
Niky mengajak Cassia duduk di ruang tamu. Fiona yang selama ini selalu penasaran dengan gadis itu duduk di sampingnya dan mengajaknya mengobrol.
Saat Cassia dan Fiona asyik mengobrol ibu keluar dari dalam menuju ke ruang tamu. Dia terkejut saat melihat seorang gadis duduk di ruang tamu di samping Niky.
“Gadis itu... seperti gadis yang kulihat pada foto di ponsel Niky beberapa waktu yang lalu....apakah dia...”batin ibu tersenyum dalam hati karena dia mengira Gadis itu pasti kekasihnya Niky.
Cassia tampak gugup saat melihat ibu Niky yang datang dari kejauhan dan memegang lengan gigi dengan erat.
“Tak apa sayang... ibu ku mungkin akan senang sekali bertemu denganmu.”bisik Niky lirih di telinga kekasihnya. Karena dia tahu jika gadisnya sedang gugup.
Cassia mengangguk sambil tersenyum pada Niky kemudian melepaskan tangannya dari lengan Niky.
Tak berapa lama kemudian ibu tinggal di depan mereka semua.
“Niky... hari ini kau tidak kesini sendiri...”ucap Ibu saat berdiri di depan mereka.
Niky tersenyum dan menatap Cassia dan berani menatap ibunya lagi.
“Ibu... ini Cassia...”ucapnya memperkenalkan Cassia.
“Cassia... ini ibuku...”ucap Niky memperkenalkan ibunya.
Cassia dan ibunya Niki saling menatap dan tersenyum. Cassia yang merasa gugup menundukkan kepalanya. Sedangkan ibu terus mengamati dan memperhatikan Cassia.
“Gadis ini lebih cantik aslinya daripada di fotonya. Dan kelihatannya dia baik dan menurut pada Niky.”batin ibunya memberi penilaian sendiri pada Cassia.
__ADS_1
Niky yang merasa gerah ingin segera berganti baju. Dia sengaja meninggalkan gadisnya sendiri di sana tanpa dirinya agar bisa berbincang lama dengan ibu dan adiknya.
“Cassia aku mau ganti baju dulu...”ucap Niky berdiri dan menatap gadisnya.
“Ya kakak...”balas Cassia menatap Niky sambil tersenyum.
Niky kemudian perjalanan meninggalkan Cassia dan keluarganya di ruang tamu menuju ke kamarnya.
Niky segera ganti baju namun dia tak langsung keluar dari kamarnya setelah selesai memakai baju. Dia sengaja duduk di tempat tidur dan bersandar ke dinding, memberikan waktu pada Cassia dan keluarganya agar saling mengenal.
Di ruang tamu Ibu berbincang santai dengan Cassia dan menanyakan beberapa hal padanya. Dan setelahnya mereka terlihat tersenyum kecil bersama.
“Baiklah, ibu masih ada yang harus dikerjakan. Ibu pergi dulu.”ucap ibu berdiri setelah mengingat masih banyak cucian di belakang yang menunggunya.
“Ibu biar aku membantumu...”balas Cassia menawarkan bantuan. Namun ibu menolaknya dan menyerahnya untuk tetap berada di sana bersama Fiona dan Devan.
Saat ini tinggal Fiona Dan Cassia yang berada di ruang tamu setelah di depan pergi menyusul ibunya untuk membantunya.
“Kakak Cassia cantik sekali...”ucap Fiona memuji gadis itu.
“Ah... terima kasih... kau juga cantik sekali...”balas Cassia memuji Fiona.
“Kakak... aku tidak punya seorang kakak perempuan. Kakak mau kan menjadi kakakku ?”tanya Fiona berharap gadis itu segera menjadi istri kakaknya.
“Ya Fiona... aku juga suka jika mempunyai adik perempuan sepertimu...”balas gadis itu tersenyum lebar menatap Fiona.
__ADS_1
Sesekali Cassia melihat ke arah dalam dan mencari Niky yang sudah dari tadi belum kembali setelah berganti baju.
“Fiona...kakak Niky kog belum kembali ya...”ucap Cassia tiba-tiba.
“Mungkin kakak sedang mandi... ya kakak lama sekali kalau masuk ke kamar mandi...”jawab Fiona.
Cassia tidak berani bertanya lagi karena merasa tak enak, Selain itu dia juga tahu jika Niky memang lama saat berada di kamar mandi.
Fiona pun tiba-tiba berinisiatif untuk mengajak kekasih kakaknya itu untuk melihat-lihat sembari menunggu kakaknya kembali.
“Kakak Cassia... ayo ikut aku berkeliling...”ucap Fiona berdiri sambil menarik tangan Cassia.
Cassia pun tak bisa menolak ajakan Fiona. Dia pun berdiri dan mengikuti gadis itu melangkah.
Fiona bermaksud mengajaknya menuju ke kamar tidurnya. Sebelum sampai ke kamarnya Dia berjalan melewati ruang tengah.
Di sana terpasang foto keluarga di dinding. Ada foto mereka satu per satu dan ada juga foto bersama almarhum ayahnya.
Cassia berhenti dan menatap sebuah foto besar di dinding dimana di foto itu ada seorang lelaki dan semua keluarga ibunya.
“Fiona... siapa lelaki yang berdiri di samping Kakak Niky... apa itu...”tanya Cassia yang merasa familiar dengan wajah lelaki yang ada di foto itu.
“Iya kakak... itu foto almarhum ayah kami...”balas Fiona tersenyum dan tampak kesedihan di matanya.
Cassia tak melanjutkan pertanyaannya saat melihat bola mata Fiona yang sedikit berair. Dia pun segera berjalan lagi bersama Fiona menuju ke kamar gadis itu.
__ADS_1
Cassia berusaha mengingat kembali lelaki yang merupakan ayah kekasihnya, dimana dia pernah melihatnya.
BERSAMBUNG...