PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
103. Nama Baby


__ADS_3

Baby kembar empat sudah berada di mansion bersama keluarganya. Kehadiran keempatnya membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Reza.


Apa lagi saat ini, keluarga Andien ikut berkumpul bersama di mansion itu. Walaupun dua saudara ipar Andien masing-masing sedang hamil tujuh bulan saat ini, namun tidak menjadi penghalang untuk mereka bisa datang ke Kolombia untuk melihat langsung kehadiran baby kembar empat.


Nyonya Yuni menemui Reza dan menanyakan perkembangan Ratih.


"Nak, Reza!" Ibu minta maaf karena belum sempat menemui saudaramu Ratih karena ibu juga langsung ke Bogota.


Ibu sudah dengar kabar duka itu dari saudaramu Rania. Ibu turut berdukacita nak, atas peristiwa yang menimpa Ratih. Semoga Ratih bisa bangkit lagi dari traumanya.


"Jiwa Ratih masih belum pulih Bu, tapi dia masih mau makan tapi tidak bisa menghasilkan ASI akibat trauma yang dialaminya. Dokter sudah mengupayakan untuk kesembuhan Ratih, mohon doanya Bu.


Tapi jangan sampai Andien tahu masalah ini karena kondisi Andien juga belum begitu pulih." Ucap Reza sambil berbisik-bisik kepada ibu mertuanya.


"Semoga semua duka ini cepat berlalu dalam hidup kita.


Aaamiin."


"Oma!" Dipanggil mama." Ucap Fariz.


"Baiklah sayang!" Kita temui mama yuk!" Ajak nyonya Yuni.


Sementara di dalam sana Andien sedang menghubungi ibu mertuanya.


"Apa kabar mami!"


"Baik sayang!" Maaf mami tidak bisa menemuimu karena mengurus anak-anak Ratih."


"Tidak apa mami!" Sampaikan salam ku pada Ratih dan titip cium untuk ketiga baby kembarnya."


"Iya sayang, nanti di sampaikan." Ujar nyonya Susan masih terdengar sedih.


"Mami, Andien ingin mami memberikan nama untuk bayi kembar empat kami. Mami mau beri nama cucu yang perempuan atau yang laki-laki?"


"Laki-laki saja nak, karena mami punya putra hanya satu, yaitu suamimu Reza. Beri saja nama mereka Kenan dan Kenzo."


"Ok, terimakasih mami, Andien sayang sama mami. Kalau bisa mami dan ayah kunjungi kami di Bogota.


"Iya sayang, ini sebentar lagi Rania mau melahirkan. Sepertinya mertuanya yang akan mengurus baby kembarnya karena Jody adalah putra tunggal."


"Alhamdulillah, semoga lancar ya mami persalinan Rania."


Keduanya mengakhiri obrolan mereka.


"Andien!"


"Iya Bu."


"Ada apa panggil ibu?"


"Andien hanya minta ibu memberikan nama untuk cucu ibu."


"Sebaiknya kasih kesempatan suamimu yang memberikan nama untuk anakmu karena yang pertama, kamu yang sudah menamakan kembar empat.


"Baiklah mami. Terimakasih untuk pengertiannya."

__ADS_1


"Ada apa sayang?" Tanya Reza yang sudah duduk bersama keluarga istrinya.


"Tolong berikan nama untuk dua putrimu karena dua putramu sudah dinamakan oleh mami."


"Namakan saja mereka Sheena dan Sheila."


Baiklah kalau begitu besok ada acara aqiqah, kita adakan saja di rumah ini dan mengundang beberapa syeh yang ada di mesjid Bogota.


"Ayah!" Apakah Calista boleh mengundang pangeran Fatih?"


"Jangan Calista!" Jangan libatkan pangeran Fatih. Kamu tahu dia itu nggak sembarangan keluar istana.


"Mama!" Dia sendiri yang memaksa Calista supaya diundang dan Calista tidak tega menolaknya. Lagi pula Camilla diperbolehkan mengundang kak Davin, masa Calista nggak boleh." Calista terlihat kecewa.


"Ada apa mbak Andien?" Maksudnya Calista berteman dengan seorang pangeran beneran?" Tanya Adam.


"Calista hanya guru untuk pangeran Maroko itu." Ucap Andien.


"Hahhhh?" Keluarga Andien tercengang."


"Mengajar pangeran Maroko. Keren sekali kamu Calista."


"Paman Adam, masalahnya pangeran Fatih usianya sekitar lima belas tahun dari Calista." Ujar Al.


"Apaaa...!" Kaget serentak.


"Bagaimana bisa Calista mengajar seorang pangeran yang lebih tua darinya?" Tanya Tante Ayu.


"Calista seperti Google berjalan Tante Ayu." Jadi jangan heran kalau dia bisa segalanya." Timpal Fariz.


