PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
116. Menghilangkannya


__ADS_3

Dokter melakukan pemeriksaan pada Camilla yang terlihat sangat sedih saat ini. Ia memberikan beberapa jenis obat melalui resep yang harus ditebus oleh Davin, selain obat penurun panas.


"Bagaimana keadaannya dokter?" Tanya Davin.


"Dia sedang mengalami tekanan jiwa yang cukup kuat, hingga membuat dirinya merasa sangat terhina dan tidak berguna.


Sebenarnya, pikirannya yang sakit yang mengakibatkan tubuhnya yang harus menerima imbas dari rasa penolakan dalam dirinya yang memaksanya harus menerima kenyataan pahit yang terjadi dalam hidupnya, namun ia tidak mampu menghindarinya. Apakah dia sedang mengalami masalah kelurga Tuan?"


"Kalau itu, aku tidak mengetahui sebab pastinya dokter, hanya saja dia memang sedang sedih." Sahut Davin.


"Baiklah, silahkan tebus obat itu dan berikan padanya, dosisnya cukup membantu nona Camilla melupakan sakit hatinya." Ucap dokter Ratna.


"Terimakasih banyak dokter!" Maaf, saya sudah merepotkan anda di malam begini dan membujuk anda untuk memeriksa keadaan kekasih saya." Ucap Davin.


"Tidak apa Tuan Davin!" Itu sudah bagian dari tugas saya untuk melayani masyarakat yang membutuhkan tenaga saya. Selamat malam!" Ucap dokter Ratna lalu masuk ke dalam mobil Davin yang dikendarai oleh Sandy untuk mengantar dokter itu pulang.


Udara malam ini yang sangat dingin di kota Bandung mampu membuat tubuh orang cukup membeku di pukul satu pagi dini hari.


Davin yang terlihat biasa saja dengan udara sekitarnya kembali menemui Camilla yang sudah terlihat tenang setelah dikompres tubuhnya dengan air hangat.


Davin duduk di sisi ranjang sambil menggenggam satu tangan Camilla lalu di bawa ke pipinya. Iapun mengajak Camilla bicara dalam keadaan mata indah itu terpejam namun sudut mata itu masih meleleh bulir bening yang tidak ingin berhenti.


Davin mengusap air mata itu berkali-kali dengan ujung jari tengahnya.


"Aku tidak menyangka kamu begitu terluka mendengar penghinaan nyonya Tata kepadamu. Aku akan mengobati luka batin mu agar kamu tidak mengingatnya sama sekali bahwa kamu pernah merasa dipermalukan oleh orang lain." Imbuh Davin, seraya meletakkan telapak tangannya di kening mulus Camilla.


Demi menyembuhkan Camilla, ia rela melukai dirinya sendiri. Davin sempat terbatuk beberapa kali hingga bisa mengusai kembali tubuhnya yang sempat terhisap tenaganya untuk Camilla.


Iapun harus tidur di sofa bed di pinggir tempat tidur yang terdapat di hadapan Camilla. Saat memasuki waktu subuh, Camilla merasakan tubuhnya agak lumayan ringan. Ia sedang memikirkan apa yang terjadi sebelumnya dan ia melihat Davin yang sedang berbaring di sofa di bawah kakinya.


"Kenapa aku ada di kamar ini dan siapa dia?" Siapa lelaki tampan ini?" Camilla segera menghampiri tubuh Davin yang masih terlelap mengembara dalam mimpinya.


Ingin rasanya ia membangunkan lelaki tampan itu, tapi hatinya merasa tidak tega. Camilla segera ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ia lalu melakukan sholat subuh saat melihat mukena yang sudah disiapkan Davin untuknya.


Davin yang baru saja mengerjapkan matanya spontan kaget melihat Camilla tidak ada di atas tempat tidur.


Ia langsung berdiri sambil memanggil nama Camilla.


"Camilla!" Pekiknya sesaat, lalu tiba-tiba diam saat mendapati Camilla sedang bersujud cukup lama dalam sholatnya.


Iapun duduk di belakang Camilla menunggu gadisnya menyelesaikan sholatnya. Camilla mengucapkan salam terakhir dan kembali mengangkat kedua tangannya untuk mendoakan kedua orangtuanya dan juga untuk kebaikan dirinya sendiri di dunia dan akhirat.

__ADS_1


Ia lalu beralih ke pemuda tampan itu. Davin buru-buru mengajukan pertanyaan kepada Camilla.


"Camilla!" Apakah kamu sudah merasa baikan?"


"Kamu siapa?" Tanya Camilla seakan baru bertemu dengan Davin lagi.


"Aduuhh!" Rupanya aku menghapus beberapa memori miliknya sebelumnya, hingga ia tidak mengenali aku lagi." Batin Davin sambil menepuk jidatnya.


"Kamu siapa tuan ?" Dan mengapa anda bisa mengenali nama saya dan mengapa saya berada di sini?" Tanya Camilla penasaran.


Davin terpana menatap wajah cantik Camilla yang terbalut mukena putih dengan bahan katun asli dihiasi renda kecil di pinggirnya membuat aura gadis ini makin cantik.


"Hei!" Mengapa diam?" Aku sedang bertanya padamu, mengapa aku bisa berada di kamarmu?" Apakah terjadi


sesuatu pada diriku?"


