Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 57 Jeritan Niky


__ADS_3

Tampak wanita tadi berdiri di depan mobil merah sambil merentangkan satu tangannya menyentuh mobil merahnya.


“Woow.... super sekali lelaki ini...” batin wanita itu saat melihat Niky dengan jelas secara langsung.


“tap... tap... tap...” Niky terus berjalan dan berhenti di depan wanita itu.


“Nona mobil mu menghalangi jalanku, tolong segera menyingkir dari sini agar mobil ku bisa lewat.” ucap Niky tanpa basa-basi lagi.


Wanita itu maju dan berdiri di samping Niky yang berhenti lalu merapatkan jarak diantara mereka.


“Jika tidak begini kau tak akan berhenti...” jawab wanita itu berpindah di depan Nikki lalu mengalungkan tangannya di leher Niky.


“Maaf aku tidak mengenalmu dan tidak ada urusan denganmu.” ucap Niky menampik tangan wanita itu dari lehernya.


“Hiss... hiss... kau jual mahal sekali... tapi tak apa aku makin suka dengan mu...” balas wanita itu beralih menyentuh mengelus pipi Niky yang lembut sambil menyentuh dada Niky.


“Apa maksud mu ?” tanya Niky kembali menampik tangan wanita itu dari tubuhnya.


Namun wanita itu tak menyerah bahkan sekarang dia bergeser ke sebelah kanan Niky dan berbisik di telinganya.


“Aku sudah tidak sabar bermalam denganmu.” ucapnya lirih di telinga lelaki itu sambil mengelus pipinya lagi.


“Kau kira aku siapa... ?! Pergi dari sini !” ucap Niky yang mulai marah dan memegang erat tangan wanita itu agar tidak terus menyentuh bagian tubuhnya.


“Sebagai penghibur harga dirimu benar-benar tinggi...” ucap wanita itu menyandarkan kepalanya ke dada Niky.


“Apa kau bilang barusan ? Atas dasar apa kau bilang aku berprofesi seperti itu ?” tanya Niky yang terlihat marah dan mendorong pelan tubuh wanita itu menjauh dari tubuhnya.


“Kenapa kau membalas pesan yang ku kirim padamu dari siang... ?” tanya wanita itu kembali mendekat pada Niky.


Niky terdiam dan mencoba mencerna kata-kata wanita itu lalu menghubungkan kejadian saat siang hari di kantor.


“Jadi kau yang mengirim pesan mesum pada ku siang tadi ?” tanya nya dengan menatap tajam pada wanita itu.


Wanita berbaju merah seksi itu pun mengangguk menjawab Niky sambil tersenyum lebar.


“Baiklah kau keras kepala, kau yang minta aku... !” ucap wanita itu tak melanjutkan ucapannya lalu mengangkat tangannya dan menjentikkan dua jari tangannya.


“broom...”

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian datanglah lima mobil yang menghampiri mereka berdua. Dari dalam mobil itu keluar lima orang wanita seksi berusia sekitar 30 tahunan yang tidak dikenal Niky.


Para wanita berbaju ketat itu datang menghampiri Niky dan dengan cepat mereka mengitari lelaki itu.


“Siapa kalian, apa mau kalian ?” tanya Niky mundur dari kepungan para wanita itu.


“Siapa kami... aku Hana, dia Mita... Deva... Rara... Airin.... dan Bita...” jawab salah satu wanita memperkenalkan diri mereka masing-masing.


“Kami semua di sini rela menunggumu dan lihat ini kami sudah menyiapkan ini untuk mu...” ucap wanita lain yang membawa koper hitam berisikan penuh uang dan menunjukkan nya di depan Niky.


“glek...benar-benar para wanita ini menganggap ku sebagai seorang penghibur. Lalu dari mana mereka mengetahui nomorku ?” pekik Niky dalam hati sambil menelan ludah melihat satu-persatu wanita bertubuh sintal dan seksi dengan paras tak biasa.


“Apa segini masih kurang untukmu...?” tanya Rara lalu menutup kembali koper yang di bukanya dan menunjukkan lagi satu koper berisi penuh uang pada Niky.


“Tidak... tidak... aku tidak mau...” jawab Niky menolak para wanita itu.


“Bukankah sebelumnya kau memang membutuhkan banyak dana untuk modal dan balas dendam... ? Kenapa harus menolaknya... ?Anggap saja mereka adalah Sisca atau Selly. Kau juga sudah terjun ke air jadi sekalian benamkan diri mu di sana... !” bisikan suara hati Niky yang menggoyahkan niatnya untuk menolak para wanita itu.


