PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
87. Pengejaran


__ADS_3

Ratih dan Rendy segera naik ke water sport untuk melakukan pengejaran pada kapal pesiar pribadi yang telah membawa Calista oleh pelaku.


Rupanya bukan hanya mereka saja yang melakukan pengejaran Calista, tapi sudah banyak dari pihak terkait yang dikerahkan oleh ayah mertua Andien untuk menyelamatkan cucunya Andien. Tapi kendaraan mereka lebih dekat dengan kapal pelaku dari pada kru penyelamat lain yang masih jauh dari mereka.


Pelaku penculikan yang melihat banyaknya regu penyelamat yang akan menghadang mereka, melalui teropong yang mereka lihat, membuat mereka panik dan segera menarik tubuh Calista menuju helikopter yang sudah mereka siapkan helikopter itu untuk bisa kabur dari kapal itu.


"Lho! bukankah itu helikopter pelaku?" Mereka mau ke mana?" Apakah mereka akan membawa lagi Calista?" Tanya Ratih ketika kendaraan mereka sudah lebih dekat dengan kapal pesiar pelaku penculikan.


Calista yang tidak ingin ikut dalam helikopter itu berontak dalam pelukan wanita penyamar dan seorang kakek yang berusia sebaya dengan tuan Handoyo, merasa geram menghadapi Calista.


Ratih memanggil Calista supaya keponakannya itu merasa tenang karena ada dia yang akan menyelamatkannya, walaupun suara Ratih tenggelam dengan deru nya suara bising helikopter yang sudah makin meninggi.


"Tante Ratiiihh!"


"Om Rendyyyy!" Tolong Calista.


Calista yang melihat tantenya melambaikan tangannya sambil menangis ke arahnya, memilih untuk melepaskan diri dari cengkraman Tante penipu itu.


"Ayah, bagaimana ini?" Sepertinya mereka sudah mengepung kita." Ucap Charlotte yang merupakan adik angkat dari tuan Leo dengan ayah kandungnya tuan Leo yang menaruh dendam pada Andien karena telah membuat putranya dieksekusi mati di negaranya atas kasus peretasan dokumen milik negara mereka.


"Lemparkan anak itu ke laut!" Perintah tuan Kevin Castillo, ayah kandung dari tuan Leo.


Tubuh Calista di lemparkan dari atas helikopter dan Ratih ikut melompat dari water sport yang sedang mengikuti helikopter itu melaju.


"Calistaaa!"


Panggil Ratih histeris saat keponakannya dengan tega di lempar dari atas helikopter oleh nona Charlotte.


Rendy sangat syok melihat aksi heroik Ratih yang rela menyemburkan dirinya ke dalam laut lepas itu.


Tubuh gadis itu tercebur ke laut hingga Ratih ikut masuk ke dalam laut agar bisa mendapatkan tubuh Calista agar tidak tenggelam lebih dalam.


Ratih yang merupakan perenang hebat yang sering menjuarai lomba renang walaupun bukan tingkat internasional, tapi cukup membuatnya bermanfaat hari ini.


Dengan cepat ia mendapati tubuh Calista di kedalaman laut dingin dan gelap itu.


Dengan sekuat tenaga ia menarik tubuh Callista agar gadis itu tidak terlalu banyak menelan air laut.


Proses penyelamatan itu berlangsung secara dramatis.


Rendy yang tidak begitu mahir berenang hanya menunggu gadis itu muncul ke atas permukaan laut.


"Ratihhh!" Teriaknya panik.

__ADS_1


Tidak berselang lama, Ratih muncul dengan Calista yang pingsan dari dalam laut lepas itu.


Tim SAR yang sudah mendekat dengan para personil lainnya untuk menolong Calista dan Ratih. Dan yang lainnya sibuk mengejar kapal pesiar pribadi milik Tuan Kevin dan juga helikopternya.


Tubuh Calista segera mendapatkan mendapatkan pertolongan dari tim medis yang ikut dalam rombongan penyelamatan dramatis itu.


Ratih dengan setia mendampingi keponakannya sambil menangis.


Dokter sedang melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan tangannya pada dada Calista lalu menyelimuti Calista agar tubuh gadis kecil itu tetap dalam keadaan hangat.


"Bagaimana dokter?" Apakah keponakanku baik-baik saja?" Tanya Ratih sambil menangis. Ia tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang saat ini kedinginan karena angin laut yang menerpa tubuhnya.


