
Setelah kembali bertemu dengan Cassia, Niky kembali tinggal di rumah itu setelah Cassia memintanya. Hubungan mereka kembali membaik seperti semula meskipun masalah mengenai Dream Fantasy belum ada pemecahannya.
Di suatu tempat tepatnya di Star Group, Wardana seperti kebakaran jenggot setelah mendapatkan laporan dari salah satu stafnya.
“Tuan Wardana berdasarkan penyelidikan di lapangan memang benar adanya informasi tentang penurunan jumlah pengunjung di Dream Fantasy.” ucap seorang lelaki yang datang menghadap padanya untuk melaporkan hasil penyelidikan nya di sebuah ruangan.
“Apa.... ?!” jawabnya tersentak kaget dan langsung membuang rokok yang dihisapnya ke lantai lalu menginjaknya.
Lelaki itu terlihat sedikit geram mendengar laporan dari stafnya.
“Bagaimana itu bisa terjadi... ? Bukankah sebelumnya Dream Fantasy berada di urutan posisi nomor satu ?” tanya lelaki itu lagi menatapnya dengan tatapan penuh emosi sambil menghisap sebatang rokok lagi.
“Tuan setelah penyelidikan, kami menemukan bahwa penyebab semua itu kemungkinan besar dikarenakan adanya wahana baru yang berada dalam satu wilayah dengan Dream Fantasy.” jelas lelaki tadi pada Wardana.
“Wahana apa yang kau maksud ?” tanya Wardana lagi karena sepengetahuannya di sana hanya ada Dream Fantasy.
“Wonderland... tuan.” jawab lelaki itu menambahkan.
“Wonderland... ? Segera cari informasi sebanyak mungkin tentang Wonderland dan laporkan segera padaku dalam 1 x 24 jam.” perintah Wardana pada stafnya.
“Baik tuan...” jawab lelaki tadi kemudian segera keluar dari ruangan Wardana dan mulai bergerak untuk melakukan penyelidikan.
Lelaki itu kembali duduk ke tempat duduknya dan menetapkan layar laptopnya.
“klik... klik...” Wardana membuka laporan masuk mengenai semua bisnis usahanya selama satu bulan terakhir. Lelaki itu membaca satu persatu laporan mengenai persentase keuntungan semua bisnisnya.
“Hmm... untungnya hanya Dream Fantasy yang saat ini mengalami penurunan keuntungan sedangkan yang lainnya masih tetap pada posisinya.” gumamnya setelah selesai membaca semua laporan kemudian menutupnya kembali.
Meskipun hanya satu proyek bisnisnya yang mengalami penurunan lelaki itu sudah tampak bingung sekali. Ia seakan tak rela mengalami penurunan laba meskipun hanya sedikit.
Lelaki itu mengangkat gagang telepon yang ada di mejanya dan menekan nomor ekstensi sekretarisnya.
“Kring.... kring... kring....” Wardana berdiri sambil menunggu teleponnya diangkat.
“Halo tuan Wardana... apa ada yang bisa ku bantu ?” ucap sekretaris itu yang mengetahui jika penelpon nya adalah pemilik perusahaan melalui fasilitas telepon yang tersedia.
“Diana... segera beritahu staf lainnya untuk segera mengikuti meeting yang akan dimulai lima belas menit lagi.” ucap Wardana memberi perintah pada sekretarisnya.
__ADS_1
“Baik tuan...” jawabnya singkat.
Setelah panggilan berakhir sekretaris Wardana segera menghubungi setiap departemen sesuai perintah lelaki itu dan memberitahu mereka akan untuk segera mengikuti meeting.
Di lain tempat tepatnya di Atmaja Group. Di perusahaan itu tampak terdengar suara tepukan meriah dan suara riuh para staf di sebuah ruangan.
Flash back satu minggu sebelumnya.
Sherli sedang duduk di kursinya sambil mengecek semua laporan yang ada di mejanya.
“kring.... kring... kring...” Sherli menaruh beberapa berkas yang dipegangnya kemeja setelah mendengar telepon di mejanya berdering.
