Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 142 Laporan Dari Andy


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, suatu ketika Cassia berada di rumah sendirian. Setelah putus dengan Niky setiap hari dia tak bisa melupakan semua kenangannya bersama lelaki itu.


Gadis itu sedang duduk termenung di kamarnya. Setiap malam dia susah tidur karena selalu teringat pada bayangan Niky, pelukannya panggilannya, dan sentuhannya.


Di tengah malam karena tak kuasa menerimanya dia pun meraih ponsel yang ada di meja dan menelepon nomor Niky.


“Kring.... kring... kring....”Cassia menghubungi Niky namun tak di angkat. Dia mengulanginya hingga lima kali namun masih tak diangkat juga.


“Kenapa kakak Niky tidak mengangkatnya.... apa dia sudah tidak mau berhubungan denganku...atau kenapa...”gumam Cassia merasa resah namun dia tak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya mematikan panggilannya.


Cassia mencoba tetap tenang dan menguatkan dirinya. Dia pun memutuskan untuk menulis pesan untuk Niky yang entah kapan pasti akan dibaca oleh lelaki itu.


Setelah mengirimkan pesan Cassia duduk bersandar ke dinding sambil menekuk kakinya dengan tatapan kosong menerawang entah ke mana dengan mata yang berkaca-kaca.


Sementara itu di lain tempat Niky yang baru tidur terbangun saat mendengar ponselnya yang bergetar di meja.


“Aku ngantuk sekali...”gumam Niky menoleh ke arah ponselnya berada dan menunggunya bergetar kembali namun ternyata ponselnya tidak bergetar dan dia pun memutuskan untuk meminjamkan matanya yang masih terasa berat sekali untuk dibuka.


Pagi harinya Niky bangun. Dia mengambil ponselnya dan menonaktifkan kembali mode silent. Dia teringat jika semalam ada panggilan masuk untuknya dan dia memeriksanya.


“Cassia.... tengah malam kau menelpon ku...apa mungkin kau tak bisa tidur... atau ada apa...”gumam Niky setelah melihat gadis itu meneleponnya beberapa kali.

__ADS_1


Niky melihat ada pesan masuk bentuknya dan membacanya.


“Apa... Cassia kau hamil...dan mengandung anakku...”ucap Niky terkejut setelah membaca isi pesan dari kekasihnya.


Pikirannya kacau setelah mengetahui hal itu. Seharusnya dia merasa senang karena apa yang direncanakannya di awal terwujud kali ini. Namun ternyata Niky tampak sedih.


“Cassia... seandainya saja kau bukanlah putri Wardana semuanya tak akan menjadi serumit ini...”gumamnya lagi yang tampak frustasi dan hanya menatap layar ponselnya.


Di satu sisi Niky merasa senang mendapatkan kabar itu namun dia juga merasa tak berdaya karena Wardana pasti sudah bertindak dan memaksa Cassia untuk menggugurkan janin dalam kandungan putrinya.


Niky bingung tak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia duduk di sudut kamar bersandar pada dinding sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


Siang hari Cassia yang tidak tidur dan hanya rebahan saja di kasurnya bangun setelah mendengar ponsel yang berdering.


“Halo... Cassia aku... punya informasi untukmu. aku sudah menemukan informasi dari orang yang kau pesan pada ku beberapa hari yang lalu.”


“Andy... ya katakan pada ku informasi yang kau dapat itu.”balas Cassia penasaran tentang informasi identitas Niky.


“Orang yang kau cari bernama Niky itu beberapa waktu yang lalu sering terlihat jalan dengan beberapa orang wanita yang berusia di atasnya ke sebuah hotel. Entah apa yang dilakukannya tapi kurasa pasti bukan hal yang baik.”ucap Andy menjelaskan panjang lebar di telepon apa yang diketahuinya pada Cassia.


Cassia merasa bahagia tersambar petir setelah mendengar apa yang diucapkan temannya itu.

__ADS_1


“Cassia apa kau masih di sana ?”tanya Andy karena dari tadi tak mendengar gadis itu bicara.


“Ya Andy... terima kasih atas bantuan mu...”jawab Cassia kemudian segera menutup telepon.


Dia merasa lemas dan tak percaya pada apa yang diucapkan oleh Andy. Dia berjalan menuju ke tempat tidurnya dan duduk setelah ponselnya jatuh ke lantai.


“Tidak... aku tidak percaya itu.... kakak Niky bukanlah lelaki penghibur seperti yang Andy bilang...”gumam Cassia yang masih tidak bisa menerima kenyataan yang ada.


Dia pun kembali merasa sedih dan menitikkan air matanya. Dia jadi meragukan cinta Niky padanya.


“Kakak... aku benar-benar menyayangimu dan memberikan yang paling berharga padamu. Tapi apa... kenapa kau tak pernah menceritakan identitas masa lalumu padaku dan menyembunyikannya dariku... ?”ucap Cassia seolah tak terima pada identitas Niky itu.


Cassia lalu mengaitkan dan semua kejadian ini dan menarik benang merahnya dan menyimpulkan sesuatu hal.


“Kakak... jika dilihat lagi... apa dari awal kamu mendekatiku karena ingin balas dendam pada ayahku ? Dan kau sudah merencanakan semuanya dari awal dengan rapi...” gumam Cassia yang merasa syok dan mendapat pukulan keras juga merasa dipermainkan oleh Niky.


Dia kembali menatap perutnya dan memegangnya.


“Kakak... lalu bagaimana dengan anak ini... kau mengharapkan kehadirannya ataukah ini hanya permainan bagi mu...”gumamnya lagi sambil mengelus perutnya.


Cassia tak bisa menerima semua kejadian yang tak diharapkannya menimpanya dengan cepat dan hal itu membuatnya sangat frustasi. Dia hanya bisa menangis sepanjang hari dan kelelahan karenanya hingga akhirnya tertidur.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2