Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 22 Kecurigaan Suami Naomi


__ADS_3

Di tempat kerja tampak Niky yang tiap hari datang dengan penampilan yang segar berseri-seri dan terlihat fresh dari hari ke hari. Dia duduk di kursinya dan kembali membuka laptopnya setelah selesai mengerjakan target laporannya dalam dua hari.


“Aku periksa e-mail dulu... apa ada tugas baru untuk ku...” gumamnya sambil membuka emailnya dan mendapati inbox-nya yang kosong tak ada tugas baru untuknya.


Dia pun bingung apa yang harus dilakukannya sekarang.


“Joey... apa kau butuh bantuan ?” tanya Niky menawarkan bantuan pada lagi itu yang tampak sibuk.


“Emm... aku Senang saja jika kau mau membantuku tapi aku tidak yakin kau bisa...” jawab Joey beralih menatap Niky dengan tersenyum bukan bermaksud untuk meremehkan dia.


“Iya barangkali saja aku bisa sedikit membantu mu...” ucap Niky lagi menggeser tempat duduknya mendekat ke Joey.


“Baiklah coba kau geser kesini dan lihat dulu... apa kau bisa mengerjakannya ?” ucap Joey sambil sedikit menggeser laptopnya dan menunjukkan pada Niky.


Niky menarik kursinya mendekat dengan Joey lalu melihat laporan yang belum selesai dikerjakan nya.


“Kurasa aku bisa membantumu...” jawabnya lalu menyentuh key board dan mulai menggerakkan jemarinya mengetikkan angka-angka pada tabel tak berujung di laptop Joey.


Sementara Joey tak percaya melihat Niky bisa mengerjakan laporannya padahal dia tergolong staf baru.


Dari kejauhan Jessi menatap Niky yang duduk bersebelahan dengan Joey dan membuatnya penasaran lalu menghampiri mereka berdua.


“Niky kenapa kau memegang laptop Joey... ?” tanya Jessi pada nya sambil melihat laptop Joey.


“Sebenarnya aku tidak ada kerjaan makanya aku membantu Joey.” jawab Niky menatap Jessy dan menghentikan mengetik khawatir jika wanita itu akan marah padanya.


“Hmm... kau mencari kerjaan ? Maka ikut aku sekarang... kau bisa membantuku.” jawabnya singkat dan menutup laptop Joey. Tanpa bisa menolak Niki pun beranjak dari duduknya dan mengikuti Jessi.


“Jessi... biarkan saja Niky membantuku sebentar.” ucap Joey yang merasa tak terima jika lady killer itu membawa pergi Niky.


“Tidak bisa...” jawab Jessi sambil tersenyum menakutkan yang membuat Joey kembali melanjutkan tugasnya sendiri.


Niky duduk di sebelah Jessi dan mulai membantu nya mencetak laporan staf accounting lainnya yang sudah selesai dan menyusunnya ke ordner.


“Niky aku akan menanyakan tugas mu nanti pada direktur accounting setelah tugasmu mendapatkan penilaian.” ucapnya tersenyum lebar dan berpose seksi di depan lelaki itu dengan membuka dua kancing bajunya.

__ADS_1


“Ehm...” Niky tak sengaja melihat belahan tubuh Jessi yang membuatnya menelan ludah dan segera mengalihkan pandangan sebelum darahnya bergejolak.


“Niky sekarang antarkan semua dokumen ini ke ruang direktur accounting.” pinta Jessi menyerahkan setumpuk ordner yang tadi si susun oleh Niky.


“Ya baiklah...” jawabnya lalu segera berdiri dan membawa dokumen itu ke ruang direktur accounting.


“tok... tok...” Niky mengetuk pintu sesampainya di depan ruangan direktur accounting.


“Ya masuk...” ucap Sherli saat mendengar suara pintunya diketuk.


Niky segera masuk dan menyerahkan tumpukan dokumen pada wanita itu di meja lalu segera pergi.


“Tunggu... !” panggil Sherli yang membuat Niky berbalik dan kembali menghampirinya.


“Apa ada yang bisa ku bantu, Bu Sherli.” jawab Niky dengan penuh tanda tanya karena merasa tak ada masalah dengan pekerjaannya.


