana hari pertama mau kerja di perusahaan baru mu ?”tanya Wardana menatap Cassia yang duduk diam tak bergeming.
“Seperti yang ayah lihat sekarang semuanya lancar....aku tidak menyangka ayah datang sepagi ini ke kantor...”balas Cassia merasa lega ternyata ayahnya tidak membahas hal lainnya.
“Ayah harap perusahaan ini bisa go public seperti Cassia Group.”ucap Wardana lagi sambil menyadarkan tubuhnya ke kursi.
“Ya ayah... terima kasih atas support ayah selama ini. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan ayah.”jawab Cassia sambil tersenyum kecil.
Mereka berdua kemudian bercakap-cakap ringan seputar perusahaan dan tak membahas hal lainnya. Hingga di tengah pembicaraan, Cassia coba terkejut oleh ayahnya.
“Cassia... apa ada sesuatu hal yang kau sembunyikan dariku...?”tanyanya tiba-tiba sambil menatap tajam pada Cassia.
Cassia tampak gugup karena tak menyangka ayahnya kan menanyakan ha itu.
“A-apa maksud ayah... aku tidak menyembunyikan apapun dari ayah...”balas Cassia dengan terbata-bata.
__ADS_1
“Nak... ayah bisa tahu meski kau menyembunyikan hal itu dengan rapi dari ayah...”balas Wardana sambil tersenyum kecil menatap putrinya.
Cassia tanpa ketakutan melihat senyuman ayahnya dan kali ini dia pasti ndak bisa berkelit darinya.
“Aku benar-benar tidak tahu apa yang ayah maksud...”balas Cassia mencoba tenang di depan ayahnya dan bersiap bersiap menerima pertanyaan lainnya.
“Hmm... ayah tahu kau punya seorang kekasih sekarang. Kenapa kau tak mengenalkannya pada ayahmu ini.. ?”tanya Wardana lagi yang membuat Cassia kaget dan hanya terdiam.
“Emm... ayah... aku hanya berteman dekat saja dengan nya.”balas Cassia menyangkal hubungannya dengan Niky.
Wardana kembali tersenyum kecil melihat putrinya yang sedikit gemetar di depannya karena menutupi kebohongan tentang hubungannya dengan seorang lelaki.
Tiba-tiba Wardana berdiri dan menghampiri Cassia. Lelaki itu kemudian menyentuh bahu Cassia dari belakang.
Sontak Cassia menggeser kursinya menjauh dari ayahnya lalu menoleh pada Wardana.
“Ayah... ini... aku bisa jelaskan semuanya...aku-aku... ya benar aku dekat dengan seorang lelaki.”balas Cassia akhirnya mengaku daripada ayahnya membongkar semua hal lainnya.
Wardana tersenyum lebar kemudian berjalan keluar dan berhenti sebentar untuk menoleh ke belakang.
“Ku harap kau memperkenalkan pada ayah seorang lelaki yang hebat.”ucap lelaki itu kemudian berjalan kembali keluar dari ruangan Cassia dan menuju ke lift.
Cassia tampak lega setelah ayahnya pergi dari ruangannya.
Gadis itu masih gemetar setelah semuanya aman dan baik-baik saja dan yang lebih penting ayahnya tidak mengusut hubungannya dengan Niky.
__ADS_1
Di luar kantor Cassia, Wardana kembali menatap ke tempat di mana mobil Niky terparkir sebelum dia masuk ke mobilnya.
“Cepat atau lambat aku pasti akan bertemu denganmu. Dan bersiap saja... jika kau tak pantas bersanding dengan Cassia, maka jangan salahkan aku.”gumam Wardana kemudian masuk ke mobil dan meminta supir untuk segera melanjutkan mobilnya menuju ke perusahaannya.
Sementara itu di lain tempat Niky sudah tiba di rumah ibunya dan saat ini dia sudah menikmati waktu bersama keluarganya.
Niky duduk di kursi setelah sampai dari perjalanan. Ibu kembali dari dapur dengan membawa segelas minuman untuk Niky.
“Nak minumlah ini...”ucap Ibunya Niky menaruh gelas di meja kemudian duduk di samping Niky.
“Terima kasih ibu...”jawab Niky kemudian segera mengambil minuman yang di suguhkan oleh ibunya lalu meminumnya.
Ibu merasa senang melihat Niky yang tampak segar dan tubuhnya yang menjadi sedikit berisi setelah beberapa pekan tidak bertemu dengannya.
“Ada kabar apa nak... oh ya Bagaimana dengan perusahaan yang dulu pernah kau tunjukkan padaku... apa itu sudah selesai pembangunannya saat ini... ?”tanya ibu sudah setelah teringat pada perusahaan yang dulu pernah ditunjukkan Niky padanya.
Niky meletakkan kembali gelasnya ke meja. Dia pun mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan beberapa foto yang masih disimpannya di sana pada ibunya. Dia juga menceritakan pada ibunya jika dia sudah selesai membangun perusahaan yang kedua.
Ibu melihat lagi foto-foto yang ada di ponsel Niky. Dia berhenti melihat satu foto dimana di foto itu terpasang nama perusahaannya.
“Cassia Group... kenapa Niky memberi nama perusahaannya dengan nama seorang gadis. Apa itu nama kekasihnya... ?”batin sang ibu setelah membaca nama yang tertera di plang dan menyimpulkannya sendiri.
“Nak... apa kau punya seorang kekasih sekarang... ?”tanya ibu tiba-tiba yang membuat membuat Niky terkejut.
BERSAMBUNG....
__ADS_1