
Pagi harinya Niky terbangun di samping Selly yang masih tertidur pulas. Dia tak menyadari jika semalam dirinya melakukannya dengan sukarela dan tak membohongi hatinya jika dirinya juga ada sedikit ada rasa ketertarikan pada wanita itu setelah sering melakukan kontak dengan wanita itu.
“Ah kurasa tidak mungkin aku menyukai mu, aku pasti hanya terbawa perasaan saja, seperti saat aku dengan yang lainnya...” gumamnya dalam hati lalu duduk dan kembali mengingat misinya agar tidak teralihkan pada perasaan yang menderanya.
Dia pun segera memakai bajunya dan keluar dari kamar hotel itu sebelum Selly bangun dan mengajaknya mengulangi lagi melakukan kejadian semalam.
“klik...” Niky segera menutup kembali pintu kamar Selly setelah keluar dari sana. Dia kemudian segera berlalu ke maserati putihnya terparkir dan melaju ke jalanan.
Sementara itu di kamar hotel tampak Selly yang baru bangun dan mencari Niky sudah tak ada di sampingnya.
“Kau pergi begitu saja tanpa membangunkan aku Niky...” ucapnya duduk sambil memegang selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih polos.
Wanita itu segera masuk ke kamar mandi setelah melihat jam yang menunjukkan pukul 07.00 pagi. beberapa saat kemudian dia tampak keluar tergesa-gesa dari kamar mandi lalu menuju ke meja rias setelah selesai memakai baju.
“Leher ku merah...” gumamnya melihat bekas ciuman Niky di lehernya pada cermin. Dia kemudian mengambil foundation dan mengoleskannya pada lehernya yang merah untuk menyamakannya.
Selesai berdandan Selly pun segera berangkat menuju ke tempat kerjanya.
Di tengah jalan Niky yang merasa kelaparan sekali mampir ke sebuah warung makan tak jauh dari tempatnya berada sekarang.
“tap... tap... tap...” Niky berjalan keluar dari maserati putih dan masuk ke warung makan untuk mengisi perutnya.
setelah memesan menu, dia pun memilih untuk duduk di depan di dekat area parkir karena ingin menghirup udara segar pagi itu.
“Nyam...” Niky yang kelaparan menyantap makanannya dengan lahap memunggungi jalanan raya menghadap ke pintu rumah makan.
Di tengah-tengah dia makan, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya pelan dari belakang dan dia pun menoleh untuk melihat.
“Na-Naomi... Naomi kau... kapan kau ke sini ?” ucapnya yang kaget saat mendapati Nomi yang berdiri di belakangnya.
Wanita itu kemudian duduk di depan Niky.
__ADS_1
“Celaka... kenapa aku bertemu dia di sini...semoga saja aku bisa kabur darinya.” batinnya mencoba tenang dan bersikap wajar di depan wanita itu.
“XL lama tak jumpa... gimana kabar mu... ?” tanya wanita itu sambil meminum sekotak susu yang di pegangnya.
"Kabar ku baik... bagaimana dengan mu ?”
Niky mengamati Naomi yang terlihat lebih segar dari sebelumnya dan tubuhnya terlihat sedikit berisi.
“Maukah kau menemaniku malam nanti... ?” tanyanya sambil tersenyum menggoda Niky seperti biasanya.
“Oh maaf Naomi aku tidak bisa. Aku langsung pulang setelah bekerja.” jawab Niky sekenanya dan asal bicara tanpa berpikir untuk menolak ajakan dari wanita itu karena tak mau berurusan dengan suaminya lagi.
Naomi melihat wajah Niky yang tampak ketakutan dan pucat saat menatapnya, dan dia malah tertawa lebar.
“XL... aku hanya bercanda. Aku memang merindukan saat malam bersamamu tapi tujuanku sudah terpenuhi.” jawabnya sambil menyandarkan tubuhnya ke depan.
“Maksud mu... ???” tanyanya balik yang tidak mengerti sambil mengerutkan dahi.
“XL aku sudah hamil dua bulan...” jawabnya kemudian menarik tubuhnya dan kembali duduk dengan benar.
Seketika wajah Niky terlihat shock dan pucat pasi mendengar pernyataan Naomi dan tubuhnya bergetar karena tidak menyangka wanita itu akan mengandung anaknya.
