PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
34. Orang Penting


__ADS_3

Andien tidak bisa pulang ke rumahnya dulu untuk mengantarkan keempat anaknya untuk beristirahat. Tugas penting yang sedang menantinya tidak bisa ditunda saat ini. Terpaksalah ia harus membawa keempat anaknya serta.


Para pengawal wanita meminta keempat anaknya Andien untuk menunggu di ruang istirahat untuk para keluarga karyawan.


Keempatnya mengangguk patuh, namun tidak dengan Calista yang merengek mau ikut ibunya. Gadis ini meraung sejadi-jadinya membuat tempat yang aman itu mulai terganggu. Markas besar sebagai tempat pertemuan rahasia itu harus terganggu dengan tangisan Calista.


"Lepaskan putriku!" Tegur Andien pada seorang perwira wanita ingin mengamankan putrinya.


"Mama!" Calista ingin bersama mama." Ucap Calista dengan rengekannya yang manja.


"Iya sayang!" Tenanglah Calista, mama tidak akan meninggalkanmu." Ucap Andien lalu melangkah lagi ke ruang rahasia di bawah tanah yang tidak terhitung berapa kedalamannya.


Lift itu terus melaju dengan cepat hingga pintu lift terbuka dan menampakkan semua petinggi penting negara itu sedang duduk melingkari seperti meja bundar.


Kedatangan Andien dengan putrinya disambut hormat oleh para petinggi itu pada gadis yang memiliki otak cemerlang.


"Selamat datang nona Andien!" Apakah putrimu sedang sakit?" Tanya orang nomor satu negara itu.


Andien segera menjawab pertanyaan orang nomor satu negara itu dengan menggunakan bahasa Belanda agar putrinya tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.


Andien yang mengetahui orang nomor satu itu mengusai beberapa bahasa resmi untuk beberapa negara, memilih Belanda jadi alat komunikasi mereka saat ini.


"Maafkan saya Tuan!" Putri saya menderita Autisme sehingga ia tidak bisa di tinggalkan jika hatinya tidak bisa dibujuk." Ucap Andien.


Orang nomor satu itu, mengerti lalu mengangguk memahami apa yang dikatakan Andien.


Lalu orang nomor satu itu, meminta jenderal besar yang mengurus dunia antariksa menjelaskan kendala yang saat ini sedang mereka hadapi berkaitan dengan mata-mata yang saat ini mencuri data rahasia negara mereka. Jika tidak bisa di cegah secepatnya, maka rahasia mereka akan mudah didapatkan oleh Heathers yang memanfaatkan data itu untuk dijual ke negara-negara raksasa.


Andien memperhatikan layar monitor yang cukup besar di mana semua komponen pergerakan di mana pemicu data rahasia mereka bocor.

__ADS_1


Andien mengutak-atik dengan angka dan beberapa sandi untuk mengembalikan data mereka pada tempat yang aman.


"Apakah kamu tidak bisa menangkap orang yang sedang mencoba menjebol data rahasia kita?" Tanya orang nomor satu itu.


Calista yang melihat semua komponen yang ada di layar itu melihat satu persatu pusat yang jadi permasalahan saat ini.


Berulang kali mamanya mencoba dengan segala cara namun Heathers itu begitu hebat menyembunyikan identitasnya hingga sulit terlacak.


Calista tersenyum melihat itu semua, ia pun membisikkan sesuatu kepada orang nomor satu itu pada telinganya.


"Jika aku bisa mengembalikan semua dokumen yang hilang dan bisa menangkap pelakunya, apakah kamu mau membantuku?" tanya Calista dalam bisikannya.


Orang nomor satu itu tertawa geli dengan ucapan anak usia lima tahun yang sedang bernegosiasi dengan dirinya.


"Mengapa kamu tidak bermain boneka saja, karena ini bukan mainan kamu." Ucap orang nomor satu itu dengan bisikan yang sama pada kuping Calista agar tidak menganggu orang lain.


