
Sisca mengantar Niky ke sebuah ruangan. Sesampainya di kamar dia meminta Niky untuk beristirahat sebentar di tempat tidur yang ada di ruangan itu.
“Niky kau tidurlah dulu, nanti aku akan membangunkan mu. Aku pergi dulu, masih ada urusan sebentar.” ucapnya pada Niky setelah membantu lelaki itu berbaring di tempat tidur.
Sisca kemudian keluar dari kamar itu dan menutup pintu kembali mengikuti acara pertemuan yang masih berlangsung dan belum selesai.
beberapa jam kemudian setelah acara perjamuan di hotel itu selesai, Sisca terlihat berjalan Kembali menuju ke kamar di mana Niky berada.
“kriek...” Sisca membuka pintu kamar tempat Niky berada.
“klik...” wanita itu segera mengunci pintunya kembali setelah masuk.
Di dalam tampak Niky yang terlihat merasa panas dan lelaki itu melepas jas yang dikenakannya.
“Ternyata dia belum tertidur...” gumam Sisca menatap Niky yang duduk di tempat tidur.
Niky yang merasa masih pusing dan pandangan matanya sedikit kabur melihat Naomi masuk ke kamar tempat dia berada.
“Naomi... kenapa kau tahu aku ada di sini ?” tanya Niky pada Sisca yang melihatnya sebagai Naomi.
Sisca berjalan menghampiri Niky. duduk di sebelahnya.
“Naomi... lelaki ini mengira aku sebagai Naomi. Siapa dia... apa dia kekasihnya Niky ?” batin Sisca menebak-nebak.
“Ah sudahlah aku tak perduli siapa itu Naomi. Yang terpenting hari ini kau akan jadi milikku...” batin Sisca tersenyum tipis menatap Niky.
“Niky... kau tampak gerah... aku akan membantumu melepas baju.” ucap Sisca pada Niky berada dalam pengaruh obat aphrodisiac.
“Entah kenapa aku merasakan tubuhku semakin bertambah panas saat kau menyentuh kulit ku...” ucap Niky pada Sisca.
Sisca menaruh jari telunjuknya di bibir Niky yang membuat lelaki itu menyingkirkan jari Sisca dari sana dan membuatnya semakin tak bisa mengontrol dirinya.
“Argh... !!!” teriak Niky saat Sisca menarik tubuhnya ke tempat tidur.
__ADS_1
Entah siapa yang memulai duluan tampak Sisca sedang mencium Niky dengan penuh nafsu dan lelaki itu hanya mengimbangi wanita itu dan terjadilah apa yang diharapkan oleh Sisca.
Sebelum fajar menyingsing, Sisca yang tertidur di samping Niky membuka matanya. Dia merasakan seluruh tubuhnya menjadi segar. Dia menarik selimut yang menutupi tubuh polos mereka berdua.
“Dia masih tidur....” gumam Sisca lalu segera bangkit dari tidurnya dan mengenakan gaunnya kembali sambil tersenyum puas menatap Niky yang masih tertidur pulas.
“Aku harus pergi dari sini...” ucapnya mengambil tas yang ditaruhnya di atas meja.
Sebelum keluar wanita itu mengambil note dari balik tasnya dan juga sebuah pen. Tampak Sisca menuliskan sesuatu di atasnya lalu dia mencium kertas itu dan meninggalkan tanda bibir merahnya di atas kertas tadi lalu menaruhnya di meja dekat dengan Niky.
“Oh ya aku lupa dengan ini...” gumam wanita itu lagi lalu mengeluarkan berkas dari Niky yang sudah dia bubuhi tanda tangannya sebelumnya dan menaruhnya di sebelah surat yang dia taruh tadi.
“bam... !” Sisca keluar dari kamar dan menutup kembali pintunya. Dia segera keluar dari hotel dan menuju ke mobilnya untuk pulang ke rumah.
Satu jam kemudian Niky tersadar. Dia masih sedikit merasakan pusing dan membuka matanya. Betapa terkejutnya dia saat mendapati dirinya ada di sebuah kamar hotel.
“Apa yang terjadi...?” ucapnya yang bingung karena tidak ingat apa yang terjadi pada dirinya semalam.
“Ini.... a-aku...” ucap Niky yang terkejut sekali saat mendapati tubuhnya polos berada di balik selimut putih yang menutupinya.
“Tunggu... apa yang terjadi semalam...” Niky memegang kepalanya agak rusak mengingat kejadian semalam.
