PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
120. Pinangan


__ADS_3

Tiba di Jakarta yaitu di mansion kakeknya Camilla di mana keluarganya menempati istana itu karena Reza adalah putra satu-satunya tuan Handoyo. Sementara dua saudara kembarnya tinggal dengan suaminya masing-masing.


Davin dan Camilla turun bersama dan kembali bergandengan tangan, masuk ke dalam mansion untuk bertemu keluarga besarnya. Awalnya, Reza begitu takut reaksi putrinya yang akan membencinya karena gencarnya berita disalah satu konten media tentang masa lalunya.


Walaupun semua itu sudah diatasi oleh Calista dan anggota Davin untuk memblokir semua berita itu agar tidak tersebar dan pemilik konten itu sudah di hukum setimpal oleh anggota Davin.


"Assalamualaikum ayah!" Sapa Camilla sambil tersenyum hangat. Iapun memeluk ayahnya seakan tidak pernah terjadi apapun pada dirinya.


"Waalaikumuslam sayang!" Reza mengecup keningnya Camilla lembut dan melepaskan kerinduannya dengan dada yang terasa sangat sesak, menahan penderitaannya sendiri.


Andien bersama kedua mertuanya langsung mendatangi Camilla ketika diberitahu pelayan atas kedatangan putrinya.


"Mama!" Camilla memeluk erat mamanya Andien, lalu beralih ke neneknya Susan.


Calista menghentikan langkahnya saat menuruni anak tangga dan memperhatikan wajah tampan Davin.


Calista mengingat-ingat wajah pria itu yang tidak asing baginya. Tapi, ia lebih memilih menyambut saudara kembarnya itu yang sudah tiga bulan tidak bertemu dengan mereka.


Keduanya berpelukan dan saling berbisik sambil menatap wajah tampan Davin. Kedua orangtuanya Camilla dan juga kakek neneknya menunggu keduanya duduk dan siap mendengarkan cerita Camilla bersama dengan pria tampan yang dibawanya serta.


"Ayah! Apakah masih ingat dengan kak Davin?" Tanya Camilla.


"Maksudmu, pria yang pernah mengantarkan mamamu saat hendak melahirkan adik kembar empat kalian?"


"Benar ayah!"


Davin langsung memperkenalkan diri secara formal dan menyalami anggota keluarga itu satu persatu.


"Apa kabar nak Davin!" Maaf, om belum sempat ngobrol banyak denganmu saat Tante Andien melahirkan adik-adiknya Camilla.


"Tidak apa om, aku tahu keadaan saat itu sangat tidak kondusif untuk kita bisa berbincang santai." Timpal Davin penuh kharismatik seakan menebarkan aura cintanya pada semua keluarga Camilla.


Pelayan datang dengan membawa cemilan dan juga minimum untuk keluarga itu. Menyajikannya di atas meja panjang di ruang keluarga.


"Tapi, mengapa kalian bisa bertemu lagi setelah sekian lama tidak ada kabar diantara kalian?" Tanya Reza penasaran.


"Itu karena kak Davin sedang jatuh cinta pada Camilla, ayah. Bukankah begitu kak Davin? Timpal Calista membuat wajah Davin makin merona.

__ADS_1


"Ehmm..ehmm!" Davin berdehem untuk menguasai rasa groginya di depan calon mertuanya.


Andien mengulum senyumnya, merasakan benih-benih cinta masa lalu dari Davin untuk putrinya sudah terlihat dan sekarang benih itu makin tumbuh subur, hingga mengakar kuat di hati sang pangeran.


Sekarang tinggal menunggu kekokohan cinta lelaki tampan itu untuk putrinya, akankah cinta itu mampu bertahan sampai akhir? saat ia mengorbankan hidupnya demi cintanya untuk Camilla?"


"Ayah! Kak Davin ingin mengatakan sesuatu kepada ayah dan ini sangat serius." Ujar Camilla memecah kesunyian yang sempat gamang diantara keluarga nya.


"Silahkan nak Davin!" Tegas Reza yang sudah menebak isi kepala teman pria putrinya.


"Begini Om!" Saya memang sengaja datang ke Indonesia untuk menemui putrinya om , yaitu Camilla.


Saya ingin meminang Camilla sebagai istri saya." Ucap Davin melepaskan bebannya yang sedari kemarin sudah membuatnya sulit tidur hanya untuk menyampaikan kata-kata paling berat seumur hidupnya, yaitu melamar Camilla.


"Apakah kamu punya keluarga, seperti kedua orangtua yang mungkin masih ada sampai sekarang?"


"Kedua orangtuaku masih hidup dan keduanya sekarang menetap di Yunani. Saya adalah putra tunggal, jadi saya sangat senang ketika melihat saudara Camilla yang semuanya kembar." Ucap Davin sambil tersenyum merekah.


Reza menatap wajah cantik istrinya dan juga kedua orangtuanya, seakan meminta pendapat mereka tentang lamaran Davin kepada putrinya Camilla. Ketiganya mengangguk setuju, menerima Davin sebagai calon suami Camilla.


Davin langsung turun dari tempat duduknya untuk melakukan sujud syukur kepada Allah yang telah mengabulkan permohonannya untuk memiliki gadis impiannya selama sepuluh tahun terakhir.


Keluarga besar Reza sangat terharu pada perjuangan Davin yang sangat gigih pada Camilla. Sementara Calista hanya meneteskan air matanya haru.


Pikirannya kembali menerawang pada sosok pemuda tampan yang dulu pernah melamarnya saat usianya terlalu hijau untuk mengenal cinta.


