Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 74 Ungkapan Cinta


__ADS_3

Niky seketika berdiri dari tempat duduknya setelah melihat gadis itu berlari meninggalkannya tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.


“Niky... kau mau kemana ?” tanya Cindy menoleh ke samping dan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi kenapa Niky tiba-tiba berdiri dan mau meninggalkannya.


“Maaf aku ada urusan sebentar...” jawabnya sambil menengok kebelakang menatap Cindy lalu berjalan meninggalkan Gadis itu makan sendiri dan keluar dari rumah makan seafood.


Di luar Niky melihat Cassia yang terus berlari menjauh darinya. Dia ikut berlari mengejar gadis itu sebelum Cassia semakin jauh darinya.


“Cassia... tunggu... !” teriak Niky yang akhirnya berhasil mengejarnya dan menarik tangan gadis itu untuk menghentikannya.


Cassia sempat berhenti dan menoleh ke belakang menatap Niky masih dengan mata yang berkaca-kaca dan melepaskan tangan Niky yang masih memegang tangannya. Entah kenapa dia merasa tak kuat saja setelah melihat lelaki itu yang menurutnya bermesraan dan dekat dengan seorang wanita dan dia merasa hancur berkeping-keping tanpa sebab yang jelas.


Sepintas Niky melihat gadis itu tampak berair matanya.


“Apa yang telah kulakukan...kenapa dia sedih dan hampir menangis ?” batin Niky yang mengejar kembali Cassia yang berlari menjauh darinya.


“Cassia... aku tidak tahu kenapa tiba-tiba kau berlari menjauh dariku... ? Tapi aku bisa jelaskan padamu. Mungkin saja kau salah paham padaku....” jelas Niky yang berhasil mengejar Cassia dan membuatnya berhenti.


Cassia berbalik dan menatap Niky dengan mate masih berkaca-kaca dan tiba-tiba saja air matanya pun tumpah karena dia tak kuasa membendung nya lagi.


“Cassia kau kenapa ...” ucap Niky menatap gadis itu yang menangis dan membuatnya tak tega melihat seorang wanita yang menangis di depannya. Dia juga tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menghentikan air mata gadis itu berhenti menetes.


Dia teringat pada dirinya yang merasakan hal yang sama saat gadis itu bersama lelaki lain dan membuatnya sedih.


“Mungkinkah kau juga sedih melihat kau bersama wanita lain... ?” batinnya masih memegang tangan gadis itu lalu membawa tubuhnya dalam pelukannya.


Dalam pelukan Niky, Cassia merasakan ketenangan yang selama ini tak pernah didapatkannya dari lelaki manapun, dan dia pun membalas pelukan Niky.


“Cassia... kau salah paham... wanita tadi hanyalah teman ku...dan ada hubungan apa pun di antara kami selain murni hanya bisnis.

__ADS_1


Cassia masih diam dan dan tidak mengucapkan kan sepatah kata apapun saat mendengar penjelasan dari Niky. Diam-diam dia merasa lega mengetahui jika lelaki itu tidak menjalin hubungan dengan wanita tadi.


“Benarkah... ?” tanya gadis itu yang akhirnya mau bicara dan melepaskan pelukannya setelah menyadarinya jika dia memeluk Niky tanpa sadar, bahkan sekarang pipinya tampak memerah.


“Ya...” jawab Niky singkat dan melepas pelukannya setelah melihat gadis itu sudah tenang dan tak lagi menitikkan air mata.


Niky dan Cassia masih berdiri di depan pintu masuk Dream Fantasy dan saling memandang dari jarak dekat.


“Kakak... ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu...” ucap Cassia setelah lama terdiam sambil menatap Niky lekat-lekat.


“Ya... katakan saja padaku...” balas Niky singkat dan lihat mata Cassia yang tampak bergejolak saat itu.


“Kak... aku tidak tahu pasti apa yang terjadi padaku. Tapi ku rasa entah kenapa aku tak suka melihatmu dekat dengan wanita lain apalagi akrab dengan mereka.”


ucap gadis itu menceritakannya dengan berterus terang tanpa ada yang ditutupi nya dari lelaki itu.


