PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
117. Pelarian Pangeran Fatih


__ADS_3

Paman Agam dan istrinya Tante Rani menemui keluarga Andien di Jakarta. Kedatangan keduanya kurang tepat saat suasana rumah tangga Andien sedang bermasalah dengan keempat anak pertamanya .


Usai sholat isya, Al dan Fariz yang sedang duduk berdua di pinggir kolam renang sambil setengah berbaring menatap kelamnya malam di hiasi bintang yang bertaburan membentuk rasi bintang untuk di manfaatkan oleh berbagai kepentingan manusia di bumi sesuai profesi yang mereka geluti.


Paman Agam yang sudah mengetahui inti dari permasalahan itu, mengajak Al dan Fariz duduk bersama dan menasehati keduanya.


"Hai jagoan!" Sapa Agam pada keduanya.


"Paman Agam!" Keduanya duduk menyambut paman mereka yang sudah duduk di hadapan keduanya.


"Maaf Al, Fariz! kalau paman Agam ikut campur dalam urusan keluarga kalian. Tapi, urusan kedua orangtua kalian adalah urusan paman juga sebagai wali dari ibu kandungnya kalian mama Andien.


Al dan Fariz tertunduk lesu tanpa ingin menjeda perkataan paman Agam.


"Tugas seorang anak untuk kedua orangtuanya adalah menghormati ibunya lebih tinggi baru setelah itu ayahnya.


Tugasnya seorang anak laki-laki untuk berbakti kepada orangtuanya mulai dari anak-anak hingga ia mati.


Sampai kapanpun anak laki-laki itu akan tetap menjadi milik ibu kandungnya sampai ibunya wafat. Apapun yang dimiliki oleh seseorang anak lelaki, entah itu rumah dan barang berharga lainnya yang dimilikinya itu wajib dimanfaatkan juga oleh orangtuanya.


Jadi tidak ada istilah orangtua numpang tinggal di rumah anak, walaupun rumah itu memang dibeli sendiri oleh anaknya saat dia sudah berkeluarga.


Beda dengan anak perempuan yang putus kewajibanya dengan orangtuanya saat diikrarkan ijab kabul oleh suaminya yang otomatis semua dosanya dan beban hidupnya akan ditimpakan kepada suaminya mulai hari itu juga.


Nah itulah beban seorang lelaki bukan hanya mengurus kedua orangtuanya sampai keduanya meninggal tapi tanggungjawabnya dia pada istrinya sampai ia mati. Maka jika Istrinya berbuat dosa, dosa itu juga untuk suaminya.


Jadi, paman berharap, kalian berdua cukup menjalankan bakti kalian pada keduanya, entah dosa masa lalu keduanya seperti apa, cukup itu menjadi tanggung jawab mereka dengan Allah, bukan hak kalian menghukum keduanya walaupun penilaian orang lain diluar sana seperti apa untuk mereka, itu bukan urusan kalian.


Urusan kalian hanya mengabdi kepada keduanya sampai mereka mati." Ucap paman Agam menasehati kedua ponakannya.


Rupanya nasehat sederhana itu mampu menggetarkan sanubari keduanya. Mereka pun memeluk pamannya dan meminta maaf telah bertindak durhaka kepada kedua orangtuanya karena terhasut oleh para netizen.


"Paman, maafkanlah kami berdua." Ucap Al.


"Paman yakin, orang sehebat kalian berdua pasti bijak dalam menyikapi setiap masalah yang datang pada kalian karena kalian sudah di bekali dengan ilmu agama sebagai filter untuk menyaring semua informasi buruk yang menimpa hidup kalian.


Sekarang masuk dan temui kedua orangtua kalian agar mereka tidak larut dalam kesedihannya karena dosa masalalu. Ingatlah bahwa orang diluar sana sedang menunggu kehancuran keluarga kalian yang selama ini terlihat harmonis.

__ADS_1


Karena kedua orangtuanya sudah berhasil mendidik kalian, dengan baik dan tidak semua orang tua melakukan itu pada anaknya, apakah kalian mau orang luar menertawakan kehancuran hubungan kalian dengan orangtua kalian?"


"Tidak mau paman!" Kami akan memperbaiki kembali hubungan yang sempat retak ini." Ucap keduanya.


Al dan Fariz menemui Andien dan Reza yang sedang duduk berdua sambil berpelukan, sepertinya keduanya sedang menangis.


Al dan Fariz yang melihat air mata keduanya yang masih mengalir karena memikirkan perilaku mereka, langsung memeluk keduanya.


"Ayah!"


"Mama!"


Maafkan Al dan Fariz sudah membuat kalian berdua sedih. Kami sudah durhaka kepada ayah dan mama." Ucap keduanya bergantian sambil bersimpuh di pangkuan kedua orangtuanya.


Keduanya menangis menyesali perbuatan mereka yang kurang beradab. Andien memeluk keduanya, dan bergantian dengan Reza. Hubungan itu kembali kokoh seperti sedia kala.


...----------------...