"Hmm!"


Sementara Rani dan Agam saling bertatapan karena kagum.


"Baiklah." Undang saja pangeran Fatih datang ke sini besok. Tapi rumah kita pasti melewati protokol kerajaan." Keluh Andien.


Baru saja Andien bicara seperti itu, datang tiga mobil Paspampres yang sedang melakukan protokol di kediaman Andien.


"Mama!" Ada tamu." Ucap Camilla.


Andien segera menemui tamunya.


"Selamat siang nona Andien!" Kami ditugaskan untuk melakukan sterilisasi kediaman nona Andien karena satu jam lagi tuan penguasa dan rombongan menteri akan menjenguk Anda dan baby. Laporan selesai.


"Lanjutkan!"


"Ibu, kita harus ke kamar masing-masing karena mereka akan melakukan tugasnya.


"Ada apa lagi mas Agam?" Tanya Rani makin bingung.


"Sahabatmu itu, temannya orang hebat semua. Jadi jangan kaget." Ucap Agam pada istrinya yang masih tercengang.


Satu jam kemudian, mansion milik Andien sudah ramai dengan para pejabat tinggi negara itu.


Keluarga hanya duduk tenang dan ikut mendengarkan pembicaraan para orang penting dengan Andien dan Reza.

__ADS_1


Beruntunglah, keluarga besar itu semuanya mengusai bahasa Inggris kecuali Rani yang tidak begitu fasih dan dia harus mendengarkan Calista yang translate untuknya.


Dan lucunya, Calista translate dalam bahasa Jawa membuat Rani cekikikan karena Ayu belum mengerti dengan bahasa Jawa.


Tapi Ayu tidak peduli karena ia fokus mendengarkan obrolan yang terlihat berbobot itu. Karena dalam pertemuan itu bukan hanya sebagai kunjungan biasa tapi ada unsur politik, ekonomi dan keamanan negara di dalamnya.


Hampir satu jam pertemuan baru Usai dan mansion kembali sepi.


...----------------...


Keesokan harinya, acara aqiqah digelar dengan nuansa islami. Suara tabuh gendang dengan pembacaan selawat bergema di kediaman Andien .


Calista dan Camilla yang sejak tadi menunggu dua teman mereka itu, tak kunjung datang hingga acara itu selesai.


"Calista!" Apakah pangeran Fatih jadi ke sini?"


"Entahlah!" Dari tadi aku hanya melihat para pengawalnya saja yang mengelilingi area mansion kita.


"Bagaimana dengan Kak Davin?" Apakah ada kabar darinya?"


"Sama."


Tidak ada kabar darinya juga, mungkin ada urusan lain." Ucap Camilla.


"Lebih baik kita masuk temui adik bayi!" Ajak Calista.


Baru saja keduanya masuk terdengar klakson mobilnya pangeran Fatih.


Calista langsung menyambut pangeran Fatih. Pangeran Fatih turun di dampingi pengawal Hamid sambil membawa kado untuk empat baby kembar.


"Assalamualaikum Calista, Camilla!"


Kedua gadis ini menjawab salam pangeran Fatih.


"Calista!" Ini kado untuk adik kembarmu."


"Terimakasih kak Fatih!" Silakan masuk." Ujar Calista dengar wajah berbinar.


Sementara Camilla terlihat sedih karena Davin belum juga muncul.


Keluarga Andien hampir jantungan ketika pesona pangeran Fatih yang begitu memukau mereka.


Calista memperkenalkan pangeran Fatih pada keluarga mamanya.


"Ini benar pangeran Maroko itu. Ternyata ia sangat tampan Rani." Puji Ayu membuat Adam menatap tajam wajah istrinya.


"He..he..!" Mas Adam lebih tampan ko dari pada dia." Ucap Ayu sambil mengangkat dua jarinya berbentuk huruf v.


Di kediaman Davin, pria tampan itu tidak diijinkan oleh para pengawalnya karena kedua orangtuanya ada di Bogota.


Ibunya Davin, Nyonya Pandora menahan putranya untuk tidak pergi ke manapun.


"Device!" Apakah kamu mendengarkan Mommy!" Kamu tahu siapa dirimu?" Kau bukan pemuda sembarangan dan sadarilah sayang, banyak yang menginginkan nyawamu.


"Mommy!" Aku tidak ingin hidup dibawah bayang-bayang kekuasaan. Aku ingin hidup biasa saja seperti orang lain." Teriak Davin lalu mengambil kunci mobilnya menuju kediaman Camilla.

__ADS_1


"Ikuti dia!" Dan jangan biarkan orang-orang mengetahui siapa sebenarnya putraku!" Titah nyonya Basilla Pandora.


__ADS_2