PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
91. Tiga Pernikahan


__ADS_3

"Jadi mereka menculik putriku karena Calista yang menciptakan aplikasi itu?" Tebak Reza.


"Iya sayang!"


"Berarti keempat anakku berada dalam ancaman para penjahat itu, yang kejahatannya banyak terungkap karena aplikasi ciptaan mereka?"


Andien mengangguk setiap kali suaminya menarik kesimpulan dari peristiwa penculikan putrinya Calista.


"Itulah sebabnya Calista menolak untuk bekerjasama dengan tuan penguasa untuk masuk dalam dunia politik.


Ia tidak sedang melindungi dirinya sendiri tapi ia sedang melindungi keluarga besarnya, agar tidak menjadi sasaran para penjahat di luar sana, yang sedang mengincar nyawa keluarga besar kita.


Mungkin saya atau keempat anak kita dalam pengawasan prajurit pemerintah yang terus melindungi kami dari serangan musuh, tapi tidak dengan keluarga yang lain yang akan menjadi target musuh untuk menjebak Calista agar ia muncul di hadapan mereka untuk mereka adili dengan cara mereka sendiri." Timpal Andien.


"Lantas!" Mengapa kamu menyanggupi untuk bekerja dengan tuan penguasa?"


"Karena negara ini lebih membutuhkan perhatian saya untuk mengamankan aset negara, yang saat ini marak di diperjualbelikan oleh mafia melalui pejabat publik yang memiliki kepentingan.


Jika negara goyah, maka keamanan negara ini akan terancam. Dan saya orang pertama yang paling merasa bersalah karena tidak mau membantu pemerintah dalam menjaga kestabilan nasional dengan ilmu yang saya punya jika saya menolak untuk bekerjasama dengan tuan penguasa.


Putrimu bisa menjaring kejahatan dengan aplikasi ciptaannya dan tugas saya agar mempertahankan negara ini tetap aman dan terkendali." Sambung Andien.


"Sungguh kolaborasi kalian sangat mengagumkan, sayang. Aku hampir mati karena terlalu bangga memiliki kamu dan keempat anak kita serta yang ada di dalam sini.


Apakah aku boleh mengunjungi mereka, hmm?" Reza mulai melakukan serangan nakalnya setelah banyak hal yang ia bahas dengan sang istri.


Andien menerimanya dengan senang hati karena iapun menginginkan juga suaminya saat ini.


Peristiwa penculikan Calista sangat menegangkan, apa lagi putri mereka hampir meninggal karena peristiwa itu.


Tubuh kedua orangtuanya butuh hormon endospirin melalui hubungan intim hingga menghasilkan lagi hormon kebahagiaan yang akan mengalir ke seluruh tubuh.


Reza kembali mendekati istrinya, melepaskan tekanan segala urusan dunia yang menghimpit urat syaraf mereka yang kian menegang, tubuh itu kembali menagih, karena ritual hubungan batin lebih dibutuhkan daripada sekedar istirahat tidur.


Sesi percintaan mulai menggema diantara panas terik diluar sana, memanggang sebagian tubuh kaum papah yang masih bergelut dengan peluh sambil melakukan aktivitas mereka dibawah sinar matahari hanya untuk mendapatkan receh demi bisa bertahan hidup.


Hanya inilah yang bisa mengistirahatkan tubuh mereka dari siksaan kegelisahan hati yang masih terpaut dalam benak mereka karena peristiwa mencekam yang hampir merenggut nyawa sang putri tercinta.

__ADS_1


Olahraga diatas pembaringan berakhir dengan lelapnya tidur mereka, mengantarkan keduanya untuk mengistirahatkan otak mereka sejenak.


Penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah mereka yang sering bercinta dua kali dalam seminggu lebih terkontrol ketika berbicara di depan umum.


Bercinta juga mengurangi resiko setress dan menjadi obat tidur bagi mereka yang sulit untuk memejamkan mata karena tekanan pada keadaan tertentu.


Jika setiap kali dilanda setress, bercinta adalah solusinya. Setelah bercinta maka setiap pasangan akan lebih siap dalam menghadapi tekanan pekerjaan dengan penuh keyakinan.


...----------------...


Pernikahan ketiga pasangan yang sengaja digelar bersamaan di hotel pribadi milik keluarga Reza menjadi perhelatan Akbar hari bersejarah itu. Masing-masing pengantin perempuan dengan mengenakan kebaya cantik nan mewah serta elegan makin melengkapi penampilan mereka hari ini menjadi ratu sehari.


Begitu pula pengantin mempelai pria dengan mengenakan beskap putih senada dengan pengantin mempelai wanita.


Ketiga pasangan ini sudah duduk berhadapan dengan penghulu dan wali mereka masing-masing.


Ratih dan ayahnya tuan Handoyo, Rani dan ayahnya Tuan Ibrahim sementara Ayu hanya didampingi kakak laki-lakinya yaitu Alan, karena kedua orangtuanya sudah meninggal dunia.