"Gadis ini sudah banyak menelan air laut dan juga mengalami trauma berat." Jawab dokter itu sambil memasang jarum infus di punggung tangan Calista


Setibanya di di darat Reza, Andien dan keluarga lainnya sudah menunggu Calista dan Ratih.


Semuanya nampak terpukul dengan peristiwa penculikan Calista hari ini.


Reza mendampingi putrinya ke dalam mobil ambulans menuju rumah sakit. Sementara Andien mengikuti mobil pribadi.


Nyonya Susan dan tuan Handoyo memeluk putrinya karena berani mengambil resiko untuk menyelamatkan Calista.


"Kamu tidak apa nak?" Tanya nyonya Susan pada putrinya seraya menyelimuti tubuh Ratih.


"Ayah bangga denganmu sayang!" Ucap tuan Handoyo mencium kening putrinya dengan perasaan haru.


Setibanya mereka di rumah sakit semuanya duduk di depan ruang instalasi gawat darurat itu dengan wajah tegang bercampur sedih.


Reza memeluk Andien yang tetap berusaha tegar sambil berzikir untuk putrinya.


Ratih duduk di samping ibunya sambil menangis mengenang perjuangannya yang hampir kehilangan Calista didalam laut yang pekat.


Beruntungnya Calista memakai baju putih hingga ia masih bisa berenang lebih dalam agar bisa mendapatkan tubuh keponakannya itu.


"Ayah!" Apakah Calista bisa akan selamat?" Tanya Camilla yang merasa kehilangan saudara kembarnya itu.


"Insya Allah sayang!" Kita sama-sama berdoa ya agar Calista segera siuman." Ucap Reza lalu memeluk putrinya.


Ratih yang paling menyesal diantara semuanya karena sering beradu mulut dengan gadis kecil itu.


"Mami!" Aku tidak akan bisa memaafkan diriku, jika sesuatu terjadi pada Calista." Ucapnya sambil berurai air mata.


"Sayang!" Kalau sudah seperti ini, kamu baru merasakan kehilangannya bukan?" Ucap Nyonya Susan sambil mengusap air mata penyesalan putrinya.

__ADS_1


"Ratih kangen mami sama Calista."


"Semuanya juga kangen sayang sama gadis jenius itu. Kita hanya bisa berdoa agar Calista melewati masa kritisnya." Sahut nyonya Susan yang tidak kalah sedihnya dengan putrinya Ratih.


Setiap anggota keluarga terlihat terisak. Andien menghampiri adik iparnya Ratih yang masih terisak.


"Ratih!" Panggil Andien dengan suara parau.


Ratih mengangkat wajahnya lalu memeluk Andien sambil menangis.


"Terimakasih Ratih sudah menyelamatkan putriku." Ucap Andien makin membuat Ratih meraung.


Reza juga ikut memeluk dua wanita hebat dalam pelukannya ini.


"Ratih!" Mas Reza bangga dengan aksi heroikmu." Ucap Reza setelah membaca pesan dari Rendy.


Saat ini Rendy tidak bisa berkumpul dengan keluarga itu karena harus mengurus dua tersangka yang sudah dibekuk oleh pihak berwajib setelah melakukan pengejaran dengan helikopter petugas patroli udara.


"Tante Ratih!" Panggil ketiga keponakannya yang ingin mengucapkan terima kasih mereka pada Tante Ratih yang ternyata baik.


"Terimakasih Tante Ratih sudah menyelematkan saudara kembar kami Calista!" Ucap Camilla sambil terisak.


"Ternyata Tante Ratih memiliki hati yang lembut. Terlihat keras di luar, tetapi garing dan lembut di dalam." Ucap Al.


Ratih tersenyum samar pada ketiga keponakannya. Lalu memeluk ketiganya dengan sayang dan kembali menangis bersama.


"Andai saja waktu kembali berulang, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berbagi kebahagiaanku dengan empat keponakanku yang unik ini ya Allah." Batin Ratih sambil memeluk ketiga keponakannya.


Cek..lek!" Pintu dibuka dengan cepat oleh dokter.


"Wali dari ananda Calista!" Panggil dokter itu.


Reza dan Andien serentak maju bersama menatap wajah tegang dokter.


"Tuan, nyonya silahkan ikut saya!" Titah dokter Putu.


"Dokter apa yang terjadi?" Tanya Reza penasaran.


"Sepertinya putri anda tidak bisa tertolong karena ia terlalu banyak menelan air laut hingga merendam paru-parunya yang masih muda." Ucap dokter membuat anggota keluarga kembali menegang.


Degggg...


"Calista!" lirih Andien.

__ADS_1


.....


Vote dan like nya cinta 🙏


__ADS_2