“Ya benar... semalam aku bersama dengan Sisca... setelah itu dia mengantarku ke sini dan aku tak tahu apa yang terjadi setelahnya...” gumamnya setelah berhasil mengingat kejadian semalam.
Wajahnya semakin terlihat panik ketika mengingat Naomi semalam mendatanginya dan akhirnya mengingat apa yang mereka lakukan.
“Jangan bilang semalam aku...” ucapnya tampak shock berat dan merinding membayangkan nya.
“Argh.... tidak... aku dan Sisca semalam sudah... sudah...melakukannya...” teriaknya dengan keras setelah menyadari apa yang di perbuat wanita itu padanya.
Niky tampak menundukkan kepala dengan tangan mengepal erat dan tubuhnya gemetar setelah mengetahui wanita itu mengambil keuntungan darinya saat dia dalam kondisi dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar.
“Hah... lagi-lagi hal ini terjadi padaku. Kenapa aku tidak waspada...” keluhnya meratapi nasibnya yang malang dan tampak sedih.
__ADS_1
“tick... tack...” Niky menatap jam dinding yang berdetak ruangan itu, dia pun segera bangkit dari tempat tidur dan mengenakan kembali pakaiannya.
“Hah... sungguh sial memang menjadi orang tampan. Aku harus sering kehilangan mahkota ku. Dan lagi aku belum mendapatkan investor.” umpatnya kesal dan menyalahkan dirinya sendiri.
Saat mengambil tas Niky melihat sebuah kertas dan juga cas laptop di meja dekat tempat tidur.
“Apa itu... ?” Lelaki itu segera mengambil berkas dan selat yang ada di meja itu kemudian membacanya.
“Wanita itu... sungguh tak tahu malu. tak menyangka dia melakukan hal perbuatan hina ini pada ku !” ucap Niky geram. Wajahnya tampak berkerut dan terlihat marah saat membaca surat yang di tulis Sisca untuknya. Dia pun menyobek surat dari Sisca dan membuangnya ke sembarang tempat.
Lalu dia membuka berkas yang di pegangnya dan di sana terdapat tanda tangan Sisca yang menyebutkan menyetujui sebagai investor proyek Wonderland.
“Aku mendapatkan satu investor ternyata...” ucapnya lirih sambil menutup kembali berkas yang dibacanya dan memasukkannya dalam tas. Amarah yang tergambar dengan jelas di wajah Niky terlihat sedikit mereda setelah mendapati Sisca bersedia menjadi investor di proyek Wonderland.
“Aku harus bergegas kembali ke kantor sekarang...” gumamnya lirih. Niky segera keluar dari kamar hotel tempatnya berada sekarang dan menuju ke maserati putih miliknya. Beberapa saat kemudian dia meluncur ke jalanan.
Di tengah perjalanan Niky merasa lapar dan melihat jam tangan yang masih pagi dia berhenti sebentar di rumah makan yang terdapat di samping minimarket di seberang jalan.
“Klik...” Niky keluar dari maserati putihnya setelah parkir. Dia segera memesan menu dan menunggunya duduk di luar rumah makan.
Tak lama kemudian pramusaji membawa kan spaghetti pesanannya. Di tengah makan tiba-tiba dia berhenti saat melihat sesosok wanita yang mirip dengan Naomi masuk ke minimarket yang ada di sebelah rumah makan.
“Dia benar Naomi... jangan sampai dia melihat ku disini atau...” batinnya setelah mengamatinya dan ternyata memang benar jika itu adalah Naomi.
Niky segera mempercepat makannya dan menghabiskannya. Dia kemudian berbalik menghadap ke utara memunggungi minimarket agar wanita itu tak menemukannya.
Tampak Naomi masih berada di luar minimarket dan membeli bunga kering yang di jual di beranda minimarket.
“Gawat....kenapa dia lama sekali dan tidak segera masuk ke minimarket ?” batin Niky yang melihat pantulan Naomi dari layar ponselnya.
Niky Iya jam tangannya dan waktu menunjukkan jika sebentar lagi akan masuk. Terpaksa dia harus segera pergi dari sana bagaimanapun caranya.
“Semoga dia tidak melihatku...” Niky segera berdiri dari tempat duduknya dan membayar makanan yang telah dipesannya. Dengan berjalan cepat dia masuk ke maserati putihnya dan meluncur dengan cepat ke jalanan keluar dari rumah makan itu.
__ADS_1
Sementara itu Naomi sekejap melihat sekelebat bayangan Niky ada di rumah makan sebelah. Dia pun berjalan mendekati rumah makan itu.
BERSAMBUNG....