PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
122. Hancur


__ADS_3

Sikap pasrah Callista saat mobil itu hendak menabrak tubuhnya, ia hanya memejamkan matanya dan berdoa.


"Bismillahi Allahuakbar!"


Dalam jarak satu meter lagi mobil itu tiba-tiba terpental ke samping dengan sendirinya dan langsung di sambut oleh mobil truk yang berlawanan arah menggilas mobil itu hingga membuat mobil sport merah itu tidak berbentuk.


Melihat mobil itu yang tidak jadi menabraknya hancur, barulah Calista berteriak histeris karena sangat syok.


Di saat itu datanglah malaikat cintanya memeluk Calista dari balik punggung gadis itu.


"Ayah! Peluk Calista yang kencang, ayah...peluk yang kencang ayah!" Pinta Calista pada pria tampan yang makin memeluknya erat.


"Tenang sayang!" Kamu sudah aman dalam pelukanku." Ucap pria tampan itu, membuat Calista berhenti berteriak.


"Kau...?"


Merasa mengenali suara itu, Calista membalikkan tubuhnya dan melihat wajah orang yang memeluknya.


"Prince Fat...?" Pekik Calista membuat Fatih langsung menutup mulut gadis itu dan seketika Calista langsung pingsan karena mendapatkan dua kejutan yang membuat emosinya tak terkendali.


Rasa syok saat melihat mobil yang menabraknya sudah ringsek tak berbentuk dengan sopir yang sulit dikenali dan saking gembiranya melihat lagi wajah tampan yang menghiasi kerinduan hatinya tiba-tiba muncul dan memeluknya.


Pangeran Fatih yang mengenakan masker dan kaca mata hitam di tambah topi, menggendong tubuh Calista dan keluar dari kerumunan orang-orang yang menyaksikan mereka dengan penuh tanya.


"Siapa kamu anak muda?" Cegah beberapa satpam yang menjaga wilayah tersebut.


"Aku adalah suaminya." Cuek prince Fatih dengan berjalan santai sambil menggendong tubuh Calista yang sudah ia tutup dengan jaket miliknya.


Tubuh ramping dan cantik itu dibawa ke dalam mobilnya menuju kediamannya yaitu di apartemen mewah di bilangan Jakarta Selatan.


Berita percobaan pembunuhan Calista hari ini yang hampir merenggut nyawa staffnya tuan penguasa itu, kini sudah heboh di media.


Berita itu sampai juga pada tuan penguasa. Awalnya orang nomor satu di negara ini syok, tapi membaca lagi isi beritanya yang mengatakan,


"Mobil mewah sedan sport merah terpental sendiri saat hendak mencoba menabrak seorang gadis di kawasan dukuh atas."


Tuan penguasa tersenyum lega. Ia pun mengangkat wajahnya ke atas dengan memuji kebesaran Allah yang telah melindungi Calista.


"Ya Allah." Hari ini aku telah membuktikan keyakinan gadis itu yang telah menjadikan Engkau sebagai bodyguard untuk menjaganya setiap saat.

__ADS_1


Berilah perlindungan yang sama untukku, ya Allah agar aku bisa menyelesaikan tugasku hingga akhir masa kepemimpinan ku." Gumamnya lirih.


"Maaf tuan! Mengapa anda tersenyum melihat berita tentang Nona Calista?" Tanya Ajudannya penasaran.


"Neraka saja diharamkan untuk menyentuh tubuh penghafal Al-Qur'an, apa lagi mobil tidak berguna itu, semuanya mudah bagi Allah yang ingin menghancurkan makar seseorang karena makar Allah lebih sempurna." Timpal tuan penguasa membuat ajudannya mengangguk paham.


"Minta Kominfo untuk menghapus dan memblokir berita tentang Calista agar media itu tidak tersebar sampai ke luar negeri." Titah tuan penguasa pada ajudannya.


"Baik Tuan! Siap."


Di tempat yang berbeda, pangeran Fatih berusaha menyadarkan Calista dari pingsannya. Karena masih belum sadar, pangeran Fatih menjadikan itu sebagai momen berharga untuk menikmati wajah cantik Calista.


Pria tampan ini duduk di sofa sambil bersedekap dengan kedua kaki yang bertumpuk. Ia menatap wajah cantik Calista dalam diamnya sambil menunggu Calista sadar dari pingsannya.


"Biarkan aku puas menatap wajahmu sayang, untuk menebus kerinduanku selama sepuluh tahun ini." Lirih Fatih.


Sepuluh menit berlalu, Calista mencium aroma terapi yang begitu harum di dalam kamar pemilik hatinya.


