Pembalasan Sang Penakluk

Pembalasan Sang Penakluk
Eps. 91 Fakta Yang Mengejutkan


__ADS_3

Niky mengembalikan sepedanya pada anak lelaki tadi setelah melihat Cassia. Dia kembali menaiki maserati putihnya dan meluncur di jalan menuju ke rumah ibu dan adiknya berada.


Di tengah jalan pikirannya masih tidak tenang karena masih terpikirkan pada apa yang barusan dilihatnya.


“Cassia... apa sebenarnya hubunganmu dengan Wardana... ?” tanya Niky dalam hati yang masih tidak tenang dan memikirkan segala kemungkinan hubungan gadis itu dengan Wardana.


“Cassia apa aku adalah simpanan dari orang tua itu...?” gumamnya saat terlintas pikiran aneh dan tak masuk akal yang membuatnya geram.


Dari arah depan ada pick up bermuatan yang melintas dengan cepat ke arahnya mendahului sebuah bus.


“din... din... din...” pick up itu membunyikan klaksonnya dengan keras dan berulang kali agar Niky minggir.


Niky segera tersadar dari lamunannya setelah mendengar bunyi klakson yang keras dan dia tampak terkejut saat ada pick up yang akan menubruknya.


“Aah... !” Niky membanting stir dengan keras ke kiri untuk memberikan jalan pada pick up tadi.


“ckiit.....” Niky terus menginjak rem nya saat mobilnya akan menabrak sebuah pohon besar.


“Haah...” Niky menghembuskan panjang setelah dia berhasil menghentikan mobilnya tepat sepuluh senti dari pohon yang ada di depan mobilnya.


“braak... !” Niky membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana.


“Hampir saja tadi aku tertabrak oleh pick up bermuatan besi. Ternyata Tuhan masih menyayangiku.” gumamnya sambil berdiri dan bersandar di pinggir mobilnya. Dia sengaja keluar sebentar untuk meredakan pikirannya yang masih tegang akibat kejadian barusan.


Tiga puluh menit kemudian setelah dia sudah tenang kembali, dia pun masuk ke maserati putihnya dan baju kan mobilnya di jalanan raya.


“Aku masih trauma dengan kejadian barusan...” gumamnya sambil menatap jalanan dengan berkonsentrasi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Setelah kejadian tadi Niky tak berani memikirkan Cassia dan Wardana dulu karena khawatir akan terjadi hal yang lebih buruk lagi daripada kejadian sebelumnya.


Dua jam kemudian Niky tiba di rumah. Seperti biasa adik dan ibunya segera menyambutnya keluar begitu mendengar suara mobil berhenti di depan rumah.


“Kakak... lama sekali kakak tidak pulang ke sini.” ucap Fiona sambil membawakan tas kerja Niky dan membawanya masuk ke rumah.


Sementara Devan dan ibu menarik tangan Niky dan mengajaknya segera masuk ke dalam.


“Maaf... kakak repot dan banyak urusan belakangan ini jadi baru bisa pulang...” balasnya saat duduk di kursi bersama adik dan ibunya. Niky dan anggota keluarganya berbincang-bincang dan melepas rindu setelah lama tak bertemu.


“Fiona... ambilkan kakak mu minum...” ucap Ibu memerintah satu-satunya anak gadisnya setelah melihat Niky yang berkeringat.


Fiona segera berdiri dan menunjuk ke dapur lalu membuat kan kakaknya minuman.


“Ini kak... kakak minum dulu...” ucap Fiona kembali ke ruang tengah sambil membawa beberapa minuman dingin dan menaruhnya ke meja.


Siang harinya Niky bercanda dan bermain dengan dua adiknya di sebuah ruangan.


“Hahaha....” terdengar suara yang membahana dari mereka bertiga yang tertawa bersama dan membuat Niky melupakan sejenak rasa penasaran nya pada Cassia yang belum terjawab.


Setelah lelah bermain, Devan dan Fiona kembali ke kamar masing-masing dan merebahkan tubuh mereka ke tempat tidur.


Niky masuk ke kamarnya. Dia melihat sebuah laptop yang masih menyala di meja kamarnya.


“Pasti ini punya Fiona...” gumamnya saat melihat laptop. Dia kemudian keluar dari kamarnya membawa laptop tadi dan menuju ke kamar Fiona dengan maksud untuk mengembalikannya. Namun adiknya ternyata tidur pulas dan cara membuka pintunya saat dia sudah mengetuknya berulang kali.


“Aku bawa balik dulu saja kalau begitu.” gumamnya lalu berbalik dan berjalan menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Di kamar, Niky menaruh kembali laptop itu kemeja sambil duduk di kursi. Entah kenapa tiba-tiba dia penasaran pada laptop itu dan ingin membukanya.


“Apa saja kira-kira yang di lakukan oleh Fiona ?” batinnya lalu membuka semua folder yang ada di sana untuk melihat apa saja aktivitas adiknya.


Setelah tiga puluh menit membuka semua folder dan tak ada yang mencurigakan, dia pun menutup semua folder yang sudah dia bukanya tadi.


“klik...” tanpa sengaja Niky menekan tombol enter dan secara otomatis tersambung ke internet.


“klik...” Saat Niky akan menutup browser yang tak sengaja dia buka dia kembali teringat pada Cassia dan Wardana.


“Wardana seorang public figure businessman sekarang, mungkin saja ada berita atau artikel tentang dirinya.” batin Niky yang baru terpikirkan.


“tik... tik... tik...” Niky mulai menggantikan nama Wardana dan menekan tombol enter. Muncul banyak artikel tentang orang tua itu.


“Klik...” Niky memilih salah satu artikel secara acak dan membacanya. Dia terus membaca artikel panjang yang menjelaskan tentang silsilah keluarga Wardana dan prestasinya di dunia bisnis.


Niky menggerakkan scroll ke bawah dan berhenti saat membaca artikel yang menyebutkan anggota keluarganya.


“Ini... Cassia... kau ternyata putri Wardana kedua dari tiga bersaudara...” ucap Niky lirih saat membaca artikel dan dia tampak syok berat mengetahui kebenaran itu.


Niky menggerakkan tangannya yang gemetar dan terus membaca artikel itu sampai selesai. Dalam artikel itu juga tercantum foto-foto Cassia bersama dua saudara perempuannya.


“braak...” Niky yang belum siap menerima kenyataan yang tak diinginkan yaitu menutup laptop dengan keras karena tak mau melihat wajah Wardana di sana.


Niky berdiri dari tempat duduknya dan berjalan dengan gontai menuju ke tempat tidur. Kepalanya terasa berat dan dadanya terasa sesak sekali mendapati kenyataan bahwa Cassia orang yang dicintainya adalah putri dari musuhnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2