
Sebelum hari H, keberangkatannya ke Bogota Kolombia, Andien dijemput oleh beberapa tentara negara tersebut untuk menghadap orang nomor satu di negara itu. Andien yang pagi itu sedang sarapan bersama keluarganya di hotel tersebut di kejutkan dengan kedatangan sejumlah tentara yang terlatih untuk mengawal ibu si kembar empat ini untuk kembali ke Bogota karena negara itu sangat membutuhkan jasanya.
"Selamat pagi nyonya!" Sapa salah satu dari tentara itu pada Andien.
Andien yang sudah mengetahui siapa tentara itu hanya mengangguk hormat dengan memasang wajah datar.
Ibunya terlihat syok melihat kehadiran beberapa tentara yang sedang berbicara dengan putrinya. Semua pengunjung restoran yang merupakan penghuni hotel itu menatap ke wanita yang sedang mendengarkan penjelasan tentara itu, seraya memberikan surat kepada Andien.
Andien yang membaca surat pemanggilan resmi terhadap dirinya, memerintahkan kembali agar mereka menunggu, sementara ia harus menjemput keempat anaknya di kamar.
Para tentara itu mengamankan para pengunjung restoran untuk tidak mengambil video ataupun foto ke arah mereka karena itu akan berakibat buruk.
Pihak hotel menenangkan para pengunjung untuk tidak melakukan gerakan apapun karena ini adalah bagian tugas negara. Jika masih melawan, maka ponsel mereka akan disita.
Semua pengunjung mengangguk patuh karena mereka tidak ingin melawan hukum.
"Apakah wanita itu orang penting?" Tanya salah satu penghuni hotel pada petugas hotel.
"Orang itu jenius, makanya dia menjadi orang penting yang dibutuhkan oleh negara di tempatnya bekerja." Ucap pelayan restoran itu.
Pekerjaan Andien yang bekerja di bawah komando operasi cyber di luar angkasa, yang saat ini sangat dibutuhkan oleh pihak terkait dengan pekerjaan yang sedang digelutinya saat ini.
Setelah mempersiapkan semua keempat anaknya mereka pun berangkat dengan menggunakan pesawat terbang milik militer angkatan darat yang dipersiapkan khusus untuk menjemput Andien.
Andien berpamitan dengan ibunya dan dua saudara kembarnya Agam dan Adam.
"Ibu, maafkan Andien ya Bu karena tugas Andien begitu penting membuat Andien tidak bisa merayakan perpisahan dengan ibu." Ucap Andien seraya mencium punggung tangan ibu kandungnya itu.
__ADS_1
"Tidak apa nak, urusan negara lebih penting dari pada apapun. Berangkatlah!" Ibu ridho dan bangga kepadamu." Ucap ibunya lalu mencium ke empat cucunya.
"Oma, kalau sudah sehat, berkunjunglah ke Bogota Kolombia, kami pasti senang kalau Oma menemani kami di sana." Ucap Fariz lalu memeluk omanya dengan erat.
Saling berpamitan satu sama lain pagi itu dengan perasaan haru biru. Mobil pengawal sekitar enak mobil hanya untuk mengawal gadis ini dengan keempat anaknya kembali ke Bogota Kolombia.
"Selamat tinggal Jakarta. Selamat tinggal tanah airku Indonesia." Ucap Andien ketika pesawat milik angkatan udara itu mulai tinggal landas dan terbang menyusuri awan biru.
Wajah Camilla dan Calista berubah mendung. Air mata kedua gadis ini tak dapat terbendung. Andien mengira kedua putrinya ini tak kuasa menahan kesedihan karena berpisah dengan keluarganya.
"Sudah sayang!" Nanti kita bertemu lagi dengan Oma dan dua paman tampan." Ucap Andien menghibur dua putrinya.
"Kami sudah cukup puas bermain bersama Oma dan dua paman tampan, namun kami belum sempat bertemu dengan ayah yang sampai saat ini membuat kami makin merindukannya.
Andai saja, mama tidak begitu egois, mungkin mama pasti mengerti yang kaki butuhkan adalah kasih sayang ayah seperti anak-anak lainnya yang merasakan kasih sayang utuh dari kedua orangtuanya." Ucap Camilla membuat Andien tersentak.
