Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 81 Melihat Wardana


__ADS_3

Wardana melihat dari kejauhan Cassia bergandengan tangan dengan seorang lelaki. Namun dia tak jelas siapa lelaki yang bersama dengan putrinya saat itu.


“Jadi memang benar apa yang dikatakan Pak Rahmat, jika sekarang putri ku mempunyai seorang kekasih...” gumam lelaki itu sambil memperhatikan sosok yang menggandeng tangan putrinya.


“Yah tak apalah dia mempunyai seorang kekasih sekarang, memang sudah waktunya. Tapi siapa pria itu ?” gumamnya lagi berjalan menuju ke tempat Cassia berada.


Wardana mempercepat langkah kakinya agar segera sampai ke tempat Cassia berada. Dia menyibak keramaian yang ada di sekitarnya dan akhirnya bisa keluar dari keramaian itu dan sampai di tempat Cassia berada.


“Kemana Cassia pergi... barusan dia masih ada di sana...” ucap Wardana saat melihat Cassia sudah tak ada di sana.


Lelaki itu tak pergi dari tempatnya berdiri sekarang. Dia menoleh ke sekitar untuk mencari keberadaan Cassia.


“Mungkin saja dia pergi ke kios atau tempat lainnya dan akan segera kembali ke sini.” batinnya kemudian menunggu sebentar untuk menemui putrinya.


Flash back


Cassia dari kejauhan melihat ayahnya datang dan berjalan menuju ke arahnya.


“Itu kan ayah... kenapa dia ke sini ? Pasti dia melihat ku bersama kakak Niky dan ingin tahu siapa jalan denganku...” batinnya saat melihat ayahnya dan pura-pura tak mengetahui kedatangannya.


Dia berjalan cepat dan menarik Niky menuju ke samping.


“Kakak... tolong temani aku sebentar ke toilet...” ucapnya terus menarik tangan Niky sampai ke depan toilet.


“Ya... masuklah aku akan menunggumu disini.” balas Niky saat melihat satu toilet yang terbuka pintunya.


Cassia masuk ke toilet walaupun sebenarnya hanyalah untuk menghindari ayahnya. Daripada tak ada yang di lakukan nya di sana, dia pun mengeluarkan peralatan make up nya dan memoles wajahnya.


Saat Cassia keluar dari toilet, Niky segera menghampirinya dan berbisik padanya.


“Cassia aku mau ke toilet sebentar.” ucapnya lirih karena merasa ingin buang air kecil.


Cassia mengangguk dan menunggu sebentar sampai lelaki itu masuk ke toilet pria yang berada tiga meter dari toilet wanita.


Setelah Niky masuk ke toilet dia pun jalan cepat dan kembali ke tempat yang tadi untuk menemui ayahnya.


“Ayah... !!” ucap Cassia sambil melambaikan tangannya ke atas memanggil ayahnya.

__ADS_1


Wardana mendengar suara Cassia yang memanggilnya dan dia pun berjalan menghampiri putrinya.


“Cassia kau sendirian di sini ?” tanyanya saat melihat tak ada lelaki yang bersama gadis itu.


“Ya ayah... seperti yang ayah lihat...” jawabnya sambil tersenyum kecil. Mereka berdua kemudian mengobrol ringan tentang acara grand opening kan ini yang menurutnya sukses.


Kembali ke Niky yang saat ini masih berada di toilet. Setelah berapa menit Niky keluar dari toilet. Dia melihat Cassia tak ada di sana.


“Kemana Cassia pergi... kenapa tidak bilang pada ku ?” gumamnya sambil melihat ke sekitar mencari keberadaan gadis itu dan masih belum menemukannya.


Dia pun mengeluarkan ponselnya dan menelepon Cassia namun tak diangkat.


“Ya sudah aku tunggu di sini saja...” batinnya sambil mematikan ponsel dan memasukkan kembali ke saku bajunya.


Cassia mendengar suara ponselnya berdering dengan jelas meskipun di tengah keramaian.


“Ayah... aku haus mau ke kios dulu. Apa ayah mau ikut dengan ku ?” ucap Cassia alasan agar dia bisa segera pergi meninggalkan ayahnya.


“Ya nak... kau pergilah membeli minuman. Aku juga akan pergi untuk melihat grand opening nya bersama rekan ku.” jawabnya singkat.


Cassia berjalan dengan cepat menuju ke sebuah kios minuman dan membeli beberapa minuman kaleng sambil mengeluarkan ponselnya dan menelepon Niky.


