PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
104. Keputusan Andien


__ADS_3

Tiga bulan berlalu, baby kembar empat sudah bisa di tinggalkan sang mama untuk kembali beraktivitas.


Keempatnya berada dibawah pengasuhan baby sitter. Rupanya hari pertama Andien mulai bekerja, Andien mendapatkan surat desakan dari Indonesia agar gadis ini harus kembali ke Indonesia untuk mengabdi pada negaranya.


Tuan penguasa rupanya tidak sabar lagi menunggu Andien untuk mengambil keputusan karena negara yang saat ini ia mengabdi seakan tidak ingin melepaskan Andien karena gadis itu punya kiprah besar dalam membantu kestabilan nasional dengan ilmu yang ia miliki.


Sekarang semuanya kembali kepada Andien, karena dua penguasa itu saat ini sedang memperebutkan dirinya untuk kepentingan negara masing-masing.


"Bagaimana nona Andien?" Apakah kamu bersedia bertahan di negara ini untuk bekerjasama dalam menjaga kestabilan nasional dengan ilmu yang Anda miliki?" Tanya tuan Edgar.


Andien terlihat termenung, ia tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tuan Edgar dan juga tuan penguasa di tanah kelahirannya.


"Beri saya waktu untuk mengambil keputusan tuan Edgar. Mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda secepatnya.


Semuanya butuh waktu dan saya tidak bisa memutuskan tawaran anda tanpa memperhatikan kepentingan saya sebagai individu. Saya punya pertimbangan tersendiri, atas apa yang terbaik menurut saya, bukan menurut kedua negara karena kedua negara ini sangat bernilai bagi saya."


"Jika anda tetap bekerja untuk negara ini, banyak keuntungan yang anda dapatkan nona Andien, salah satunya status negara anda akan menjadi warga negara Colombia bukan lagi Indonesia.


Gaji yang anda dapatkan akan dilipat gandakan dan masih banyak lagi keuntungan yang anda dapatkan termasuk keluarga kecil anda akan kami prioritaskan." Ucap tuan Edgar.


"Saya tahu dan sangat mengerti tuan Edgar. Tapi bukan tawaran yang terdengar sangat menggiurkan itu yang saya butuhkan dari anda. Tapi ada hal lain yang banyak saya pertimbangkan untuk masa depan keluarga saya. Jadi saya mohon diberikan kesempatan untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik."


"Apakah anda butuh waktu yang cukup lama untuk memikirkan pilihan anda dari tawaran kami nona Andien?"


"Masalahnya bukan pada saya. Tapi bagi seorang manusia yang memiliki Tuhannya, apapun keputusan yang terbaik yang akan hambaNya ambil, maka akan dikembalikan kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, juga saya sebagai salah satu makhluk kepercayaanNya yang sudah dititipkan keberkahan yang besar dalam hidup saya.


Kemampuan yang saya miliki bukan milik saya, itu semua milik Tuhanku yang bernama Allah. Ijinkan saya untuk berkomunikasi denganNya sampai batas waktu yang akan Dia berikan kepadaku melalui petunjuk yang terbaik untukku."


"Apakah itu harus dan apa manfaatnya?"


"Dalam agamaku itu adalah keharusan saat manusia beriman dihadapkan pada pilihan tersulit dalam hidupnya. Seperti pilihan yang sama-sama terbaik menurut saya tapi belum tentu terbaik menurut Tuhanku karena akal ku yang terbatas.

__ADS_1


Jika di tanya manfaatnya, itu sangat bermanfaat untukku karena melalui komunikasi intens dengan Tuhanku melalui ibadah yang lebih dikenal dengan sholat istikharah Jawaban Tuhanku sebagai bentuk petunjuk karena Dia lebih mengetahui masa depanku.


Jadi apa yang terbaik menurut Tuhanku itu yang akan menjadi jawabanku untuk anda nanti tuan Edgar, jadi aku mohon kesabaran anda menanti keputusan dariku." Ucap Andien tegas.


Tuan Edgar menarik nafasnya dengan lembut, rupanya kemewahan yang ia tawarkan untuk gadis ini tidak bisa menaklukkan hati Andien untuk tetap berada di sisinya sebagai orang kepercayaannya.


"Baiklah nona Andien, semoga petunjuk terbaik itu akan lebih memihak kepada saya." Ucap tuan Edgar penuh percaya diri.


"Semoga saja tuan Edgar." Jawaban Andien terdengar ambigu untuk tuan Edgar.


...----------------...


