PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
115. Akulah Tujuanmu


__ADS_3

Camilla mengenali suara Davin, walaupun sudah sekian lama mereka tidak bertemu, namun suara khas Davin tetap terngiang dalam benaknya.


"Kau...kaukah kak Davin...Davin.. ku?" Tanya Camilla masih dalam dekapannya Davin.


"Iya sayang...!" Aku adalah Davin, lelaki yang sama yang pernah melamar dirimu, sepuluh tahun yang lalu." Ungkap Davin lirih.


Air mata haru seketika luruh dengan degup jantung yang ikut berdendang ria kala cinta keduanya dipertemukan kembali dalam suasana yang menyakitkan bagi Camilla.


"Benarkah...?" Apakah kamu datang sengaja untuk menemukanku?" Tanya Camilla dengan suara terdengar parau.


"Karena tidak ada tujuan lain dalam hidupku selain tujuan akhir ku adalah kamu. Aku rela melakukan apapun, asalkan bisa mendapatkanmu kembali karena kamu adalah istri masa depanku." Ucap Davin masih memeluk Camilla.


"Tapi aku adalah seorang putri dari...?"


Davin mengurai pelukannya dan menutup mulutnya Camilla dengan jarinya. Ia kemudian menghapus bulir bening itu dengan dua jarinya dari pipi mulus Camilla.


"Kau adalah wanita suci sebagaimana Allah menghadirkan dirimu ke bumi ini dalam keadaan suci. Entah dengan cara apa kamu datang. Tapi kau hadir karena cinta kedua orangtuamu, seperti sabda Rasulullah bahwa setiap anak yang lahir dari rahim ibunya adalah suci." Davin menutup wajahnya Camilla dengan kedua tangannya lalu mencium wajah itu dibalik punggung tangannya sendiri.


Camilla sangat terharu melihat perlakuan Davin padanya yang begitu menjaganya. Air mata itu terus mengalir karena haru.


"Bukankah kita hanya berdua saja di kamar ini, kak Davin?" Mengapa kamu tidak mencium bibirku, seperti yang dilakukan oleh pasangan lain saat mereka menumpahkan segala kerinduan mereka setelah sekian lama tidak bertemu?" Tanya Camilla yang sudah larut dalam suasana kerinduan.


"Kau terlalu berharga untukku dan aku tahu bagaimana ibumu sangat menjagamu. Aku tidak mau merendahkan dirimu walaupun suasana saat ini sangat mendukungku untuk menyentuhmu. Aku akan mendapatkanmu dengan caranya Allah sukai.


Aku tidak mau terlena dalam jebakan setan. Sesungguhnya setan itu adalah makhluk yang lemah jika kita tidak terjebak dalam iklan yang sedang diperankannya untuk menggoda kita." Ucap Davin dengan senyum pelitnya namun tetap terlihat cool di mata Camilla.


Pembawaan Davin yang tetap sama, terlihat tenang dengan wajah datar dan tatapan mata yang menghanyutkan hati Camilla jika manik biru itu bertemu dengan manik hitam miliknya.


"Sekarang tetaplah di sini. Ini villa milikku. Tinggallah di sini dan jangan kembali ke kost mu karena di sana masih ada Farhan yang sedang menunggumu."


"Baiklah kak Davin. Terimakasih untuk semuanya." Ucap Camilla lalu kembali menyandarkan tubuhnya pada bantal yang sudah disusun Davin agar ia bisa berbaring dalam posisi duduk.


"Kamu masih terlihat lemah, jangan turun dari tempat tidurmu, kecuali ke kamar mandi.


Camilla mengangguk lemah dengan senyum terlihat getir.


Ketukan pintu terdengar nyaring, Davin segera membuka pintu itu. Sandy membawa makan malam untuk Camilla dan Davin.


"Tuan! makan malam anda dan nona Camilla." Ucap Sandy seraya meminta dua pelayan itu menghidangkan di atas meja kecil di dalam kamar milik Davin.

__ADS_1


"Terimakasih!" Davin menutup kembali pintu kamarnya lalu meletakkan makanan Camilla di atas pangkuan gadis itu dengan meja khusus untuk orang sakit.


Camilla merasakan tubuhnya sedikit demam dan menggigil namun diabaikannya karena tidak ingin menyusahkan Davin.


Mereka segera menikmati makanan malam dalam keheningan hingga makanan itu selesai.


...----------------...


Sementara di luar sana, heboh dengan video penghinaan nyonya Tata terhadap Camilla yang sengaja disebarkan oleh salah satu kerabat Farhan.


Keluarga Reza begitu syok melihat tayangan yang sangat menyakitkan itu terutama Reza yang berdampak langsung atas pemberitaan itu.


Calista langsung menindaklanjuti berita itu dengan mengirim semua virus pada setiap akun yang berusaha menampilkan tayangan itu walaupun ia sudah memblokirnya.


Reza segera menghubungi ponsel putrinya, namun ponselnya Camilla sudah di matikan oleh Davin karena Davin tidak ingin Camilla terganggu dengan Farhan lagi jika lelaki itu tetap mencari Camilla.


Andien terlihat sedih dengan pemberitaan itu. Kedua putranya Al dan Fariz ikut terpengaruh dengan berita yang sempat viral sesaat walaupun Calista sudah mengantisipasi berita itu dengan aksi hebatnya.


konten itu sudah di hapus oleh Calista namun yang sudah menyimak konten itu menjadikan tranding hangat yang sedang diperbincangkan di luar sana.


