
"Bagaimana sayang?" Apakah kamu suka dengan kejutan dariku?" Tanya Reza sambil meremas bokong istrinya.
"Akkh mas Reza!"
Andien tampak melemah saat setiap kecupan itu mulai dirasakannya dari pucuk kepalanya dan juga panca inderanya.
"Sayang, aku belum mandi."
"Kamu selalu wangi, sayang dan aku suka dengan bau khas tubuhmu." Ujar Reza makin menyusup lebih dalam tempat vital yang menjadi incarannya, di mana segi tiga Bermuda yang menawarkan sejuta rasa padanya.
Andien tidak bisa menolaknya karena itu adalah perintah yang wajib, yang harus ia laksanakan, ketika suaminya sedang menginginkan dirinya. Merasa istrinya tidak menolak permintaannya, Reza mencium bibir istrinya dengan sedikit menggiring tubuh Andien ke arah sofa yang ada di ruangan itu.
Baju kerja milik Andien dicopotnya dengan cepat. Mungkin masih terbawa suasana pengantin baru walaupun sudah berjalan lima bulan pernikahan mereka, tapi bagi keduanya yang baru melakukan ritual hubungan intim mereka semenjak menjadi suami istri dan ini adalah kali keduanya mereka merasakan kembali manisnya madu dari kenikmatan bercinta. Andien membiarkan tubuhnya diperlakukan seperti yang diinginkan suaminya.
Entah berapa gaya yang sudah dimainkan oleh mereka, untuk mencari keringat dalam olahraga syahwat itu. Iringan desa**n meramaikan suasana percintaan keduanya yang makin dahsyat, hingga membuat Reza tak ingin berhenti menjelajahi tiap ruas tubuh istrinya.
Setelah beberapa kali, melakukan penyatuan tubuh, akhirnya keduanya kehabisan tenaga dan Reza mengangkat tubuh istrinya yang sudah lemas itu ke kamar mereka.
"Kamu tidak usah masak sayang, biar kita nanti makan malam di luar saja, lagian ini hari besok hari libur kamu butuh istirahat." ucap Reza sambil membawa tubuh bu**l istrinya ke atas kasur king size itu.
"Untuk hal yang lainnya biar aku saja yang mengurusnya, kamu harus banyak istirahat, karena aku akan membutuhkan tubuhmu setiap saat." ucap Reza dengan mimik serius membuat nyali Andien sedikit menciut.
"Ya Tuhan, apakah orang ini memiliki tenaga kuda, tidak bisakah, dia memberiku sedikit saja waktu untuk bisa memulihkan tubuhku sesaat?" keluhnya dalam hati, lalu menatap wajah suaminya yang sudah menaklukkan hatinya ini.
Andien mengakui kelihaian Reza dalam bercinta karena Reza mengetahui titik-titik sensitif yang menjadi kelemahan dirinya.
__ADS_1
Walaupun Andien begitu lelah, tapi ketika Reza memulai dengan awal pemanasan yang mampu menjeratnya dengan dengan beribu kekuatan magnet cintanya, untuk menerima kembali setiap rangsangan yang diberikan Reza pada tubuhnya, hingga membuat Andien tidak bisa berhenti untuk mengiba lagi dan lagi.
Andien telah merebahkan tubuhnya, kemudian memejamkan matanya karena kantuk yang mengharuskan ia tidur walaupun hari belum begitu malam.
Reza sendiri tidak ingin tidur, ia memilih menikmati wajah dan tubuh istrinya yang dibiarkannya tetap polos tanpa di selimuti nya. Tubuh Andien bagaikan lukisan hidup yang membuatnya tak bosan memandangnya.
Dalam keadaan terlelap wajah Andien tetap memikat hatinya. Iris tebal, mata sayu dengan bulu mata lentik, hidung mancung kecil ditambah bibir sensual dibungkus dengan kulit putih bersih nan bercahaya karena air wudhu yang selalu dibasuhnya, setiap kali ia menunaikan sholat maupun keluar rumah hingga menjelang tidur, gadis ini selalu menjaga wudhunya.
