Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 54 Pertemuan Private


__ADS_3

Wanita tadi tersenyum genit setelah Niky bersedia menemuinya di luar jam kerja. Karena tak ada lagi yang perlu di bicarakan Niky segera keluar dari ruang tamu itu.


“Sampai jumpa lagi, Bu Dinar. Sampai ketemu besok.” ucap Niky pada wanita itu sebelum melangkah keluar dari perusahaan.


“Ya... aku tunggu secepatnya...” ucap jawab Dinar sambil senyum genit pada Niky.


“Kenapa aku merasa wanita itu tersenyum menggoda ku... atau hanya dugaan ku saja...” batin Niky membalas senyuman wanita itu kemudian pergi meninggalkan perusahaan dan kembali ke maserati putihnya.


Di luar perusahaan Niky berjalan dengan mantab dan wajah berseri-seri.


“Menjadi sedikit terbuka membuat semua rencana berjalan mulus. Ternyata mudah sekali merayu seorang wanita.” batinnya sambil tersenyum sendiri masuk ke mobilnya.


Tak berapa lama kemudian Niky kembali meluncur di jalanan bersama maserati putihnya menuju ke perusahaan berikutnya untuk mengajukan proposal proyek Wonderland.


Seperti sebelumnya, Niky berjalan masuk menuju ke perusahaan dan menemui petugas resepsionis untuk menyampaikan maksudnya.


Lelaki itu lalu duduk untuk menunggu petugas resepsionis yang sedang mengangkat gagang telepon dan menelepon seseorang.


“tap... tap...” Petugas resepsionis datang menghampiri Niky setelah selesai melakukan percakapan di telepon dengan atasannya.


“Tolong ikuti saya...” ucap petugas resepsionis itu menuntun Niky ke sebuah ruang tamu.


“Mohon di tunggu dulu...” ucap petugas resepsionis itu lagi lalu keluar dari ruang tamu dan menutup pintu.


Lima menit kemudian datanglah seorang wanita masuk ke ruang tamu tempat Niky menunggu tadi.


“Hai saudara Niky... aku Bella.” sapa seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahunan awal menjabat tangan Niky sambil tersenyum aneh saat melihat dada bidang Niky yang tersibak dari balik kemeja nya.


Wanita itu menatap bulu halus di dada Niky dan turun kebawah lalu tampak menelan ludah.


"ehm... baik Bu Bella...” jawab Niky sambil tersenyum dan menatap wanita itu yang tampak salah tingkah.


Niky melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Lelaki itu berpose menggoda saat duduk dan sesekali tersenyum menggoda pada wanita itu.


“Lelaki ini... sepertinya sedikit di goda akan kena.” batin Bella yang menghina Niky tergoda padanya.


“Ehm... gimana ibu Bella apa

__ADS_1


sudah dibaca dan dipelajari proposal ini ?” tanya Niky saat melihat wanita itu menaruh kembali proposal yang ada di tangannya ke meja.


“Ya kurasa bagus dari keseluruhan, perfect !” ucapnya sambil menatap dada bidang Niky yang tersingkap.


“Jadi bagaimana apa Ibu bersedia menjadi investor proyek Wonderland ?” tanyanya setelah sempat melirik wanita tadi yang terus menatap kancing bajunya yang terbuka.


“Ya... excellent... !” jawab Bella.


Niky pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada sebelum wanita itu sadar dia pun segera menyodorkan berkas lain dan meminta wanita itu menandatanganinya.


“Oh... jika begitu silakan tanda tangan di sini Bu...” ucap Niky segera menyodorkan berkas investor baru pada wanita itu. Karena Bella tak kunjung menandatanganinya Nicky memegang tangan wanita itu dan pemandunya untuk membubuhkan tanda tangannya.


“Aah ya baik aku akan menandatanganinya...” balas Bella menggerakkan tangannya membubuhkan tanda tangannya.


Niky segera menarik tangannya dan mengambil tasnya setelah selesai ditandatangani oleh wanita tadi.


“Terima kasih Ibu Bella sudah bekerjasama dengan perusahaan kami.” ucap Niky kemudian sambil tersenyum.


Seketika Bella tersadar dan wajahnya tampak pucat karena dia seolah merasa terhipnotis dan membubuhkan tanda tangannya begitu saja.


“Ahh... apa yang kulakukan... aku belum meminta izin pada Direktur di perusahaan ini...” gumamnya yang masih shock namun nasi sudah menjadi bubur dan tak mungkin dia menarik lagi keputusannya.


