Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 29 Mengecoh Naomi


__ADS_3

Tiga puluh menit kemudian tampak staf lainnya yang barusan datang dan masuk ke ruangan kerja. Lima menit berikutnya Niki masuk dan kembali ke tempat duduknya setelah semua orang ada di ruangan itu.


Niky tanpa memperhatikan Jessi


setelah dirinya duduk. Wanita itu tampak salah tingkah saat Niky beberapa kali menatapnya.


“klik... klik...” Jessi tampak menyibukkan diri dan menggerakkan mouse yang dipegangnya dan melihat kotak masuk email nya meskipun tak ada laporan lainnya yang masuk ke sana.


Sementara itu Niky kembali menatap tumpukan berkas laporan terkait proyek Wonderland di mejanya setelah melihat Jessi yang malu menatap nya setelah kejadian tadi dan terkesan menghindarinya.


“Akhirnya selesai sudah semua laporan ini ku baca.” batinnya sambil tersenyum dan meletakkan kembali semua berkas yang telah selesai di bacanya kemeja kembali.


Niky tampak diam sejenak selama beberapa menit hingga akhirnya dia mengambil sebuah pena dan juga sebuah note dari laci mejanya setelah mendapatkan ide dan inspirasi.


“tak... tak...” Niky menuliskan ide yang terlintas dalam pikirannya pada note yang dipegangnya dan menuliskan poin-poin yang harus dia ambil terkait proyek Wonderland yang mangkrak di tengah jalan.


“Ya ku rasa ini dulu poin yang harus ku laksanakan dulu.” ucapnya lirih dengan tersenyum lebar kembali menatap tulisan tangannya pada note.


Niky menutup note yang dipegangnya dan memasukkannya kembali ke laci mejanya. Dia lalu mengetikkan “daftar investor” pada layar monitor laptopnya dan muncullah ribuan daftar investor perusahaan Atmaja yang sudah melakukan penanaman modal di perusahaan itu.


“klik....” Niky menuliskan sebuah rumus untuk menampilkan deretan investor yang menanamkan modal besar pada perusahaan Atmaja.


Dalam hitungan menit semua ribuan data investor tadi terfilter dan menampilkan 100 data investor yang aktif dan menanamkan banyak modal di perusahaan itu.


“Coba aku cocokkan data di sini dengan data yang ada pada proyek Wonderland.” batin Niky kemudian mengambil dokumen dari mejanya, membukanya tepat pada data laporan investor masuk di proyek Wonderland.


Setelah beberapa kali membacanya dia menemukan ada sekitar tiga puluh lebih investor besar di proyek Wonderland itu menarik investasinya kembali tanpa sebab.


Niky kembali mencatat daftar investor yang menarik kembali modalnya di proyek Wonderland dan berniat untuk memeriksanya satu per satu.


“Apa aku boleh menemui ataupun menyelidiki para investor yang telah menarik modalnya dari proyek Wonderland ini...” batin Niky sambil mengetukkan jemarinya di meja dan terus menatap daftar investor di tangannya itu.

__ADS_1


Terlihat Niky mengangkat pengen telepon yang ada di mejanya dan menekan nomor ekstensi direktur accounting untuk menanyakan suatu hal padanya.


“Klak...” Tampak Niky ragu entah karena takut atau alasan lainnya dia meletakkan kembali gagang telepon itu ke tempatnya semula di mejanya.


“Atau mungkin lebih baik aku menemui dan berbicara langsung saja dengan direktur accounting ?” gumam Niky lalu berdiri dari tempat duduknya.


“kring... kring...” telepon di meja Niky berdering.


“Ouh....” ucap Niky yang kaget saat mendengar telepon di mejanya berdering dan dia kembali duduk untuk mengangkatnya.


“Halo dengan Niky di sini... ada yang bisa dibantu ?” ucapnya seketika saat menaruh gagang telepon di telinganya.


“Niky bagaimana perkembangan proyek laporan Wonderland yang kuberikan padamu ?” tanya seorang wanita dari telepon.


“Bu Sherli kebetulan sekali... aku bermaksud ke ruangan ibu untuk menanyakan beberapa hal.”jawab Niky setelah mengetahui teleponnya adalah direktur accounting.