Calista tidak kehabisan akal. Iapun membisikkan undang undang negara itu yang menjadi rahasia kode etik antariksa yang sudah dihafalnya.


"Apakah kamu masih meragukan kemampuanku?" Aku adalah putri jenius dari karyawanmu yang jenius ini. Kalau anda menahannya lama di sini, berarti waktu untuk ibuku yang masih dua hari cuti untuk dirinya sedang di sita oleh anda dan itu tidak membuatku suka." Ucap Calista dengan bisikkan yang sama.


Orang nomor satu itu berpikir sesaat karena peralatan hebat yang ada di hadapan mereka saat ini bukan permainan games tapi ia ingin meyakinkan dirinya bahwa putri Andien ini adalah orang yang sangat jenius.


Iapun menggunakan otoritasnya sebagai orang nomor satu di negara itu untuk memberikan kesempatan kepada bocah kecil ini untuk mencoba.


Orang hebat itu, akhirnya membisikkan para petinggi itu dengan menyampaikan idenya Calista yang ingin membantu.


"Tapi, Tuan!" Mana mungkin anda percaya begitu saja pada gadis kecil ini." Ucap Pejabat tinggi yang ada di dalam ruangan itu.


"Apa salahnya kita mencoba, jika anak ini membuat kesalahan, kita tinggal mendeportasi ibunya dari negara ini." Ucap orang nomor satu itu.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu aku setuju." Ucap pejabat penting itu.


Orang nomor satu itu berdehem pada Andien yang masih serius mengutak-atik layar komputer raksasa itu.


"Nona Andien, istirahatlah sebentar!" Titah tuan hebat itu.


Andien pun menuruti perintah orang hebat itu.


"Baiklah cantik, lakukan yang kamu bisa, jika kamu membuat kesalahan, bukan hanya ibumu yang aku pecat dari sini tapi kalian akan aku pulangkan ke negara kalian, mengerti!"


Andien yang melihat putrinya saling berbisik dengan orang nomor satu itu, bingung dan penasaran dengan putrinya yang terlalu berani mengajak orang dewasa yang bukan orang biasa bicara dan saling berbisik.


"Silahkan nona Calista!"


Tanpa menatap wajah datar ibunya, Calista memasukkan beberapa kata sandi dengan tangan yang mungil, mengutak-atik keyboard itu dalam lima menit, semua data di kembalikan di tempatnya dan salah satu heathers itu ketangkap juga.


"Kena kamu!" Seketika alamat dan wajah orang itu muncul di layar membuat para petinggi itu tercengang melihat kehebatan putri Andien itu.


Andien membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang dia lihat itu.


"Calista sayang!" Tangis Andien terdengar lirih melihat kehebatan putrinya.


Orang nomor satu itu langsung maju lalu menggendong Calista dan mencium pipi gadis itu.


"Perkenalkan ini adalah staf kita yang baru dan dia menjadi orang penting di negara ini. Lindungi gadis ini dan semua keluarganya.


Nona Andien, terimakasih sudah membawa putri hebat ini bersamamu, jika tidak kita akan kesulitan mengatasi semua ini.


Dia seperti malaikat kita hari ini karena telah menyelamatkan negara ini." Ucap orang nomor satu itu sambil mengangkat tubuh kecil Calista lebih tinggi lalu Calista tersenyum dengan tenang, namun ia minta diturunkan karena tidak ingin di sentuh oleh orang lain begitu lama.

__ADS_1


Semua orang hebat yang ada di ruangan itu bertepuk tangan dan saling berpelukan karena dalam dua hari ini mereka bekerja keras untuk menghentikan aksi pelaku yang tidak bisa mereka telusuri.


Andien dan Calista mengikuti langkah orang nomor satu itu ke ruang kerjanya untuk berbicara secara pribadi dengan ibu dan anak ini, terutama meminta Calista untuk mengulas kembali cara dirinya bisa mengatasi masalah mereka.


__ADS_2