PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4

PENYESALAN AYAH SI KEMBAR 4
79. Mudik Lebaran


__ADS_3

Kembar empat sedikit heran melihat mobil mereka tidak memasuki terminal keberangkatan area pesawat komersial melainkan ke arah lain.


"Emangnya kita menggunakan tiket first class lagi ya mam?"Tanya Calista


"Tidak sayang!" Nanti kamu akan lihat sendiri, ada kejutan menarik dari ayah." Jawab Andien.


"Wah, Fariz tahu ayah membelikan pesawat jet pribadi untuk kita, iya kan ayah?"


"Yah, sudah ketebak deh." Ucap Reza pura-pura sedih.


"Keempat anak ayah kan jenius. Nggak sia-sia kami cari ayah, akhirnya kami selalu mendapatkan yang terbaik dari kedua orangtua." Timpal Calista girang.


"Ingat!" Semua itu adalah bagian Rahmat dari Allah, harusnya banyak bersyukur sayang." Ucap Andien dengan senyum kecilnya.


"Alhamdulillah ya Rahman ya rahim!" Ucap keempatnya kompak.


Keluarga itu disambut pramugari cantik yang sudah berbeda lagi, namun pilot dan co-pilot nya masih orang yang sama yaitu Tuan Abna Chairul Azzam dan Abrar Bilisanimar.


Dua pilot muda ini nampak gagah dan membuat Camilla menatap keduanya kagum.


"Tuan!" Anda sangat tampan." Ucap Camilla seraya berjabat tangan.


"Selamat datang nona cantik!" Ucap azzam disertai senyum yang menawan.


"Camilla!" Panggil saja aku Camilla." Ucap Camilla dengan wajah kagumnya menatap intens wajah tuan Azzam.


"Camilla!" Puasa!" Omel Calista yang melihat Camilla sedikit genit dengan pilot.


Camilla begitu mengangguk kecil lalu melangkah anggun bak seorang princess.


Andien dan Reza saling menatap ketika melihat Camilla tiba-tiba jaim dengan mengangkat kedua bahu mereka diikuti tarikan bibir.


"Ada apa dengan putriku sampai tersihir begitu dengan pilot Azzam." Tanya Reza lirih.


"Waw!" Ayah ini sangat luar biasa. Sepertinya keluarga besar kita cukup untuk menaiki pesawat ini." Ucap Al sambil memperhatikan fasilitas mewah yang terdapat di dalam kabin pesawat.


Keempatnya menempati bangku mereka masing-masing dan memasang seat belt karena pesawat siap melakukan manuver menuju landasan pacu untuk lepas landas.


Doa dipanjatkan usai pesawat melejit menuju ruang angkasa. Keempat bocah ini sibuk memasang headset lalu membaca buku sambil mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran.


Hanya menunggu waktu tempuh satu jam 15 menit untuk mencapai bandara Adi Sumarmo Solo. Andien terlihat gelisah untuk pertama kalinya pulang kampung ke kota Solo selama sejak ia kuliah di Bogota Kolombia.


"Sayang!" Apakah kamu takut dengan ocehan para tetangga tentang kita nanti?" Tanya Reza.


Andien mengangguk sambil terus bezdikir karena tidak mudah baginya menghadapi orang kampung dengan isi kepala dalam berbagai versi penilaian mereka terhadap dirinya yang membawa pulang anak kembar empat sudah sebesar sekarang ini.


"Apakah nanti, tidak jadi pertanyaan mas, kalau mereka lihat keempat anak kita sudah besar, pasti mereka akan menghitung mundur dengan masa kehamilan aku." Ucap Andien cemas.

__ADS_1


"Cukup didengar saja sayang, jangan terlalu sibuk memikirkan pendapat orang lain. Kita memang salah tapi kita harus kuat menghadapi cercaan mereka." Ucap Reza.


"Kamu aja kali yang menciptakan permasalahan ini, bukan aku." Gerutu Andien di dalam hati.


"Perbanyaklah doa dan dzikir sayang, Insya Allah lisan mereka terjaga dengan baik karena ini adalah bulan ramadhan yang akan mengerem ucapan mereka yang terdengar sinis dan menyakitkan. "


"Mas..mas!" Bisa mu hanya nasehat, nggak tahu apa hatiku segini tegang mendapati mulut harimau mereka nanti." Andien ngedumel.


"Jangan umpat suami dalam hati sayang, itu tidak baik!" Ucap Reza membuat Andien menatap bingung.


"Ya Allah!" kenapa dia bisa tahu aku lagi ngeluh tentang dirinya. Pantas Calista bisa baca pikiran orang, ini toh biangnya." Logat Jawa Andien sudah mulai keluar.


...****************...


Tepat pukul delapan pagi mobil mewah milik Reza yang sudah dibawah oleh sopirnya kemarin malam sudah berada di solo untuk menjemput keluarga kecil Reza.


Andien menitikkan air matanya melihat banyak sekali perubahan kotanya selama ia tinggalkan sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di kota ini.


Jantungnya makin berdebar ketika masuk perkampungannya yang juga mengalami banyak perubahan karena banyak rumah warga yang sudah berdiri megah dengan bangunan model bangunan rumah modern sesuai kebutuhan pemiliknya.