Di kediamannya, Andien meminta keluarga kecilnya itu berkumpul untuk berdiskusi tentang pilihan sulit yang datang dari dua penguasa yang menawarkan dirinya untuk membantu dua negara ini.


Keempat anaknya sudah duduk di hadapan kedua orangtuanya yang duduk berdampingan sambil menautkan jemari mereka dan terlihat sangat mesra.


"Ada apa mama?" Apakah ada hal yang serius yang ingin mama berbagi dengan kami untuk mencari solusi?" Tanya Calista.


"Apakah mama sudah melakukan sholat istikharah?" Sebelum menanyakan perkara rumit ini dengan melibatkan kami berempat dan juga ayah?" Tanya Fariz.


"Belum sayang."


"Apakah mama lupa setiap perkara rumit yang menganggu pikiran manusia beriman, jika ditanyakan lebih dulu pada sesama manusia walaupun itu adalah orang-orang terdekatnya, biasanya setan ikut mengendarai dalam memberikan solusinya.


Jadi menurut Calista jangan libatkan kami dulu atas keputusan mama dalam mengambil keputusan tersulit ini, sebelum mendapatkan jawaban dari Allah." Timpal Calista bijak.


"Iya benar itu mama, jawaban kami akan membuat keputusan mama terlihat lemah dan tidak kokoh lagi dalam pendirian karena kami adalah kelemahan mama.


Setan senang memanfaatkan orang-orang terdekat mama untuk mempengaruhi mama dalam mengambil keputusan." Ucap Fariz.


"Bagaimana denganmu Al-Ghifari?" Tanya Andien pada putranya yang lebih mewarisi sifat suaminya Reza.

__ADS_1


"Kami hanya sebagai pendukung mama saja, jika Allah sudah berkehendak dalam keputusan terbaikNya untuk mama, kami dengan ridho mendukung itu semua sebagai suatu jawaban mutlak yang akan memuaskan mama nantinya.


Kembalikan semuanya kepada Allah mama, setelah itu datanglah kepada kami dan jangan lagi menanyakan keputusan yang mama dapatkan dari Allah, tapi sampaikan kepada kami apa yang menjadi keputusan terbaik dari Allah untuk pilihan mama kepada kami nantinya.


Jadi lebih kepada jawabannya bukan pertanyaannya yang kami butuhkan dari mama nanti." Ujar Al dengan segala kerendahan hatinya membuat ketiga saudaranya hanya mengangguk untuk meyakinkan mama mereka.


Melihat cara berpikir anak-anaknya dalam berdiskusi dengan istrinya yang sangat matang dalam menyampaikan pendapat, membuat Reza begitu kagum dengan didikan Andien walaupun dirinya sendiri belum dimintai pendapat oleh istrinya dalam pilihan sulit ini.


"Waw, ini sangat keren. Diskusi yang sangat berbobot dari keluarga kecilku. Andien, betapa hebatnya kamu dalam mendidik anak-anak kita, hingga melahirkan pikiran-pikiran yang begitu bijak untuk bisa diselesaikan berdasarkan apa yang Allah kehendaki bukan apa yang kita inginkan." Batin Reza dalam memuji hasil didikan istrinya kepada keempat anaknya.


"Bagaimana ayah?" Apakah ada yang ingin di tambahkan?" Tanya Andien sambil menatap wajah suaminya.


"Jawaban bijak dari keempat anakku sudah mewakili jawabanku juga sayang, untukmu. Datangi Allah, setelah itu kami ingin mendengarkan hasil komunikasi mu dengan Sang khalik, karena jawaban terbaik adalah Pemilik kehidupan ini." Imbuh Reza membuat Andien merasa lebih tenang.


"Terimakasih ayah dan anak-anak, mama bahagia memiliki kalian." Ucap Andien haru, lalu merentangkan kedua tangannya untuk menyambut anak-anaknya.


Keluarga itu saling berpelukan dan Reza sebagai orang terakhir yang merangkul keluarga kecilnya itu.


Pelukan itu tidak berlangsung lama karena sang baby kembar empat menangis serentak seakan mereka juga butuh di peluk dari keluarganya.


Keluarga kecil itu terkekeh bersama.


"Rupanya mereka sedang cemburu saat ini karena ingin dipeluk juga." Ucap Reza.


Dua baby sitter mengantar keempat baby itu ke keluarganya.


Andien menyambut baby Kenan, Reza menggendong baby Shena dan Calista dan Camilla menggendong baby Sheila dan Kenzo.


....


Like dan vote cinta 🤗

__ADS_1


__ADS_2