Airin mengedipkan mata menatap kelima temannya dan sontak saja ke lima wanita tadi langsung bergerak mengepung Niky dan menyeretnya masuk dalam mobil lalu mengikat tangannya dengan borgol.


“klik...” pintu terkunci setelah Niky duduk di mobil merah.


“Tuhan... apa lagi ini... kenapa Engkau membuatku jatuh dalam lumpur hidup seperti ini... ?” batin Niky sambil berusaha melepaskan borgol yang mengikat kedua tangannya namun sayang dia tak bisa melepaskannya.


“Ckiit...”


Airin mematikan mobilnya setelah tiba di hotel, begitu juga dengan kelima mobil tadi yang memarkir mobil mereka berjajar dengan mobil Airin.


“klik...” Airin membuka pintu mobil.


Wanita itu lalu turun dan menghampiri Niky seraya berbisik di telinganya.


“Menurutlah... maka kau akan merasakan kenyamanan. Berikan service terbaik mu... jangan kecewakan kami. Mungkin saja kami bisa menjadi pelanggan tetap mu nanti...” bisik wanita itu lembut di telinganya lalu menariknya turun dari mobil.


“Hana tolong bantu aku membawa dia ke kamar yang sudah kita booking...” ucap Airin pada temannya itu.


“Oke... !” jawab Hana lalu melepas borgol dari tangan Niky lalu kembali memborgol satu tangan Niky dengan tangannya dan berjalan masuk ke hotel.


“hah....” Niky tak bisa berbuat apa-apa dan tak bisa berkata apapun. Dia hanya bisa pasrah pada apa yang akan terjadi pada dirinya.

__ADS_1


beberapa saat kemudian Niky sudah ada di sebuah kamar bersama enam orang wanita seksi yang menemaninya di sana.


“Lepaskan aku... !” bentak Niky pada para wanita yang ada di sana.


“Tidak... kau pasti akan kabur nanti !” jawab Hana menolak permintaan lelaki itu.


“Baiklah siapa yang mau duluan... ?” tanya Hana pada para wanita yang ada di dalam kamar itu.


“Ehm... aku saja yang duluan...” jawab Airin maju dan menghampiri Niky.


“Baiklah kalau begitu...” jawab Hana melepas borgol yang mengikat tangannya dan ganti mengikat satu tangan Airin.


Lima menit kemudian kelima wanita tadi keluar dari kamar itu dan menunggu giliran di lounge room yang ada di luar kamar tadi sambil menghisap rokok dan beberapa ada yang minum.


Di dalam kamar Niky berlari menghindar saat Airin mendekatinya namun wanita itu menarik borgol di tangannya dan membuat Niky tak bisa kabur darinya.


“bruk...”


Suara tubuh Niky jatuh terhempas ke tempat tidur setelah Airin mendorong keras tubuhnya.


Wanita tadi yang memang sudah sedari tadi menahan rasa di tubuhnya yang menggelora segera beraksi. Dia mulai menciumi Niky dan membuka satu persatu kancing baju lelaki itu.


Tak beberapa lama kemudian tubuh mereka terlihat polos, Airin merapatkan tubuhnya pada tubuh Niky dan memeluknya dengan erat.


“Argh.... tidaaak.... !” teriak Niky menjerit kencang karena tak bisa berbuat apapun.


“Aah... aah...” terdengar suara Airin yang terus mendesah dan wanita itu bereksplorasi dengan liar dan brutal yang membuat Niky ikut mendesah panjang.


Beberapa saat kemudian wanita itu berbaring di samping Niky. Tak berapa lama kemudian wanita itu keluar dari kamar setelah menutupi tubuh Niky dengan selimut lalu memakai bajunya.


“klik...” Airin menutup kembali pintu kamar setelah keluar dari sana.


Selang lima menit kemudian setelah Airin keluar dar kamar itu, masuklah Hana ke dalam kamar itu dan menghampiri Niky. Dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Airin tadi.


Dan hal itu terus berulang sampai keempat wanita lainnya yang menunggu di luar kamar habis.


Di saat terakhir Niky yang merasa marah dan tak terima dengan apa yang telah mereka perbuat padanya membalik tubuh wanita itu dengan kasar dan bereksplorasi selamat kasar yang membuat wanita itu mendesah di iringi dengan jeritan panjang.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2