Ia segera mengerjapkan matanya secara perlahan. Pandangan pertama yang ia dapatkan adalah sosok yang tadi sempat membuatnya pingsan.


Calista yang masih merasa berada dalam mimpi, kembali syok melihat tampang pangeran Fatih yang tidak pernah membuatnya lupa, walaupun banyak perubahan yang terdapat di pemilik tubuh itu.


"Iya sayang!" Ku harap kamu jangan pingsan lagi." Pinta prince lalu menghampiri Calista.


Calista tersenyum malu pada pangeran Fatih. Rasa rindunya terbalas sudah hari ini. Ingin rasanya ia mengungkapkan perasaannya pada pangeran Fatih, tapi lidahnya cukup kelu untuk memulainya dan ingin menjaga harga dirinya di hadapan seorang putra mahkota.


"Aku mau pulang pangeran." Pinta Calista.


"Di rumah dan kantormu penuh dengan wartawan, apakah kamu ingin memberikan konfirmasi kepada mereka tentang kejadian siang ini?"


Calista segera membuka ponselnya dan melihat keadaan rumah dan kantornya sudah berjubel dengan berbagai media.


Menariknya, para polisi segera memukul mundur para pemburu berita itu untuk tidak menganggu ketertiban di wilayah tempat tinggalnya Calista, atas perintah tuan penguasa.


Calista tersenyum melihat situasi yang sudah teratasi oleh tuan penguasa melalui CCTV rumahnya yang terhubung ke ponselnya.


"Aku mau pulang, keadaan sudah aman. Tidak baik kita berdua saja di kamar ini karena ketiganya adalah setan." Ucap Calista membuat sang prince tersenyum gemas.


"Baiklah. Aku akan mengantarmu pulang, sekaligus ingin melamarmu juga, bagaimana?"

__ADS_1


Deggggg .....


Dada Calista langsung bergemuruh dengan hidung yang terlihat kembang kempis. Rasa bahagia tidak mampu terlukiskan olehnya. Harapan dan impian kini terwujud tanpa harus bersusah payah memintanya lebih keras pada Sang Robby.


"Wahhh!" Hari gini di lamar oleh seorang pangeran, gimana gitu lho? Sesuatu banget." Ucapnya kegirangan dengan senyumnya yang hanya dirinya sendiri yang mengerti.


"Mengapa kamu diam, sayang?" Apakah aku boleh melamarmu hari ini?" Pangeran Fatih mengulangi lagi pertanyaannya.


"Hmmm." Calista sedang berpikir dan menimang sesuatu yang sedikit mengganggu perasaannya, sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari telunjuknya.


"Maaf prince!"


Sepertinya momennya kurang tepat, jika kamu melamar aku sekarang ini." Ucap Calista membuat wajah pangeran Fatih berubah murung.


"Apa masalahnya?"


"Pasti anda lebih mengetahuinya kalau hari ini, keluargaku masih sangat syok dengan berita tentang percobaan pembunuhan itu.


Dan sekarang ada dua ratus lebih panggilan masuk dari keluargaku, di ponsel ku. Jika rasa syok mereka saja belum reda dengan berita hari ini, apakah pangeran Fatih ingin membuat berita yang lebih heboh lagi untuk membuat keluarga besar ku pingsan secara massal?"


"Apa hubungannya lamaran aku dengan kejadian ini?" Tanya pangeran Fatih belum paham dengan apa yang yang ada di pikiran Calista saat ini.


"Jika Anda adalah seorang lelaki biasa yang sama derajat denganku saat ini, mungkin lamaran anda bisa menjadi penghibur untuk keluarga besar ku. Karena saat ini mereka pasti sedang berkumpul dan menunggu ku."


"Lalu apa bedanya aku dengan lelaki biasa itu, apakah kamu sudah di lamar seseorang Calista?" Tanya pangeran Fatih makin gugup.


Pria tampan ini sangat takut kalau lelaki lain sudah diam-diam melamar Calista, wanita impiannya yang ingin ia persunting menjadi ratunya kini sudah menjadi milik orang lain.


"Tolong jangan salah paham pangeran Fatih. Hatiku masih terjaga untukmu. Lamaran mu pada masa kecilku masih tersimpan rapi di benakku. Masalahnya, kamu terlalu istimewa untuk aku dan keluarga besar ku." Ucap Calista.


"Istimewa..?"


"Ya, sangat istimewa, saking istimewanya membuatku ragu apakah kamu akan di terima atau tidak di keluargaku."


"Apa keistimewaan ku Calista?"


"Karena Tuan adalah seorang putra mahkota Maroko."


Degggg.....

__ADS_1


Mohon like dan vote nya cinta 🙏🤗


__ADS_2