Banyaknya tanah kosong yang dulu menjadi kebun sayur kini sudah berganti beton dengan bangunan kokoh berbaris di setiap sisi jalan menuju rumahnya walaupun rumah Andien sekarang sudah berganti bangunannya karena Agam dan Adam sudah hebat saat ini.


Mobil mewah itu menekan klakson beberapa kali untuk memanggil penghuni di dalam rumah.


Dua pelayan nyonya Yuni keluar dan segera membuka pintu pagar agar mobil itu bisa masuk. Karena kedatangan mereka tepat di hari weekend, jadi kedua paman tampan mereka sedang berada di rumah.


"Siapa bik?" Teriak Adam sambil berlari keluar dan ia pun spontan memanggil ibu dan Agam untuk keluar.


"Assalamualaikum paman Adam tampan!" Sapa Camilla lalu mencium tangan Adam.


"Wah!" Camilla dan Calista sudah jadi gadis remaja sekarang." Ucap Adam


"Andien!" Sapa nyonya Yuni memeluk putrinya dan menantunya Reza.


"Apa kabar ibu!"


"Alhamdulillah baik!"


"Kenapa tidak beri kabar kalau mau mudik lebaran ke Solo?"


"Ini maunya anak-anak ibu."


"Hallo semuanya!" Sapa Agam pada keempat keponakannya dan serentak mereka menyalami paman Agam.


"Calista kira paman Agam sudah menikah."


"Belum sayang. Cariin dong!" Ucap Agam.

__ADS_1


"Tahu kalau dua paman tampan ini masih jomblo, kami akan bawa pulang pramugari cantik milik ayah untuk paman Agam dan Adam." Celetuk Fariz.


Kedua paman mereka tidak mengerti dengan kata pramugari ayah. Andien yang mengerti kebingungan kedua saudaranya langsung menjelaskan kepada keluarganya bahwa mereka sekarang memiliki jet pribadi.


"Wah selamat ya nak Reza!" Terimakasih sudah membahagiakan keluargamu dengan hadiah mewahnya." Ucap Nyonya Yuni.


"Oma!" Kami mau khitan di sini, bolehkan Oma?" Tanya Al.


"Apa..?" Kalian mau khitan di sini?" Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Ini suatu keberkahan untuk keluargaku. Tentunya boleh sayang, Oma sangat terharu mendapatkan kesempatan untuk melihat kedua cucu tampan Oma khitan di sini." Oma Yuni mencium keduanya dengan lembut.


"Assalamualaikum!"


Para tetangga berbondong-bondong datang ke rumah Oma Yuni membuat keluarga ini tersentak.


"Waalaikumuslam!" Sambut Oma Yuni dan yang lainnya.


"Nak Andien pulang ko diam-diam saja." Ucap mereka sambil memperhatikan Reza.


"Bukankah pemuda ini dulu pernah KKN di sini?" Tanya beberapa tetangga yang masih ingat Reza.


"Iya Bu, ini saya Reza." Ucap Reza sambil menyalami mereka masing-masing.


Pandangan mereka beralih ke empat anaknya Andien dan Reza.


"Ya ampun ternyata rumor selama ini benar, Andien hamil di luar nikah, bisik mereka satu sama lain namun masih tertangkap oleh kuping keluarga itu.


Wajah Oma Yuni berubah murka dan ingin mengusir para tetangganya.


"Assalamualaikum mam's semuanya." Sapa Camilla kepada mereka dengan bahasa Indonesia sebisanya.


"Lihatlah mereka sudah tumbuh besar, bukankah itu benar?" Ucap mereka sambil berbisik.


"Apakah ada pertanyaan dari kalian semuanya?" Tanya Agam yang sudah tidak nyaman melihat perubahan wajah para tetangga kepada keluarga kecil saudaranya.


"Apakah ini anak-anakmu Andien?" Mengapa tinggi mereka sama?" Apakah mereka kembar?" Tanya salah satu ibu memecah kesunyian.


"Iya bude Murni." Ucap Andien sambil tersenyum.


"Berapa usianya sayang?" Tanya Bu de Murni sambil memegang tangan Calista.


"Bulan depan usia kami delapan tahun." Jawab Calista sambil tersenyum.


"Tuh kan apa kubilang memang benar rumor itu."


"Permisi dulu mbak Yuni." Mau belanja," ucap mereka lalu berhamburan keluar dari rumah nyonya Yuni.


"Ternyata galaknya nyonya Yuni nggak mempan karena putrinya Andien terlihat pendiam masih sempat bandel juga ya....he..he!" bisik mereka sambil terkekeh, membuat ibu empat ini langsung masuk ke kamarnya diikuti suaminya Reza.

__ADS_1


Yang paling merasa sakit di sini adalah Reza sebagai aktor utama yang telah membuat semua yang pernah terkubur kini mulai muncul lagi ke permukaan.


"Sebaik apapun masa depan yang kamu kemas dengan rapi dan indah tidak akan mampu menghapus masa lalumu yang buruk hingga tujuh turunan akan terus mengingat satu kesalahan yang pernah kamu perbuat. Menyesal bukan?" Masih mau berani berzina sebelum menikah?"


__ADS_2