“Baik bu.... Terima kasih banyak atas kerjasamanya yang baik.” jawab Niky pada wanita itu dengan tersenyum lebar.


Setelah tak ada yang perlu dibicarakan lagi lelaki itu keluar dari sana kemudian kembali meluncur dengan maserati putihnya menuju ke perusahaan berikutnya.


Niky kelihatan tersenyum lebar setelah keluar dari perusahaan itu karena dia kembali mendapatkan investor baru.


“Tinggal dua prorosal lagi, aku akan segera mengirimkannya setelah ini.” batinnya saat sudah berada di mobil dan menuju ke perusahaan berikutnya dengan semangat tinggi.


Niky tiba di sebuah perusahaan dimana direktur di perusahaan itu juga merupakan seorang wanita. Tak Berapa lama kemudian lelaki itu keluar dari perusahaan itu dengan wajah yang berseri-seri karena mendapatkan satu investor lagi dengan mudah.


“Baiklah ini yang terakhir untuk hari ini.” gumamnya kembali masuk ke mobil lalu meluncur ke sebuah perusahaan.


Karena direktur di perusahaan itu juga merupakan seorang wanita dia pun segera keluar tak lama kemudian dengan langkah kaki percaya diri karena mendapatkan tambahan investor lagi.


“Jadi... aku sudah tahu triknya...” batinnya sambil tersenyum lalu kembali menuju ke tempat kerjanya.

__ADS_1


Keesokan harinya di pagi hari saat di kantor Niky mendapatkan telepon dari salah satu investor.


“Kring... kring...” Niky segera mengangkat ponselnya yang berdering.


“Halo Niky... aku Dinar... bisa kita bertemu setelah ini ?” tanya wanita itu.


“Oh ya bisa Bu Dinar... tolong beritahukan di mana kita akan bertemu setelah ini.” jawab Niky rasa senang dan tanpa ada pikiran negatif sedikitpun.


“Ya kita bertemu di...bla-bla....” jawab wanita itu memberitahukan alamat tempat mereka bertemu pada Niky.


Tak beberapa lama kemudian setelah panggilan berakhir Niky bersiap dan segera meluncur dengan maserati putihnya menuju ke lokasi yang diberitahukan oleh Dinar.


“Ckiit....” Niky tiba di lokasi yang ditunjukkan oleh Dinar dan turun dari mobil.


“Kog di tempat seperti ini...” gumamnya lirih setelah menatap ke sekitar dimana banyak pohon rimbun dan tempatnya sepi.


Dari kejauhan tampak Dinar melambaikan tangannya. Dia pun berjalan menghampiri Dinar yang ada di depan mobilnya di bawah pohon bambu yang lebat.


“Niky... ayo masuk dulu... kita bicara dalam sana.” ucap wanita itu.


Niky yang sebenarnya merasa ada yang aneh menghiraukan perasaannya dan mengikuti wanita itu masuk ke mobil begitu saja tanpa rasa curiga sedikitpun.


“klik....” Dinar segera mengunci semua pintu mobilnya setelah mereka berdua berada di dalam mobil.


“whoosh... !” Dinar Menyalakan AC mobilnya.


“Jadi Niky gimana dengan kelanjutan proyek Wonderland... kapan akan mulai dijalankan... ?” tanya Dinar menggeser duduknya merapat dengan Niky.


Niky mulai merasakan semakin aneh dan berpikiran wanita itu punya niat tersembunyi padanya.


“Ya mengenai itu nanti akan segera kami informasikan setelah semua nya siap...” jawabnya sambil menatap ke sekeliling.


“Niky... ada yang tidak kau ketahui. Sebenarnya aku yang membantumu dalam pengajuan proyek Wonderland itu. dan tentu saja kita semua tidak cuma-cuma.” ucapnya sambil menyentuh leher Niky.


“Maksud nya.... ??” tanyanya yang bingung.


Dengan cepat tangan wanita itu menarik dasi Niky dan melepasnya hingga semua pakaian lelaki itu juga ikut terlepas dari tubuhnya.

__ADS_1


“Tidaaak.... !!” teriak Niky yang tak bisa berkutik lagi saat wanita itu sudah berada di atas tubuhnya. Dengan terpaksa dia pun melayani wanita itu.


BERSAMBUNG....


__ADS_2