Acara pengucapan ijab Kabul siap dilaksanakan pagi itu dengan ketiga keluarga besar yang duduk menunggu dengan perasaan cemas namun bahagia.


Sementara Andien dan Rania tampil cantik nan mempesona dengan balutan hijab dan kebaya yang membungkus tubuh keduanya lebih terlihat elegan.


Reza yang lebih kelihatan gelisah ketika melihat istrinya terlalu banyak menebarkan senyum pada setiap tamu undangan.


Tidak tahan melihat istrinya asyik ngobrol dengan orang lain sekalipun itu adalah para ibu-ibu muda yang ada di komplek perumahan di tempat tinggalnya Reza, yang sengaja diundang keluarga Reza untuk ikut mengambil bagian dalam acara sakral itu.


Reza sengaja membawa Camilla untuk mendekati mamanya.


"Sayang, Camilla mencarimu." ucap Reza bohong."


Dengan polosnya Camilla membantah tuduhan ayahnya.


"Camilla nggak mencari mama, mamanya kan kelihatan sama kita Ayah, kenapa harus cari mama? orang mamanya nggak hilangkan?" ucap Camilla seraya menatap wajah ayahnya yang terlihat memerah karena malu.


Andien yang mendengar ucapan putrinya tertawa geli karena kebohongan suaminya terbongkar oleh putrinya sendiri.


"Sayang, semakin kamu tertawa, semakin orang lain menikmati kecantikan wajah istriku ini dan aku tidak suka itu." Ucap Reza setengah berbisik namun terdengar di kuping putrinya.

__ADS_1


"Mama!, sepertinya ayah lagi cemburu sama mama deh."


Andien kembali cekikikan, wajahnya makin memerah melihat wajah suaminya yang sudah salah tingkah dipermalukan oleh putrinya lagi.


"Ya Tuhan, punya anak jenius nggak selamanya beruntung, lihat diriku, aku sedang dipermalukan putriku sendiri," gumam Reza dalam hati.


Andien meminta Camilla untuk duduk bersama dengan Tantenya Rania agar ia bisa ngobrol bebas dengan suaminya tanpa kedengaran putrinya.


"Sayang, kamu kenapa gelisah seperti itu?"


"Aku ingin kita segera ke kamar hotel supaya aku bisa bersamamu berdua saja." bisik Reza kepada Andien.


"Tapi acara ini belum selesai sayang." Ucap Andien nggak enak hati meninggalkan acara pernikahan yang masih berlangsung.


"Yang penting acara intinya sudah kita saksikan mereka mengucapkan ijab kabul." Ucap Reza tidak sabaran.


"Yang pengantin baru itu ketiga saudara kita yang saat ini sedang bersanding dengan pasangannya, bukan kita lagi pengantinnya." Ledek Andien makin membuat Reza mati penasaran.


"Tapi istriku tidak kalah cantiknya dari tiga mempelai pengantin perempuan." Rayu Reza.


Kali ini Andien menganggap perkataan suaminya adalah perintah bukan candaan. Andien dengan berat hati meninggalkan acara itu demi memenuhi permintaan suaminya.


Akhirnya keduanya mendatangi kamar milik mereka untuk melakukan ritual hubungan suami-istri yang sejak tadi Reza terus menerus mendesaknya.


Reza membuka jilbab dan baju kebaya yang dikenakan oleh Andien dan miliknya sendiri. Bibir Andien segera dilum*tnya dengan kasar sambil sedikit demi sedikit mempersempit ruang gerak istrinya sampai istrinya terhuyung ke belakang hingga jatuh diatas kasur empuk itu.


Serangan membabi-buta dilakukan oleh Reza pada dirinya dengan sedikit kasar seakan lelaki ini sudah terlalu dikuasai rasa keinginan yang sudah mulai mengubun.


"Tante Rania!" Ayah dan mama ke mana?" Tadi barusan keduanya ada di sini." Tanya Camilla sambil berdiri dan mengedarkan pandangannya ke seluruh room hotel itu.


"Ayah lagi temani mama di kamar karena mama lagi kelelahan sayang." Ujar Rania mencari alasan agar Camilla mengerti.


"Camilla mau lihat mama dulu ya Tante." Ucap Camilla hendak meninggalkan Rania.


"Camilla di sini saja temanin Tante Rania. Lihatlah ketiga saudaramu menemani Oma, nenek dan kakek, sementara Tante Rania nggak ada yang temanin." Ucap Rania menghalangi Camilla untuk merusak acara kedua orangtuanya yang sedang bulan madu.


"Tante Rania bisa ditemani om Jody, Camilla mau temani ayah sama mama." Rengek Camilla manja membuat Rania memutar otak untuk menahan gadis ini lebih lama bersamanya.

__ADS_1


"Aduh!" Mampus aku hadapin ini bocah." Keluh Rania sambil memijit pelipisnya lembut.


Sementara pengamanan di luar hotel di jaga ketat oleh beberapa personil kepolisian karena di dalam sana ada Andien dan keempat anaknya yang harus dilindungi oleh negara karena merupakan aset bangsa ini atas perintah tuan penguasa.


__ADS_2