"Andai saja kamu bisa sehebat kak Davin, tuan pangeran, mungkin aku merasa menjadi wanita paling bahagia dicintai oleh seorang pria tampan sepertimu.


Tapi, mana mungkin seorang putra mahkota mau menikahi wanita biasa sepertiku?" Itukan hanya ada di dalam kisah dongeng bukan kisah nyata, jika itu ada, mungkin itu adalah kemurahan cinta Allah untuk hambaNya yang terpilih.


Mengapa aku jadi sensitif seperti ini. Lagi pula mana ada keluarga kerajaan mau menerima gadis penderita spektrum Autisme seperti aku?" Batin Calista sambil menatap lampu kristal yang tergantung indah di atas langit-langit ruang keluarga itu.


"Terimakasih om, Tante, kakek dan nenek, sudah mempercayai saya menjaga Camilla di sisa usiaku. Saya berjanji tidak akan pernah melepaskannya dari jiwa ku."


Setelah meminang Camilla, Davin lalu mengeluarkan kotak cincin yang di dalamnya terdapat dua cincin yaitu cincin permata hitam dan cincin giok berwarna hijau, pemberian kakeknya untuk calon istrinya.


Davin menyematkan kedua cincin itu di jari tengah dan jari manis Camilla.

__ADS_1


Saat Calista melihat cincin giok itu, otaknya langsung melakukan penjelajahan tentang desain batu giok hitam itu, yang pernah dibacanya. Calista mulai berceloteh tentang riwayat cincin giok yang sudah berada di jari tengah saudaranya Camilla.


"Medali giok


Cina secara langsung mengendalikan daerah penghasil batu giok Asia Tengah di Hotan dan Yarkand antara sekitar tahun 1760 dan 1820, selama waktu itu banyak nephrite yang dikirim ke Beijing untuk diukir.


Batu giok dari Myanmar (Burma) mencapai ibu kota dari kuartal kedua abad ke-18, dan “giok bayam” berbintik-bintik kromit atau grafit dari wilayah Baikal di Siberia diimpor pada abad ke-19.


Ukiran batu giok dinasti Qing terbaik sering kali ditugaskan pada masa pemerintahan Qianlong , tetapi ukiran batu giok sulit untuk ditentukan tanggalnya, dan potongan berkualitas tinggi dalam gaya Qianlong telah dibuat sejak tahun 1950 di Institut Penelitian Kerajinan Tangan di Beijing.


Khas dari apa yang dianggap sebagai tanggal Qianlong adalah vas dengan tutup dan rantai yang diukir dari satu blok, bejana antik bentuk perunggu dengan dekorasi pseudo-arkais, gunung peri, dan pot kuas untuk meja sarjana.


Sementara cincin giok pemberian kak Davin pada Camilla yang di rancang khusus oleh kerajaan dinasti Qing yang dijadikan hadiah oleh Dinasti Qing (1644–1911/12) untuk raja dari kerajaan Yunani yang saat itu berkunjung ke Cina untuk membahas perjanjian kerjasama dalam mengembangkan potensi alam yang dapat di manfaatkan oleh dua negara itu untuk kepentingan kerajaan mereka.


Cincin giok itu dipakai oleh setiap menantu kerajaan secara turun temurun, sebagai simbol cinta sejati antara raja dan ratu dikalangan para bangsawan Yunani, apakah kak Davin adalah prince Yunani?" Tanya Calista membuat Davin menahan nafasnya menghadapi Google berjalan ini.


"Astaga!" Kenapa dia bisa mengetahui semuanya dan menjelaskan dengan cepat tanpa terlewatkan setiap detailnya." Batin Davin yang belum siap membuka jati dirinya pada keluarga Camila, tapi Calista sudah membukanya dengan kehebatannya mengetahui sejarah desain batu giok itu.


Davin memijat pelipisnya lembut dan berusaha rileks menanggapi ucapan Calista dengan santai hingga keluarga Reza tidak menaruh curiga kepada tunangan putrinya Camilla.


Sementara keluarga Camilla tidak kaget lagi dengan ulah Calista yang selalu mengungkapkan apa saja pada orang lain tentang sesuatu yang menarik perhatiannya untuk bisa ia bahas berdasarkan apa yang sudah ia ketahui karena seringnya membaca setiap saat.


Reza kembali bicara sebagai seorang ayah yang bijak untuk putrinya Camilla usai mendengar penjelasan Calista tentang batu giok yang diberikan Davin untuk putrinya.


"Om yakin akan ketulusan cintamu anak muda. Kamu mampu membahagiakan putriku Camilla." Ucap Reza.


Keluarga itu bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada keduanya.


"Baiklah!" Kebetulan kita belum makan malam, sebaiknya kita makan malam bersama, nak Davin nanti menginap saja di sini, pelayan sudah menyiapkan kamar tamu untukmu." Ucap nyonya Susan, lalu memberi isyarat kepada kepala pelayannya.


Sementara itu, pangeran Fatih sedang menyusun rencana untuk mempelajari kebiasaan kekasihnya Calista mulai dari berangkat kerja sampai pulang kerja, dengan begitu dia akan mendekati perlahan gadisnya tanpa harus buru-buru datang melamar Calista agar gadis itu tidak syok dengan niat tulusnya.


Ia ingin mengetahui sendiri hati Calista, apakah masih untuk dirinya atau untuk pria lain, walaupun ia sering mendapatkan informasi dari informannya tentang aktivitas gadis itu.


...


like dan vote nya cinta 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2