Keduanya mendatangi orangtua mereka dan perdebatan mulai terjadi di dalam keluarga itu. Aura kelam nampak menguat membelah jiwa yang sedari dulu terlihat harmonis kini mulai mengikis dengan terkuaknya kembali masalalu yang kembali terusik di keluarga itu.


Penyesalan Reza seakan tidak akan pernah berakhir sampai jasadnya sudah terkubur di dalam tanah dengan dosa zina yang dibawanya serta, walaupun taubatnya beribu kali sudah diampuni Allah, namun rekam jejaknya tidak akan terhapus begitu saja pada masa depan keempat anak kembar pertamanya.


"Ayah!" Apakah benar kami ini adalah anak haram karena perlakuan ayah pada mama?" Tanya Al penuh intimidasi pada ayahnya.


Reza menatap wajah Andien yang terlihat sedih saat ini.


"Al!" Jangan menciptakan keributan di sini karena ada keempat adikmu yang masih kecil, nak." Ujar Reza berusaha menenangkan putranya.


"Jawab ayah!" Jadi rumor yang dulu pernah kami dengar adalah kebenaran?" Ayah menolak bertanggungjawab pada mama dan meminta mama mengugurkan kami, begitu?"


"Al!" Jangan bersikap kurang ajar pada ayahmu!" Tegas Andien.


"Kenapa mama membela lelaki ini yang telah merusak kehormatan mama?" Teriak Al pada ayahnya yang tersudutkan oleh dua putranya.


Plakkkk...!" Andien menampar putranya Al.


"Kalian tidak berhak menghakimi suamiku dengan argumen yang tidak penting dari orang lain." Ujar Andien tegas.

__ADS_1


"Iya mama, hari ini baru Camilla yang dihina, tapi tidak menutupi kemungkinan aku dan dua saudara kembarku yang lain akan mendapatkan perlakuan yang sama dari keluarga lain." Ucap Al sambil memegang pipinya yang terasa panas.


Fariz merangkul bahu saudaranya dan meninggalkan kamar kedua orangtua mereka.


Andien membenamkan wajahnya diatas bantal. Berteriak keras didalam bantal agar suaranya tidak terdengar menggelar. Hatinya yang selama ini tenang kembali remuk. Betapa nasibnya cukup malang dengan bayangan masa lalu yang tak pernah berkesudahan menyapanya.


Reza mendekati istrinya lalu memeluk bahu bergetar itu karena tekanan kesedihan yang dirasakan mereka saat ini. Ujian kehidupan mulai lagi mendera, memaksa keduanya untuk melewati proses kehidupan untuk tetap bijak dalam menyikapi hidup dengan petunjuk Allah sebagai solusinya.


Sementara di Maroko sana, pangeran Fatih sedang menyusun strategi untuk bisa kabur dari istananya untuk menemui sang kekasih yang sudah menimbun rindu di hatinya, yang hampir meluap karena luasnya samudra dan lebarnya langit yang memisahkan mereka.


Hatinya yang begitu kuat menggenggam janjinya untuk mempersunting Calista menjadi ratunya untuk kerajaannya ataukah untuk dirinya sendiri.


Ia tetap melawan tradisi hierarki kerajaan yang mewajibkan putra mahkota bersanding dengan darah biru putri bangsawan yang sejajar dengannya.


"Mungkin selama ini kalian tampil bahagia karena ingin menyenangkan orang-orang pemangku kepentingan, tapi tidak denganku, karena aku punya jalan hidupku sendiri yang memilih bahagia tanpa mengikuti aturan istana yang melelahkan.


Aku akan menjemput permaisuri ku atau menetap di negaranya untuk menjadikan Calista istriku, wanita pertama dan terakhir dalam hidupku, aku rela menjalani kehidupan seperti rakyat jelata, asalkan bisa bersama dengan kekasihku Calista." Gumamnya lirih.


Sementara itu, Calista yang sedang duduk di kamarnya sedang menangis akan nasib cintanya yang selama ini ia jaga untuk pangeran Fatih kini akan berakhir kenangan.


"Apakah keluarga pangeran Fatih akan menerima aku sebagai menantu mereka, jika mereka mengetahui kalau aku ahir dari rahim seorang wanita yang belum dihalalkan kehormatannya oleh Allah untuk disentuh seorang pria seperti ayahku?" Tanyanya lirih sambil memeluk kedua kakinya.


Sementara di villa Davin yang ada Bandung, saat ini Camilla mengalami demam tinggi. Rupanya gadis itu masih dalam keadaan tertekan karena hinaan yang ia terima hari ini sangat mempengaruhi jiwanya.


Davin yang awalnya tidak mengetahui jika Camilla jatuh sakit karena tidur di kamar yang terpisah, mendengar sesuatu yang jatuh di dalam kamar Camilla yang menimbulkan suara pecahan beling yang cukup mengejutkan Davin.


Prankkkk....!"


Camilla....!" Davin melompat dari tempat tidurnya dan berlari ke dalam kamar gadisnya.


Pintu itu dibuka dengan cepat. Sekilas manik birunya tertuju pada tubuh lemah tertutup setengah selimut yang sudah tersingkap dari bokong Camilla.


Davin mendekati Camilla yang terdengar mengigau menyebut nama ayahnya.


"Ayah!" Aku membencimu...ayah, aku membencimu...ayah, aku membencimu...Aku tidak bisa menjadi menantu siapapun karena ayah." Racaunya lirih.


Davin menyentuh pipi Camilla dan ternyata gadis ini mengalami demam tinggi.


"Astaga!" Camilla!"

__ADS_1


Tampilan Pangeran Fatih



__ADS_2