“Halo siang...” jawab wanita itu setelah mengangkat teleponnya.
“Sherli... aku sudah membaca record daftar pengunjung Wonderland yang meningkat dari waktu ke waktu sampai saat ini. Aku senang sekali dengan hasil kerjamu. Kau datanglah ke ruangan ku sekarang.” ucap lelaki dari balik telepon.
“Ya bapak presiden direktur. Aku akan segera ke sana sekarang. Terima kasih.” jawab wanita itu kemudian menaruh kembali gagang teleponnya setelah percakapan selesai.
“Hmm.... ada apa ya... presiden direktur memanggilku... mungkin kah aku...” gumamnya tersenyum lebar sambil berimajinasi mendapatkan reward atau lainnya dari pimpinan nya itu.
Wanita itu pun segera keluar dari ruangannya dan menuju ke ruang presiden direktur.
Wanita itu langsung pintu ruang presiden direktur begitu tiba di sana.
“Ya Sherli... masuk saja...” ucap presiden direktur dari dalam dan Sherli masuk ke ruangan itu begitu mendapatkan perintah untuk masuk.
Di dalam ruangan Sherli duduk dan lelaki itu berpindah duduk di depan Sherli sambil membawa amplop putih.
“Sherli terimalah ini...” ucap lelaki itu memberikan dua amplop putih pada wanita itu.
Kembali ke waktu sekarang.
Beberapa staf yang berada di ruangan tak jauh dari ruangan seri berada satu persatu masuk ke ruangan itu.
“Bu Sherli selamat atas kenaikan jabatannya.” ucap salah staf memberikan selamat dan menjabat tangan wanita itu.
“Terima kasih...” jawab Sherli menjabat tangan staf tadi sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah staf tadi memberi ucapan selamat pada Sherli para staf lain bergantian mengucapkan selamat kepadanya.
Di lain tempat Niky dan para staf yang ada di ruangannya menuju ke ruangan Sherli dan ikut mengucapkan selamat atas kenaikan jabatan wanita itu.
Ruangan yang biasanya sepi itu sekarang terlihat ramai.
“Selamat Bu Sherli... atas kenaikan jabatannya...” ucap Angel menjabat tangan wanita itu sambil tersenyum lebar padanya.
“Terima kasih Angel...” jawabnya.
Staf lain pun segera memberikan ucapan selamat padanya. Joey, Jessica dan lainnya ikut menjabat tangan Sherli.
Niky masuk belakangan dan memberikan ucapan selamat pada wanita itu setelah beberapa staf sudah keluar dari ruangannya.
“Bu Sherli selamat atas kenaikan jabatannya.” ucap Niky tersenyum lebar sambil menjabat tangannya.
“Terima kasih Niky... ini semua juga berkat usaha kerasmu.” balas nya singkat.
Niky segera keluar dari ruangan itu setelah selesai memberikan ucapan selamat padanya, namun langkahnya terhenti saat wanita itu memanggilnya.
“Niky... tunggu... !!” ucap Sherli.
Niky yang sudah berada di depan pintu berbalik dan kembali menghadap Sherli.
“Ya bu Sherli ada apa ?” tanyanya.
Sherli tersenyum dan membuka sebuah laci dan mengeluarkan sebuah amplop putih dari dalamnya lalu memberikannya pada Niky.
“Apa ini Bu Sherli... ?” tanya Niky yang merasa bingung setelah menerima amplop putih itu.
“Bukalah...itu titipan dari Bapak presiden direktur untuk mu.”
Tak menunggu waktu lama Niky segera membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya. Dia tampak tersenyum lebar setelah membaca isinya Lalu memasukkannya kembali ke dalam amplop.
“Terima kasih Bu Sherli... aku tak menyangka akan mendapatkan kejutan manis seperti...” jawabnya dengan wajah bersinar dan berseri-seri.
Niky kemudian keluar dari ruangan direktur accounting dan kembali masuk ke ruangannya. Dan tak di sangka nya semua staf yang ada di sana segera memberikan ucapan selamat padanya karena dia naik jabatan lagi.
__ADS_1
BERSAMBUNG...