“Ya... kau boleh menyampaikan padaku secara langsung ataupun lewat telepon ini. Katakan padaku apa yang mau kau bicarakan dengan ku ?” ucap Sherli bertanya melalui telepon.


“Ouh... kau memang super sekali. Aku tak salah pilih. Tentu saja aku akan memberimu izin untuk menemui mereka. Jika kamu membutuhkan data-data mereka Pergilah ke sini dan ambillah.” ucap direktur accounting lagi pada Niky sambil tertawa renyah.


“Kalau begitu aku akan segera ke ruangan Ibu setelah ini.” balas Niky yang tak sungkan lagi karena sudah mendapatkan persetujuan dari wanita itu.


Setelah telepon berakhir, Niky segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke ruang direktur accounting.


“Permisi Bu Sherli... aku mau mengambil data yang Ibu maksud ditelepon tadi...” ucap Niky setelah masuk di ruangan direktur accounting dan kini berdiri tepat dihadapannya.


direktur accounting itu tersenyum menatap Niky, dia segera mengambil data-data investor yang sudah disiapkan sebelumnya dan menyerahkannya pada Niky.


“Ini bawalah... aku menantikan progres dari proyek ini dan kuharap kau memberiku kabar bagus...” ucap direktur accounting menyerahkan beberapa berkas dokumen pada Niky yang di terima olehnya dengan baik.


“Terima kasih Bu Sherli, aku tak akan mengecewakan ibu.” jawabnya saat menerima berkas dari wanita itu dan segera kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Tampak Niky menarik nafas dalam-dalam setelah membaca beberapa data investor yang sudah ada di tangannya dan menaruhnya kembali ke meja.


“Aku akan mencoba menemui satu investor terlebih dulu hari ini setelah jam istirahat.” gumam Niky melihat ruangannya kosong karena semua staf pergi beristirahat.


Karena rasa penat dan lapar dia pun melepas jasnya dan menaruhnya di kursi lalu dia berjalan menuju ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong.


“Aku sudah siap sekarang...” ucap Niky bersemangat dan merasa segar kembali setelah dari kantin dan dia menuju ke tempat parkiran lalu masuk ke maserati putihnya di saat staf lain kembali ke ruangan yang setelah selesai jam istirahat.


“broom...” Tak lama kemudian Niky sudah berada di luar perusahaan Atmaja dan meluncur di jalanan menuju ke salah satu investor.


“Aku harus ke Aurora Group dulu kali ini...” gumamnya sambil membaca data Aurora Group dan mencari alamat perusahan itu.


Beberapa menit kemudian setelah mobil berada di jalanan menuju ke Aurora Group tanpa sengaja dia menatap spion mobilnya dan melihat ada mobil merah yang mengikutinya dari belakang.


“Nopol itu kan milik Naomi... !” pekik Niky saat melihat mobil merah milik Naomi yang dia hafal nopol nya itu dan seketika terlihat panik.


“Sialan... dasar wanita gila itu... ternyata dia masih saja mencari ku...!!” umpat Niky membanting setir mobilnya memutar jalan agar Naomi tak mengikutinya.


Dari belakang tampak Naomi yang mempercepat laju mobilnya untuk mengejar Niky yang meningkatkan kecepatan mengendara di jalanan.


“Brengsek... XL... sepertinya dia tahu jika aku mengikutinya dari belakang dan mempercepat laju mobilnya !” umpat Naomi yang kesal saat Niky mempercepat laju mobilnya.


Tampak Naomi mempercepat mobilnya mengikuti mobil Niky. Namun dia berhenti mengejar saat lampu menyala merah dan memaksanya berhenti.


“Ah... sial sekali... kenapa lama sekali lampunya belum hijau ??” keluh Naomi yang merasa pesawat X dan Tak sabar menunggu lampu hijau menyala.


Niky melihat kaca spion dan tak ada lagi mobil merah yang mengikutinya. Namun meskipun begitu lelaki itu tetap mencari jalan alternatif dan mengemudi dengan cepat agar Naomi tak menyusulnya dan menemukannya.


Lampu menyala hijau dan Naomi menginjak gasnya dengan kencang Mengapa di jalanan untuk mengejar Niky.


“Sial.... sial sekali... ! Hampir saja aku menemukan Niky !!” teriak Naomi yang kesal setelah kehilangan jejak Niky di jalanan.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2