“Kau tenang saja XL... aku tidak akan memintamu untuk bertanggung jawab. Aku akan membesarkan anak kita dengan setulus hati.” ucap Naomi tersenyum sambil mengelus perutnya yang terlihat sedikit buncit.
“Wanita gila... kau bercanda kan ? Itu pasti bukan anak ku, tapi anak dengan suami mu kan...” ucap Niky dengan nada emosi dan merasa wanita itu hanya menipunya saja.
“Sudahlah XL... jangan mempermasalahkan hal ini. Aku yakin ini adalah anak mu dan aku sangat berharap sekali ini adalah buah cinta kita.” ucap Naomi untuk meredakan emosi Niky.
“Cinta... ? Aku sama sekali tak pernah mencintaimu dan aku terpaksa melakukan itu denganmu. Jika itu benar anakku maka gugurkan lah.” ucap Niky lagi yang masih emosi.
“Tidak XL... aku sudah lama menantikan kehadiran anak ini...” jawab Naomi lagi. Karena melihat Niky yang masih emosi dan dia pun tak ingin ada masalah dengan suaminya lagi, wanita itu segera pergi dari sana.
__ADS_1
“Aku mau periksa ke dokter kandungan dulu. Sampai ketemu lagi XL...” Naomi segera menuju ke tempat parkir dan masuk ke mobil merahnya meluncur di jalanan.
Sementara itu Niky tak menghabiskan makanya yang tinggal sedikit karena menjadi tak nafsu setelah mendengar pernyataan dari Naomi. Dia pun memutuskan untuk kembali ke kantor dan fokus bekerja.
Sesampainya di kantor, Niky duduk di kursinya seperti biasa.
“Sial.... !!” batinnya menatap kosong layar laptopnya karena tidak fokus dan masih terpikirkan pada apa yang diucapkan oleh Naomi tadi pagi. Dia masih Terbayang pada apa saja yang sudah dilakukannya bersama Naomi dan tidak siap jika harus menjadi seorang ayah.
"Ah... sudahlah...aku yakin sekali Naomi tidak mengandung anakku.” ucap nya mensugesti dirinya sendiri agar tidak terus-menerus gelisah.
Lelaki itu tampak gagal fokus harian di tempat kerja bahkan setelah pulang kerja pun dia masih tampak memikirkannya.
Hingga malam tiba, saat Niky mendapat telepon dari Sisca untuk menemaninya malam ini. beberapa saat kemudian Nicky sudah tiba di depan pintu kamar hotel yang sudah dipesan oleh Sisca.
Di dalam kamar, lelaki itu masih tampak tidak fokus bahkan saat dirinya sedang memeluk erat tubuh Sisca di bawah tubuhnya.
“Aah... Niky... hari ini kau tak seperti biasanya dan kau tampak melamun. Apa ada masalah di kantor mu ?” tanya Sisca yang melihat lelaki itu tampak gelisah.
“Sisca apa kau tidak takut hamil nanti...?” tanya nya berhenti memeluk Sisca dan merebahkan diri di sebelahnya.
“Hamil... ?? Tentu saja tidak. Aku sudah meminum pil kontrasepsi semenjak dua bulan yang lalu.” jawabnya lalu memeluk Niky dan menarik tubuhnya ke atasnya lagi.
“Kau jangan khawatir... oke. Itu tidak akan terjadi karena aku hanya ingin bersenang-senang saja dengan mu.” ucap Sisca memeluk erat pinggang Niky erat dan merapatkannya ke tubuhnya.
Pikiran Niky tampak tenang setelah Sisca bicara begitu.
“Benar juga apa yang dikatakan oleh Sisca... aku sama sekali tak perlu khawatir. Jika ada yang hamil itu bukan salahku tapi salah mereka sendiri yang memintanya pada ku dan tidak berhati-hati.” batinnya mendukung opini wanita itu untuk mengusir rasa bersalahnya.
Dan setelah itu Niky kembali seperti biasanya. Dia balas memeluk Sisca dan bebas bereksplorasi mengeluarkan tenaganya yang melimpah.
Tak lama kemudian terdengar ******* panjang Sisca yang membuat Niky terjaga sampai lewat tengah malam karena wanita itu terus memintanya mengulangi lagi sampai beberapa kali sampai dia sudah lemas tak berdaya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...