Keesokan paginya, Reza yang sedang mengantar putrinya Calista ke kantor ke kepolisian, terlihat canggung karena keduanya tidak lagi terlihat akrab seperti biasanya. Ketika tiba di tempat parkir, Reza akhirnya menegur putri kesayangannya itu.


"Calista!"


"Apakah kamu juga membenci ayah, nak?"


Deggg..


Calista menatap wajah ayahnya lalu menggenggam tangan kekar itu dan berkata dengan lembut.


"Kau adalah ayahku, mana mungkin aku bisa membencimu. Aku tidak pernah berpikiran buruk kepadamu ayah, karena aku sudah menghabiskan waktuku selama dua tahun agar bisa bertemu denganmu.


Andaipun saat itu aku sudah mengetahuinya dengan akalku yang masih terbatas untuk memahami dunia dewasa, aku tidak mempedulikannya, karena yang aku butuhkan saat itu adalah kasih sayang ayah bukan hasutan setan dari setiap lisan yang tidak bertanggungjawab." Ucap Calista membuat air mata Reza kembali luruh.


"Sayang, putri ayah!" Terimakasih sudah menerima kekurangan ayah yang menyebabkan kalian menderita." Ucap Reza sambil memeluk putrinya.


Calista menghapus air mata ayahnya dan menguatkan ayahnya dengan cintanya.


"Jangan bersedih lagi ayah!" Apapun yang dikatakan orang lain padamu, cinta dan hormatku pada ayah tidak akan pernah berkurang sedikitpun kadarnya." Ucap Calista sambil tersenyum pada ayahnya.

__ADS_1


"Ayah sangat bangga padamu nak, Reza mencium kening putrinya lalu melepaskan putrinya.


Calista melambaikan tangannya ketika mobil ayahnya bergerak kembali menuju perusahaan.


Calista memasuki kantor polisi itu sebagai tempatnya bekerja.


Sementara di Maroko, rencana pernikahan pangeran Fatih sedang dibahas oleh kerajaan.


Pangeran Fatih yang tidak ingin berontak lagi berusaha menuruti permintaan ayahnya raja Hasan.


Ia sudah paham pada kemauan keras ayahnya yang justru menjadi. dirinya sebagai tawanan yang terpenjara sendiri di istana ini.


Makanya apapun rencana raja Hasan, diterimanya dengan baik sambil menyusun strategis untuk bisa kabur dari pernikahan yang diadakan dua hari lagi.


Rencana pangeran Fatih, tidak bisa dilakukannya sendiri jika tidak ada orang lain yang mendukungnya dan mau membantunya dalam pelarian itu.


Akhirnya pernikahan Akbar itu digelar mewah, di kediaman kerajaan Yordania, dimana mempelai pengantin wanita sedang menunggu rombongan pengantin pria datang menemui pengantin wanitanya.


Pangeran Fatih yang sudah menyiapkan segalanya saat menunggu penjemputan dari pihak kerajaan Yordania di bandara setempat untuk mengawal mobil rombongan kerajaan itu bergerak menuju istana Yordania.


Pengantin perempuan juga sedang dilanda kegelisahan yang. begitu kuat, masalahnya ia dan pangeran Fatih sudah menyusun rencana ini untuk menggagalkan pernikahan mereka.


Ketika memasuki gerbang istana mempelai pria dijemput dengan kereta. Pangeran Fatih bersama beberapa pengawal lainnya yang mendampingi kreta kencana itu dengan kuda putih.


Panglima besar istana Yordania yang merupakan kekasih putri Ghita siap berganti tempat di mana pangeran Fatih yang menunggang kuda miliknya dan dirinya sendiri menjadi pengantin pria yang akan menikahi. kekasihnya putri Ghita.


Panglima kerajaan Yordania yang yang bernama Saddam, memakai mahkota kebesaran milik pangeran Fatih melindungi wajahnya sehingga tidak terdeteksi oleh orang lain.


Pangeran Fatih yang menaiki kuda putih milik panglima Saddam nampak tenang hingga ia bisa melakukan misi selanjutnya menyamar menjadi pelayan hingga berakhir menjadi rakyat jelata untuk bisa kabur dari kerajaan Yordania.


Sementara acara penyambutan yang berlangsung meriah itu begitu banyak tradisi yang harus dilalui pengantin pria sebelum melakukan ijab kabul.


Hal ini di manfaatkan oleh pangeran Fatih yang sudah bebas menuju daerah perbatasan dengan menggunakan mobil kerajaan Yordania agar di permudah perjalanannya untuk mencapai tempat di mana helikopter sudah siap menunggunya untuk bisa kabur dari tanah Yordania atas permintaan panglima besar kerajaan pada anak buahnya yang tidak mengetahui kalau saat ini yang sedang mereka tolong adalah pangeran Fatih.


..........


"Akankah pelarian pangeran Fatih untuk menemui Calista berhasil?"

__ADS_1


Mohon like, vote dan komen baiknya, terimakasih 🤗


__ADS_2