Niky dampak mengerutkan dahi setelah mendengar pengakuan dari gadis itu.


“Cassia...sebenarnya aku pun juga merasakan hal yang sama seperti yang kau rasakan...” jawab Niky yang mengakui perasaannya.


Cassia tampak gugup dan jantungnya berdetak kencang mendengar apa yang diucapkan oleh Niky.


“Jika emang begitu lalu itu apa...” sambung Cassia kembali bertanya pada Niky.


“glek...” Niky menelan ludah karena merasa gugup pada pertanyaan simple dari gadis itu yang tepat menusuk jantungnya.


“Aku... menurutku itu kau....” jawab Niky terbata-bata dan tiba-tiba jantungnya berdegup kencang seperti genderang mau perang.


Cassia teringat pada satu hari sebelumnya di mana dia menumpahkan curahan isi hatinya yang dia rasakan pada forum curhat online. Dia menjelaskan berbagai rasa yang campur aduk yang di rasakan nya selama ini.

__ADS_1


“Aku ingat... para teman online di komunitas anak muda itu bilang pada ku jika aku...” batinnya tak melanjutkan apa yang dipikirkannya saat itu dan memilih untuk mengucapkannya.


“Ada yang bilang... itu artinya aku jatuh cinta pada mu...” ucap mereka berdua bersamaan dengan serempak.


“Apa... ?” ucap mereka berdua lagi secara bersamaan dan sekarang tampak malu setelah mengatakan hal itu.


“Huft....” Niky dan Cassia menarik nafas bersamaan untuk menenangkan diri mereka yang saat itu sedang gugup.


“Emm... itu artinya kakak Niky suka pada ku ?” tanya Cassia menegaskan agar semuanya jelas.


“Ah... itu yang dibilang orang padaku. Aku sendiri belum pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang.” jawabnya menanggapi pertanyaan Cassia dan setelahnya menjadi gugup karena tak tahu apa yang harus dikatakan lagi.


“Kakak Niky... kurasa apa yang dikatakan oleh mereka memang benar. Selama ini aku juga belum pernah merasakan jatuh cinta pada seseorang.” ucap Cassia yang pipinya semakin memerah dan jantungnya berdetak semakin cepat.


“Kak... bagaimana jika kita menjalin hubungan saja... ?” tanya nya lagi dengan malu-malu menatap Niky.


Niky tampak diam dan berpikir. Tekad kuatnya untuk tidak menjalin suatu hubungan serius dengan seorang gadis pun akhirnya luluh lantak di depan Cassia. Dia pun mengangguk pelan sambil menatap Cassia.


“Kakak Niky itu artinya sekarang kita...” ucap Cassia tersenyum lebar


“Sepasang kekasih...” jawab Niky menyambung kalimat Cassia.


mereka berdua pun berpelukan di depan pintu gerbang Dream Fantasy di tengah keramaian. Banyak pasang mata yang melihat aksi mereka berdua, namun Niky dan Cassia tak menyerahkan mereka sama sekali terhanyut dalam perasaan masing-masing.


Di lain tempat di perusahaan Wardana. Tampak lagi itu sedang duduk di meja kerjanya. Dia terlihat serius membaca beberapa dokumen yang ada di meja kerjanya.


Setelah beberapa lama dia membaca semua dokumen yang ada di meja dan menariknya kembali setelah selesai membacanya.


“Hahaha...ternyata keuntunganku dari waktu ke waktu semakin meningkat dan bertambah besar.” ucapnya sambil tertawa lebar.

__ADS_1


Lelaki itu lalu berdiri dari tempat duduknya dan memanggil sekretarisnya untuk menyampaikan pesan pada staf yang lainnya akan diadakan meeting dua puluh menit lagi untuk membahas rencana bisnis kedepannya agar semakin maju dan semakin pesat meskipun bisnisnya yang sekarang sudah bisa dikatakan tergolong sukses.


BERSAMBUNG....


__ADS_2