“Halo... Cassia kau ada di mana ? Aku mencari mu dari tadi.” ucap Niky sambil melihat ke sekitar.


“Maaf kak... aku sebentar membeli minuman dan tidak memberitahu mu. Tunggu sebentar aku akan kembali sekarang.” balas gadis itu.


Cassia berjalan kembali menuju ke toilet setelah dia mematikan teleponnya.


Sementara itu Niky juga berjalan menuju ke tempat dia dan Cassia berada sebelumnya. Di tengah jalan dia melihat dari kejauhan ada seorang lelaki yang berpenampilan mirip seperti Wardana.


Niky berhenti untuk memastikannya dan menyembunyikan dirinya di tengah keramaian.


“Itu kan Wardana... ???!” batinnya tertegun saat melihat lelaki itu sedang berjalan bersama beberapa rekan kerjanya.


“Ya pantas saja dia kesini... ini kan bisnisnya...” ucapnya lirih sambil menatap lelaki itu yang terlihat tertawa lebar bersama rekan kerjanya.


Wardana merasa ada yang menatap dirinya dari kejauhan. Dia pun menoleh ke samping kiri untuk melihat sosok yang menatapnya.

__ADS_1


“Dia tak boleh melihat ku ada disini...” gumamnya saat melihat lelaki itu menoleh ke arahnya. Spontan Niky bergerak mundur dan semakin masuk ke tengah keramaian. Dengan cepat dia pergi dari sana dan berjalan ke arah lain untuk menghindari bertemu dengan Wardana.


Wardana kembali melanjutkan obrolan dengan rekan kerjanya setelah tidak menemukan sosok yang melihatnya.


“Ah mungkin hanya perasaanku saja tadi dan tak ada yang mengawasi ku disini.” batinnya kembali menoleh ke dua rekan kerjanya yang saat itu ingin melihat grand opening nya sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Dream Fantasy.


Beberapa saat kemudian Cassia tiba di toilet tempat Niky tadi menunggu dirinya, namun dia tak melihat lelaki itu di sana.


“Kakak Niky tidak ada di sini... ke mana dia pergi ?” batinnya menatap satu persatu lelaki yang ada di sana. Dia pun kemudian jalan ke sekitar toilet untuk mencarinya.


Niky akhirnya kembali ke toilet untuk menghindari bertemu dengan Wardana. Di tengah jalan dia melihat Cassia yang kelihatan bingung mencari dirinya. Dia pun menghampiri gadis itu dari belakang dan menutup kedua matanya.


“Ah... tolong lepaskan aku...” ucap Cassia yang mendadak kaget saat ada yang menutup matanya.


Gadis itu diam saja saat orang yang menutup matanya tidak melepaskan tangannya. Dia menghirup aroma parfum yang tercium dari lelaki itu yang sangat di hafalnya jenisnya.


“Kakak Niky... lepaskan tanganmu, aku tak bisa melihat.” ucap Cassia setelah beberapa saat dan merasa sedikit pusing.


Niky melepaskan tangannya dan Cassia membalik tubuhnya.


"Bagaimana kok bisa tahu jika itu aku ?” tanya Niky sambil tersenyum kecil.


“Tentu saja aku tahu kak... aku hafal pada semua parfum mu...” jawabnya sambil tersenyum kecil menatap Niky.


" Ayo kita kembali melihat acara grand openingnya...” ajak Cassia sambil berjalan dan memegang tangan kiri menuju ke wahana baru yang masih padat pengunjung.


“Cassia... mungkin lain kali saja kita ke sana saat sudah sepi tidak seperti sekarang ini...” balas Niky menolak secara halus karena dia yakin jika Wardana pasti masih ada di sana.


Niky melihat jam tangannya dan dia ada janji dengan seorang wanita satu jam lagi.


"Cassia maaf... aku sebaiknya pulang dulu, ada urusan yang harus ku selesaikan.” ucap Niky beralasan agar bisa segera pulang.


“Baiklah kakak... pulanglah. Tapi maaf aku tidak ikut pulang dengan mu. Aku masih harus menyaksikan acara grand opening ini.” balas Cassia.


Niky berpisah dengan Cassia di tengah jalan. Gadis itu kembali masuk kedalam setelah mengantar Niky sampai di tempat parkir.


Di dalam mobil, ponsel Niky terus berdering. Dia tidak mengangkatnya dan segera melajukan mobilnya keluar dari Dream Fantasy menuju ke jalanan.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2