
Niky sedikit takut lihat ekspresi wajah Cassia yang tak biasanya. Selama ini dia tak pernah tahu bagaimana penampilan gadis itu saat marah.
“Cassia... maaf aku tak sempat mengabari mu tadi, karena aku mengantar presiden direktur berkeliling disini.” ucap Niky memegang tangan gadis itu. Cassia diam dan tak menjawabnya yang membuat Niky semakin bingung dan salah tingkah sendiri.
“Sayang.... maaf... kau masih marah pada ku karena hal itu? Lain kali hal seperti ini tak akan terulang lagi.” ucap Niky menambahkan dan gadis itu tetap diam malahan membuang muka darinya.
“Sayang... kenapa kau diam saja ?” ucap Niky lagi sambil memegang jemari Cassia dan menciumnya di tengah keramaian. Gadis itu menarik tangannya dengan cepat saat melihat banyak pasang mata yang menatapnya.
“Sebaiknya aku segera pergi dari tempat ini...” batin Cassia saat melihat masih banyak pasang mata yang melihatnya dan dia tak mau menjadi tontonan umum.
Gadis itu berjalan cepat meninggalkan Niky keluar dari Wonderland.
“Cassia.... ! Tunggu.... !” panggil Niky namun gadis itu sama sekali tak mengindahkan panggilan nya sehingga Niky berlari mengejarnya.
Setelah berhasil menangkap Cassia, Niky menggenggam erat tangan Gadis itu agar dia ke kantor lagi darinya.
“tap... tap... tap...” Niky mengajak Cassia berjalan ke tempat parkir dan masuk ke mobilnya.
“klik...” Niky segera menutup dan Mengunci pintu mobilnya agar gadis tak bisa keluar dari sana.
Kali ini Cassia tak bisa kabur lagi darinya meskipun dia mencoba untuk keluar dari mobil.
Niky sengaja tidak menyalakan mobilnya dulu karena ingin bicara dan meluruskan semuanya.
“Cassia aku tahu kau marah padaku. Tapi tolong katakan apa salahku... kalau kau diam dan seperti ini aku mana tahu kesalahanku ?” ucapnya dengan pelan sambil membelai rambut kekasihnya itu.
“Ku mohon... katakan sesuatu pada ku meski itu hanya sepatah kata yang keluar dari bibirmu...” ucap Niky yang semakin bingung pada sikap Cassia.
Cassia menoleh pada Niky sambil menarik nafas dalam-dalam.
__ADS_1
“Kakak... Aku tidak marah karena kau tidak sempat meneleponku ataupun mengabari ku. Tapi aku marah karena kau bohong pada ku !” ucap gadis itu yang akhirnya mau bicara pada Niky.
“Bohong... bohong dalam hal apa ?” tanya Niky tak mengerti pada apa yang diucapkannya.
“Aku sudah mendengar semua apa yang kau bicarakan dengan atasan mu. Katakan pada ku... apa kakak meniru ide ku ?” ucap Cassia dengan nada sedikit tinggi karena masih terbawa emosi.
Niky benar-benar merasa bersalah karena hal itu. Di satu sisi dia mencintai gadis itu, di lain sisi dia tak bermaksud menyakiti perasaannya. semua itu dilakukan demi usaha balas dendamnya untuk menghancurkan Wardana.
“Baiklah... kau boleh marah padaku. Aku minta maaf padamu. Aku sama sekali tak ada maksud untuk menyakitimu sayang. Semua kulakukan karena aku harus membalaskan dendam ayahku pada seseorang yang telah merenggut semuanya dari hidupku.” ucap Niky berusaha menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada dirinya dengan wajah sedih.
Cassia hanya diam mendengar penjelasan Niky dan masih mencerna kata-katanya.