"Iya! anda jatuh pingsan dijalan dan mengalami demam dan aku membawa anda ke sini untuk diobati. Syukurlah kalau anda sudah baikan. Maaf, saya sudah lancang mengacak dompet anda untuk mencari tahu identitas anda." Ujar Davin bohong.


"Siapa namamu?"


Degggg...


"Aduh!" Semuanya jadi serba salah." Gumam Davin kesal sendiri dengan dirinya, yang ingin menyembuhkan luka hati Camilla pada ayahnya, malah gadis itu tidak mengenalinya lagi.


Camilla segera merapikan mukenanya dan mengambil tas miliknya.


"Sebentar Camilla!" Biarkan aku yang mengantarmu pulang."


"Tidak usah Tuan!" Aku tidak mau kekasihku salah paham padaku kalau ia melihat anda mengantar aku pulang."


"Sial!" Apakah dia tidak tahu kalau ibu dari pria buaya itu telah mempermalukan dirinya?" Batin Davin merutuki dirinya sendiri.


"Justru kamu bisa pingsan karena bertengkar dengan bajingan itu. Apakah kamu lupa?" Dia telah selingkuh darimu, apakah kamu tidak ingin tahu?" Tanya Davin kesal.


"Benarkah?" Sentak Camilla.


"Mau bukti?"


Davin mengambil ponselnya dan memperlihatkan bukti-bukti foto Farhan bersama wanita lain yang merupakan putri dari Monika mantan tunangan ayahnya Camilla.


Camilla mengamati foto-foto itu, betapa syok nya ia melihat pengkhianatan kekasihnya yang mencoba selingkuh dengan orang lain.

__ADS_1


"Dengar Camilla!" Farhan hanya mendekatimu karena kamu lebih kaya dan jenius dari pada Rasya. Dan dia telah menghamili gadis itu dan usia kandungannya sekarang sudah memasuki tujuh bulan.


Jadi, kamu adalah wanita keduanya, setelah wanita pertama dicampakkannya begitu saja. Untuk mendapatkan Farhan lagi, Raisya berani melakukan apa saja hingga menyebarkan gosip murahan pada keluarga Farhan tentang keluargamu. Apakah kamu masih mempertahankan lelaki playboy itu?" Tanya Davin kesal.


Camilla makin syok mendengar pernyataan Davin tentang kekasihnya Farhan yang tidak tulus mencintainya. Yang lebih membuatnya bingung, mengapa lelaki di depannya ini bisa mengetahui semua tentang hidupnya dan juga Farhan, sehingga ia bisa mengumpulkan data tentang Farhan dengan wanita lain dalam semalam.


"Sepertinya kamu


seorang detektif yang lebih mengenal kekasihku dari pada aku sendiri. Jika pertemuan kita hanya sebuah kebetulan, mengapa dalam semalam kamu bisa mendapatkan informasi tentang kekasihku dan juga diriku, apakah kamu penguntit?"


Degggg....


"Menurutmu?" Apakah kamu lupa aku siapa bagimu dan untuk apa aku berada di sini dan sangat repot mencari informasi tentang kekasih buaya itu demi mendapatkan dirimu lagi, hmm?"


Apakah aku sudah terlupakan oleh dirimu di sepuluh tahun terakhir, saat kamu kabur begitu saja hingga membuatku hampir gila mencarimu?"


Sekarang aku sudah sedekat ini denganmu, apakah kamu masih tidak mengenali aku, hahh?"


Tatap mataku Camilla?" Apakah tidak jejak namaku dan juga bayangan wajahku sedikit saja yang membekas dalam hati dan benakmu?" Tanya Davin sambil menggiring tubuh Camilla ke arah tempat tidur hingga gadis ini jatuh dan Davin menindih tubuh gadis cantik ini yang sudah memaksanya untuk berbuat kasar.


Manik keduanya bertemu hingga wajah mereka terkikis oleh jarak. Davin menahan kedua tangan Camilla dengan mengunci paha Camilla.


"Kak Davin....?" lirih Camilla sambil tercengang menatap dalam wajah Davin yang hampir tidak ia kenali.


"Aku mencintaimu Camilla!" Aku datang menjemput calon istriku yang sudah aku pinang sepuluh tahun yang lalu." Ucap Davin lalu ingin menyesap bibir ranum milik Camilla.


"Jangan menyentuhku!" Tantang Camilla spontan memalingkan wajahnya. Davin mengulum senyumnya yang sudah berhasil mengerjai Camilla.


Davin buru-buru bangkit dan menarik tangan Camilla hingga gadis itu kembali terduduk sambil menatapnya dengan penuh kerinduan.


"Baik. Kalau begitu kita menikah sekarang, supaya aku bisa melahap tubuhmu seperti es krim!" Ujar Davin dengan wajah datarnya.


"Hahhhh?"


"Apaaa...?"



Camilla


.....

__ADS_1


Tinggalkan komentar yang cerdas!" Kalau tidak suka novel ini silahkan out!" Tanpa meninggalkan komentar nyinyir.


Tolong bedakan antara dunia novel dan dunia nyata!" Jika ada yang tidak masuk akal, hanya hiburan semata.🙏


__ADS_2