Andien tidak bisa membantah perkataan putrinya, iapun bisa merasakan kegelisahan anak-anaknya yang terlalu merindukan kasih sayang ayah.
Deggg...
Andien terperangah dengan pernyataan Calista. Iapun bangkit dari duduknya menuju ruang kerja militer angkatan udara tersebut.
Sikap Andien yang pura-pura cuek, membuat keempat anaknya sangat kecewa. Fariz memantapkan hatinya untuk membantu Calista membuat aplikasi secret Detektor agar bisa mengundang reaksi ayah mereka.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sementara di Indonesia, Reza merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan keempat anaknya. Wajah anak kembar empat yang ditemuinya di bandara Changi menyapa lagi pikirannya saat ini.
__ADS_1
Reza tiba-tiba menangis sendirian di ruang kerjanya karena ia hanya mampu menyimpan wajah keempat anaknya itu di dalam memorinya tanpa ada raga beku yang biasa tersimpan di memori galeri ponsel seperti biasanya.
"Ada apa denganku?" Mengapa hatiku terasa sangat sakit mengenang peristiwa itu. Mengapa keempat anak itu terus menganggu pikiranku, jika tahu kalian sangat penting dengan jiwaku, harusnya aku menanyakan di mana kalian tinggal dan siapa nama ibu kalian.
Kota mana yang akan kalian tuju saat itu." Oh, bodohnya diriku, padahal kalian bilang kalau kalian hanya miliki ibu tanpa ayah. Apakah kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti anak-anak?"
Tapi kenapa aku juga sangat merindukan Andien?" Ah!" Gadis itu, selalu saja berubah-ubah moodnya, kadang bisa buat orang bahagia kadang sulit untuk mengetahui apa maunya." Gerutu Reza lalu menyeka air matanya.
Pria tampan yang makin hebat ini sudah memiliki banyak perusahaan. Bisnis kelapa sawit yang menjadi komoditi utama di perusahaannya selain produk lain yang menjadi pengekspor terbesar untuk luar negeri.
Hanya kesibukannya yang mampu meredam kerinduannya kepada wanita yang sudah menelan banyak waktunya setiap saat untuk merindukan sosok Andien yang tidak bisa menggeser kedudukan wanita lain dihatinya.
Tok....tok..
Cek..lek.
Rendi, asisten pribadi Reza masuk dengan membawa banyak berkas dan laporan jadwal pertemuan Reza dengan beberapa relasi penting untuk satu pekan ke depan.
Rendi meletakkan berkas itu di meja kerja bosnya, lalu membaca jadwal pertemuannya dengan beberapa pemegang saham.
Tapi ada yang lebih penting untuk malam ini, karena Reza harus menghadiri pesta ulang tahun salah satu pengusaha yang merupakan orang terkaya nomor dua setelah Reza.
Ialah Monika yang pernah menjadi tunangan Reza enam tahun yang lalu dan sekarang hanyalah mantan.
Sebenarnya Reza enggan menghadiri ulang tahun Monika, tapi karena ini berhubungan dengan banyak pengusaha yang bukan hanya berasal dari domestik namun dari tingkat internasional yang akan membaur di pesta ulang tahun putri mantan pengusaha nomor satu di negara ini. Walaupun kedudukan mereka sudah tergeser oleh kehadiran pengusaha muda Reza, namun pengaruh besar ayah Monika masih menjadi suatu kepentingan dalam dunia bisnis mereka.
Malam pun tiba, Reza sudah siap berangkat ke pesta itu dengan ditemani Rendi asistennya. Tapi pesta ulang tahun itu tidak mungkin berjalan begitu saja tanpa ada niat buruk dari seorang Monika yang masih mengincar Reza yang pernah menolaknya.
__ADS_1
Perempuan iblis itu meminta asistennya untuk memberikan obat perangsang pada minuman Reza. Gadis itu masih penasaran dengan pria idamannya yang belum sempat ia jebak untuk menjadi ayah dari calon anaknya saat itu.
"Reza, kamu akan bercinta denganku malam ini sayang, karena aku tahu kamu selama ini sangat merindukan sentuhan dari wanita seperti aku." Ucap Monika lalu tertawa terbahak-bahak di kamar hotelnya.