“Mungkin selama ini kau tidak tahu penderitaan ku. Semua yang awalnya manis dalam hidupku satu persatu direnggut oleh seseorang dan membuatku harus menjalani kehidupan di luar keinginan ku.” ucap Niky lagi menambahkan penjelasannya yang panjang lebar pada gadis itu karena dia tak mau hubungannya sampai berakhir hanya karena hal sepele.
Niky diam karena menurutnya tak ada yang perlu disampaikan lagi pada Cassia. Dia pun menyalakan mesin mobil dan mengajukannya di jalanan.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah. Niky turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah mengikuti Cassia yang berjalan mendahuluinya.
Sesampainya di dalam rumah Niky yang sudah tak ada sesuatu lagi yang bisa dia ungkapkan menarik tangan gadis itu dan merengkuh tubuhnya dalam pelukannya. Niky langsung mencium bibir Cassia lama dan membuatnya hampir tak bisa bernafas baru dia mengakhiri ciumannya.
Setelah nafas Cassia normal, Niky kembali mencium bibir merah Cassia dengan kasar dan merapatkan tubuhnya ke dinding sambil membuka kancing bajunya dan mulai mencium bagian lain tubuhnya dan membuat kissmark bertuliskan "I love you" di dada Cassia. Sementara Cassia hanya mengimbangi dan berusaha menahan nafsunya yang kini mulai bangun.
Setelah puas mencium Cassia, Niky melepas kan tangannya dan berbisik di telinganya.
“Sayang aku akan pergi...” ucapnya singkat kemudian jalan cepat menuju ke kamarnya.
Niky mengambil barang-barangnya dan membawanya keluar dari rumah. Sementara itu Cassia hanya diam melihatnya saja dan masih berdiri terpaku di dekat pintu.
Niky melihat Cassia untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi dari sana selamanya.
__ADS_1
“Cassia ternyata kau masih marah padaku dan tak bisa memaafkan ku.” batinnya menatap gadis itu lama sambil menyunggingkan senyum kecil sebagai tanda perpisahan.
Setelah puas menatap lama Kekasihnya, Niky melangkahkan kakinya masuk ke maserati putihnya.
“broom....” Niky menyalakan mesin mobilnya dan melajukan nya ke jalanan raya tanpa tujuan yang pasti.
Niky mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tanpa arah dan terus bergerak sampai tangki bensin nya hampir kosong barulah dia berhenti.
Sementara itu di rumah, Cassia yang masih terbakar amarah baru sadar saat Niky sudah pergi dari rumahnya.
Melihat Niky yang pergi meninggalkannya, tak terasa air matanya menetes di sudut matanya.
Gadis itu berlari ke depan rumah dan melihat ke jalanan untuk mencari Niky. Namun lelaki itu sudah tak ada di sana.
“Kakak Niky... jangan pergi...” ucap Cassia masih memandangi jalan dan berharap lagi itu kembali ke rumahnya. Namun sudah lama dia berada di luar tak kunjung kembali.
Cassia masuk ke rumah dengan langkah gontai. Dia melewati kamar Niky dan masuk ke dalam.
“Tidak.... dia membawa semua barangnya pergi dari sini...” ucap Cassia saat melihat tak ada satu pun barangnya yang tertinggal di sana.
Dia pun duduk di tempat tidur yang biasa ditiduri oleh Niky dengan lemas sambil menitikkan air matanya.
Beberapa hari berlalu. Cassia sering ke rumah yang dia tinggali bersama dengan Niky, berharap kembali bertemu dengannya namun dia tak pernah melihat lelaki itu kembali ke sana.
Cassia duduk di sebuah kursi di rumahnya. Dia melihat semua kenangan nya bersama Niky di rumah itu dan tampak sedih. Baginya dia masih melihat sosok Niky di manapun di rumah itu, juga senyuman nya, gerakannya dan ciuman hangat nya yang tak pernah dia bisa lupakan.
Dia baru menyesali kepergian Niky setelah merasakan rindu yang teramat hebat pada lelaki itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1