Wanita itu memutar kursinya dan kembali menatap Niky sambil memegang sebuah dokumen.


“Aku sudah membaca laporan yang kau kerjakan dan aku puas dengan hasil kinerja mu. Aku akan memberimu tugas khusus nanti dan aku akan melihat hasil kinerja mau lagi nanti.” ucapnya sambil memegang laporan tugas Niky dan kembali memasukkannya ke ordner.


Sore pun berlalu dan semua staf pulang termasuk Niky. Dia segera pulang ke rumah baru yang di sewakan Naomi untuknya dan bersantai di sana.


Dia duduk sambil mendengarkan alunan musik yang diputarnya dan menyesap secangkir kopi yang tadi di buatnya hingga tak terasa malam pun tiba.


Tampak Niky menatap jam dinding di ruangan itu yang menunjukkan pukul 20.00 malam.


“Tumben Naomi belum datang...” gumamnya menatap ke luar pintu dan tak ada mobil merah Naomi di sana.


Di lain tempat di rumah Naomi.


Naomi sedang berenang bersama suaminya di kolam renang yang ada di belakang rumah setelah suaminya pulang.


“Daniel...aku sudah tidak tahan berada di sini...” ucap Naomi yang merasa kedinginan dan keluar dari kolam renang.


“Sayang... kau tidak sabaran sekali. Baiklah kalau memintanya sekarang.” ucap Daniel ikut keluar dari kolam renang dan menyusul istrinya yang duduk di kursi panjang di tepi kolam renang.

__ADS_1


“Tubuh mu dingin...” ucap Daniel duduk di samping Naomi dan menyentuh bahunya lalu mencium bibirnya.


Naomi pun merasakan tubuhnya mulai menghangat dan mengimbangi suaminya. Tanpa sadar dia memeluk Daniel dan menariknya dalam pelukannya.


Daniel melepaskan baju basah yang melekat di tubuhnya. Dia kemudian memeluk erat tubuh istrinya dan menggenggam tangannya kuat sambil memeluknya erat sekali.


“sayang...” Daniel mempererat pelukannya saat mendengar istrinya yang mendesah.


Namun Naomi tampak memikirkan sesuatu saat bersama Daniel dan teringat pada Niky dan tidak menikmati.


“XL.... aku tidak bisa menemanimu kali ini. Aku lebih senang bersama mu daripada Daniel...” batin Naomi yang masih memeluk suaminya yang sudah melepas pelukannya.


Daniel merasa ada yang aneh pada istrinya. Tidak biasanya istrinya pasif padanya dan selalu hot saat berdua dengannya.


“Naomi... apa kau sakit ?” tanyanya pada wanita itu setelah duduk dan memakai handuk untuk menutupi tubuhnya.


“Tidak... aku hanya ingin berbaring sebentar di tempat tidur.” jawabnya setelah memakai handuk untuk menutupi tubuhnya dan berjalan masuk menuju ke tempat tidur.


“bruk...” Naomi membanting tubuhnya ke kasur dengan keras.


“Sial di saat seperti ini aku terus teringat pada XL...” batinnya yang merasa rindu pada sentuhan Niky.


Tak berapa lama kemudian Daniel masuk ke kamar dan berbaring di samping Naomi. Lelaki itu kembali membuka handuk yang di kenakannya lalu kembali menciumi Naomi. Dia membalik tubuh istrinya menghadap dirinya dan mulai beraksi kembali. Dia kembali memeluk Naomi dari belakang namun wanita itu tampak dingin padanya.


“Sayang... apa kau tidak rindu pada ku ?” tanya Daniel merapatkan pelukannya dan membuat tubuhnya kembali berkeringat.


“Ahh... tentu saja aku sangat merindukanmu...” jawab Naomi pura-pura tersipu sambil memeluk suaminya.


Beberapa saat kemudian Daniel menarik tubuhnya dan berbaring di samping Naomi.


Tengah malam dia terbangun dan mengajak Naomi mengulangi lagi namun wanita itu menolaknya dengan alasan merasa lelah.


Daniel membiarkan istrinya tidur namun dia semakin curiga pada sikap istrinya yang tidur memunggunginya.


“Sebenarnya ada apa dengan Naomi...” tanyanya dalam hati yang semakin merasa curiga dengan sikap dingin istrinya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2