Saat ini bagian yang lebih menonjol dari tubuh istrinya adalah bentuk tubuh ideal yang dilengkapi dua bongkahan lemak yang proporsional yang menghiasi dibawah pinggangnya yang ramping bak gitar spanyol.
Posisi tidur Andien yang miring menjadikan dirinya, menjadikan tontonan tersendiri untuk sang suami yang menatapnya dari sofa yang ia duduki tidak jauh dari tempat tidurnya.
Ingin rasanya ia menerkam lagi tubuh itu namun ia tak tega karena Andien terlihat lelah saat ini. Sambil menikmati minuman soda ditangannya, ia tetap setia menatap pemandangan indah yang menyuguhkan keindahan pahatan ciptaan Tuhan yang sedang menggeliat di atas kasurnya itu.
"Andien, jika aku tidak menyadarinya lebih cepat bagaimana cantiknya dirimu, maka aku tidak akan bisa memilikimu seutuhnya sayang. Inilah penyesalanku yang tak pernah berkesudahan.
...****************...
Merasakan tubuhnya kedinginan, Andien akhirnya membuka matanya dan melihat Reza yang sedang duduk di sofa menatap dirinya. Andien tersenyum dengan wajah bantalnya yang tidak mengubah kecantikannya sedikitpun.
"Astagfirullah, ya Allah ini sudah hampir tengah malam, mengapa kamu tidak membangunkan aku sayang?" gumamnya kesal menatap suaminya ketika melihat jam dinding yang tergantung di dinding kamar mereka.
"Emangnya kenapa kalau sudah malam?" tanya Reza yang heran melihat istrinya begitu kaget melihat jam dinding.
"Tentu saja aku harus memasak dan juga sholat isya mas." Sahut Andien kesal.
__ADS_1
"Kalau sholat, nanti kita akan sholat berjamaah dan setelah itu kita makan di luar hari ini, aku peringatkan jangan melakukan apapun, walaupun kamu ingin memasak untukku, kamu harus bersamaku selama 24 jam, kamu mengerti sayang?" ucap Reza dengan tatapan yang mulai menggoda.
Andien hanya berdehem sambil menganggukkan wajahnya, ia sedikit malas untuk menanggapi suaminya yang lagi candu dengan tubuhnya. Gadis cantik ini melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, namun di cegah oleh Reza.
"Sayang, aku harus mandi, nanti saja setelah makan malam, kita bisa melakukannya lagi." ucap Andien yang takut tubuhnya akan diserang lagi oleh suaminya.
"Sayang, siapa yang mau minta bercinta lagi, aku hanya ingin menggendongmu ke kamar mandi." Ucap Reza membuat wajah Andien merah merona.
"Ih, apaan sih kamu mas, aku bisa ko berjalan sendiri."
"Yakin bisa berjalan sendiri?" ya sudah silahkan sayang!"
Dengan tidak merasakan apapun, Andien bangkit dan melangkahkan kakinya tapi langkah itu terhenti ketika sakit yang terasa di bagian intimnya menyerangnya tiba-tiba.
Ia terpekik sambil meringis menahan perih yang amat sangat di bagian kewanitaannya. Reza yang sudah tahu ini bakalan terjadi karena ulahnya yang hampir lima kali menghajar area in**m istrinya hari ini.
"Auhhgg!" Ya Allah ini sakit banget!" Ucapnya yang mulai menitikkan air matanya.
"Masih mau berani jalan sendiri sayang?" ledek Reza yang membuat Andien makin menjerit.
"Aaahhkk, mas Reza jahat!" omelnya yang membuat Reza terkekeh."
"Makanya sayang, aku tadi sudah menawarkan diri untuk menggendongmu, karena aku tahu kamu akan kesakitan kalau berjalan walaupun hanya sampai kamar mandi. Mau aku bantu atau masih mau nekat jalan sendiri?" tanya Reza yang masih meledek istrinya.
Andien merasa sangat malu untuk menjawabnya. Reza yang mengerti sifat pemalu istrinya membuatnya tidak ingin bertanya lagi lalu menggendong tubuh polos istrinya itu ke kamar mandi.
__ADS_1
Karena ia juga belum mandi wajib, akhirnya malam itu mereka mandi berdua untuk menunaikan sholat isya berjamaah.